Semangat dan kegigihan Kartini menginspirasi para wanita untuk tetap berkarya dan mengharumkan ibu pertiwi. Karena Kartini, kita tak perlu lagi bersusah payah membangun sekolah ataupun berperang seperti Cut Nyak Dien. Dengan bidang masing-masing, kita bisa lebih bebas mengekspresikan diri, contohnya dalam dunia perfilman. Inilah para Kartini di dunia perfilman yang mengharumkan perfilman tanah air, hingga berani membawa film-film ini ke mancanegara.

 

  1. Kamila Andini
Kamila Andini

Kamila Andini ini merupakan sang otak cerdas dibalik film-film jenius yang berhasil duduk manis di festival film internasional. Contohnya, karyanya sudah tembus Busan International Film Festival, Tokyo International Film Festival, hingga Mumbai International Film Festival.

Film karyanya antara lain adalah Laut Bercermin (2011), Sekala Niskala (2017), serta Sendiri Diana Sendiri (2015). Tema favoritnya? Perempuan dan hak-hak mereka. Lewat film-film ini, ia selalu menyampaikan pesan bahwa perempuan perlu untuk memahami makna dari “setara”. Ia merasa kebutuhan perempuan dan laki-laki itu berbeda, secara biologis. Namun, hak, suara serta pilihan, inilah dimana laki-laki dan perempuan memiliki hak yang setara. Ia juga ingin menampik stigma bagaimana perempuan harus terlihat dan bertingkah.

 

  1. Mouly Surya
Mouly Surya (sumber : Munady)

Sahabat Inspirasi Pagi sudah menonton film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak? Yup, film tersebut merupakan karya dari Mouly Surya. Hasil karyanya yang lain juga sudah duduk manis di film internasional, seperti film Fiksi. serta What They Don’t Talk about When They Talk about Love. Ia juga mengangkat tokoh utama perempuan yang kuat, seperti Marlina dalam Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.

 

  1. Djenar Maesa Ayu
Djenar Maesa Ayu (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Djenar Maesa Ayu memang terkenal sebagai penulis. Namun, ia menghasilkan film-film yang sukses, dan salah satunya tembus ke Festival Film Indonesia. Film tersebut adalah Mereka Bilang, Saya Monyet. Karya-karyanya yang lain adalah Nay dan Hush. Ia juga telah dinominasikan sebagai sutradara terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia.

 

  1. Nia Dinata
Nia Dinata (Foto: Munady)

Siapa yang tak kenal Nia Dinata? Ia merupakan sutradara film Cau Bau Kan. Tak lupa dengan film Arisan! serta Berbagi Suami yang dinilai penting untuk histori perfilman tanah air. Namanya melejit karena-karena film karyanya selalu mengangkat potret permpuan dan kelompok minoritas, serta apapun yang tabu bagi masyarakat Indonesia.

 

  1. Lola Amaria
Lola Amaria (Foto: Munady Widjaja)

Lola Amaria masuk ke dunia entertainment dengan menjadi lomba model serta bintang iklan. Lalu, ia merambah menjadi bintang sinetron. Lalu, ia merambah lagi dengan menjadi sutradara lewat di film Betina. Ini juga menjadi debut sutradara pertamanya.

Sukses dengan Betina, ia menggarap film berjudul Minggu Pagi di Victoria Park. Di film ini, ia mengangkat TKW di Hongkong. Setelah itu, ia masih menyutradai film-film dengan mengangkat isu serius seperti LGBT, disabilitas, hingga korupsi.

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here