Setelah sukses dengan film reboot “Spider-Man : Homecoming (2017)” dan mulai membawa keberagaman ke dalam dunia Marvel Cinematic Universe (MCU) di tahun silam, MCU kembali dengan film Black Panther yang rilis beberapa hari yang lalu. Inilah Review : “Black Panther” bawa Angin Segar untuk Marvel Cinematic Universe.

Kelihatan bentuk segitiga di baju perang Black Panther? Sang desainer kostum, Ruth Carter, bilang kalau ia terinspirasi dari “geometri sakral Afrika”. Sumber : Matt Kennedy/Marvel Studios

Film debut “Black Panther” mengisahkan tentang sebuah negara utopia bernama Wakanda di Afrika. Wakanda merupakan negara yang tersembunyi karena ada lima suku yang menyembunyikan negara tersebut. Negara ini memiliki banyak kandungan mineral alien bernama Vibranium yang membuat Wakanda menjadi negara yang paling banyak dicari orang-orang walaupun mereka sudah menyamarkan diri menjadi negara yang susah agar Vibranium mereka tidak diketahui khalayak umum dan disalahgunakan. Negara ini dipimpin oleh sang raja T’Challa (Chadwick Boseman), yang juga memiliki kekuatan sebagai Black Panther. Namun, singkat cerita, keberadaan Vibranium ini diendus oleh seorang musuh asal Inggris Raya, Ulysses Klaue (Andy Serkis). T’Challa yang berupaya untuk mencari Klaue namun seseorang lulusan MIT sekaligus mantan tentara Amerika bernama Erik ‘Killmonger’ Steven (Michael B. Jordan) membantu Klaue untuk kabur dari pencarian ini.

Cerita yang disajikan di Black Panther memang sederhana; pengkhianatan, kekeluargaan, hingga pengabdian. Namun, dengan pengemasan film dari efek CGI, dunia Wakanda yang sangat cantik dan jauh dari pemikiran kita terhadap Afrika, teknologi yang canggih, penonton dibawa terkesima selama jalannya cerita. Walaupun begitu, etnis Afrika sangat kental di sini. Dari logat, tarian, hingga musik-musik yang ada dalam cerita.

Wanita hebat : Nakia (Lupita Nyong’o) dan Shuri (Letitia Wright) – mereka ikut bertarung! Sumber : Disney/Marvel

Setelah banyak ditunggu-tunggu orang tentang keberdayaan perempuan serta pemeran kulit hitam yang sejajar di MCU, akhirnya semua itu diberikan di film ini. Di film-film Marvel lainnya, porsi tampil wanita masih kurang. Namun di film ini, ada serangkaian tentara wanita yang dipimpin oleh Jenderal Okoye (Danai Gurira). Mantan pacar T’Challa yang akhirnya jadi mata-mata Wakanda, Nakia (Lupita Nyong’o), tak hanya jadi love interest saja, tapi ia juga ikut bertarung.

Jenderal Okoye (Danai Gurira) si wanita tangguh. Sumber : Disney/Marvel

Begitu juga dengan adik T’Challa, Shuri (Letitia Wright), yang ikut bertarung, juga otak dari segala teknologi canggih di Wakanda walaupun umurnya masih sangat muda, yakni 16 tahun. Kehadiran Shuri di sini juga disebut-sebut sebagai scene stealer alias si pusat perhatian film ini. Bagaimana tidak? Dia mampu membuat peralatan canggih untuk baju perang kakaknya, buat penyembuhan dari teknologi canggih juga bisa, bahkan bikin baju perang sendiri! Wih! Bahkan, beberapa sumber menyembutkan bahwa Shuri malah lebih pintar dari Tony Stark alias si Iron Man.

Film ini memang bagus serta membawa angin segar untuk MCU. Tak ayal, Kevin Feige, sang president of Marvel Studios menyebut film ini sebagai film Marvel terbaik.

Nah, bagaimana menurut kamu? Oh ya, jangan pulang dulu setelah film selesai – ada satu surprise yang “nyambung” sama film Avengers : Infinity War, loh!

 

Rating : 4/5

What’s not : kehadiran Agen Ross, tampak dipaksakan.

Direkomendasikan untuk : para fans setia MCU untuk merayakan ulang tahun ke-10 Marvel Studios.

Catatan : disarankan untuk menonton film Avengers : Civil War sebelum nonton film ini untuk tahu siapa Black Panther lebih jauh.

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here