Sayangnya, tentu seberapa besar usaha kita terkadang masih menghasilkan sebuah kegagalan, malahan menciptakan sebuah kebiasaan buruk yang lain. Berangkat dari kegagalan-kegagalan ini tentu membuat kita berpikir mengenai kesalahan yang terus menerus kita perbuat sehingga menimbulkan berbagai perasaan tak berdaya sampai galau akut.

Sebenarnya apa sih yang membuat kita harus bersusah payah untuk membukakan pintu keluar kepada kebiasaan buruk tersebut?

Mengubah Kebiasaan Buruk

Hal ini terjawab oleh Dr. BJ. Fogg. Fogg adalah seorang peneliti yang mengamati perilaku manusia dari Universitas Stamford. Sebagai seorang peneliti, tentu Fogg telah melakukan banyak eksperimen yang berkaitan dengan perilaku-perilaku manusia. Salah satunya adalah mengubah kebiasaan buruk manusia dengan kebiasaan kecil yang baru.

Fogg pun menjelaskan bagaimana sebuah perilaku dapat berubah melalui bagan Fogg Behaviour Model atau model perilaku Fogg. Melalui bagan ini Fogg memberikan batas-batas mengenai keterikatan perubahan perilaku manusia terhadap motivasi dan tingkat kesulitan kebiasaan tersebut.

Dalam seminarnya di Tedx Talks, Fogg mencontohkan mengenai perubahan perilaku dirinya sendiri melalui kebiasaan berolahraga. Aktivitas olahraga mungkin bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi beberapa orang, namun tidak bagi sebagian orang yang lain. Kurangnya berolahraga dalam dirinya sendiri akhirnya menjadi sorotan eksperimennya.

Pada saat transisi perubahan perilakunya tersebut, Fogg bercerita mengenai pentingnya untuk menulis goal dari perubahan perilaku tersebut. Misalnya saja, berolahraga secara rutin. Dengan goal tersebut, Fogg melihat bagaimana olahraga merupakan sebuah aktivitas yang susah untuk dirinya, namun Fogg memiliki motivasi yang cukup tinggi.

Nah, untuk memupuk motivasinya ini, Fogg memulai sebuah kebiasaan kecil yaitu, Fogg akan melakukan push up sebanyak lima kali setelah ia membuang air kecil. Push up sebanyak lima kali tentu bukan lah hal yang rumit, dan buang air besar merupakan kebiasaan yang rutin dilakukan. Tidak lupa, setelah Fogg melakukan kebiasaan push upnya tersebut, Fogg melakukan selebasi kecil untuk dirinya sendiri. Contohnya, Fogg bersorak “I’m awesome!” setiap selesai push up.

Untuk menerapkan dalam kehidupan kita, Fogg memberikan sebuah template kalimat yang harus disematkan ke dalam pikiran kita.

After I ……, I will ……..

Isilah titik-titik tersebut dengan kebiasaan-kebiasaan kalian. Tidak perlu terlalu muluk, karena perubahan perilaku tersebut akan lebih berhasil saat dimulai melalui hal-hal kecil. Melalui hal-hal kecil tersebut, motivasi kalian akan tetap terpupuk dalam meraih keberhasilan kalian.

Yang terakhir, jangan lupakan selebrasi untuk diri kalian sendiri setiap kali kalian telah berhasil melakukan kebiasaan kecil tersebut, “You are awesome!”.

 

 

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here