Bagi pelaku bisnis khususnya yang berkecimpung dalam dunia perbankan tentu tidak asing dengan sosok Tahir. Kisah pria kelahiran Kota Pahlawan ini dituliskan secara apik oleh wartawati Alberthiene Endah dalam sebuah buku autobiografi yang memiliki tebal 537 halaman.

Mengusung judul Living Sacrifice atau persembahan untuk hidup, buku ini menceritakan kisah perjalanan hidup Tjoen Ming alias Tahir yang dulu hidup dalam kemiskinan hingga bisa menjadi seorang konglomerat hingga dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya ke-12 di Indonesia versi Forbes.

Buku yang resmi diluncurkan di Jakarta pada 23 September 2015 ini, memiliki gaya penulisan yang cukup ringan dengan sudut pandang orang pertama. Sehingga, dapat membawa pembaca hanyut dalam setiap chapter kehidupan yang dilalui oleh Tahir.

Seperti pada umumnya, alur cerita buku ini diawali oleh kesulitan hidup dan selanjutnya melalui perjuangan dan jatu bangun, akhirnya sang tokoh bisa menuai kesuksesan seperti saat ini. Secara rinci, buku ini menceritakan dari mana asal-usul keluarga Tahir yang notabene-nya memiliki darah etnis Tionghoa. Disebutkan, Tahir lahir dari seorang ayah yang merupakan warga Tiongkok, yang mengadu nasib ke Indonesia agar dapat melunasi hutang keluarganya. Hingga kemudian, sang Ayah memutuskan untuk berkeluarga dan tinggal di Surabaya.

Kehidupan Tahir yang lahir dalam kondisi penuh dengan keterbatasan hingga didikan kedua orang tua yang mengedepankan nilai-nilai moral, integritas dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian apik yang diceritakan pada bagian pembuka.

Seakan tidak menyerah pada keadaan, Tahir yang tumbuh dewasa harus kehilangan masa-masa mudanya dengan membantu kedua orang tuanya untuk berdagang. Tak khayal, keahlian Tahir dalam berdagang melahirkan jiwa entrepreneur dalam dirinya. Lambat laun, atas kondisi perekonomian keluarga yang kian membaik Tahir memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Sarjana di Nanyang University di Singapura. Dalam perjalanannya, Nanyang bergabung dengan University of Singapore membentuk National University of Singapore (NUS).

Drama semakin menarik ketika berkuliah di NUS, Tahir tiba-tiba dijodohkan dengan seorang putri konglomerat Indonesia, Mochtar Riady. Meskipun demikian, menjadi menantu orang kaya tidak berarti membuat Tahir hidup bergelimang harta. Buku ini mengisahkan pasang surut kehidupan Tahir dan sang Istri dalam membangun bisnisnya sendiri hingga pada akhirnya ia berhasil mendirikan Mayapada Group.

Buku ini tidak sekedar biografi, namun juga sebuah motivasi yang penuh dengan ajaran tentang nilai-nilai kehidupan. Bila Anda membaca keseluruhan buku ini, tidak sulit bagi Anda untuk menemukan kalimat-kalimat yang memiliki nilai positif yang dapat menjadi teladan. Baik dari buah pikiran Tahir maupun petuah dari sang Ibu, Lina Sindawaty. Sebut saja konsep Pride dan Dignity (Kehormatan dan Harga Diri) yang menjadi prinsip hidup Tahir dalam menjalankan bisnis. Menurut Tahir, membangun kekuatan diri dan tidak bergantung pada orang lain adalah hal yang paling penting. Sebab, jika seseorang mendapatkan kesuksesan lantaran bersandar pada orang lain, maka posisinya akan lemah dan bisa hilang sewaktu-waktu atau dirampas oleh orang lain. Sebaliknya, jika kekuatan itu dibangun dari dalam diri, noboby can take it away.

Dibagian penutup, buku ini juga menceritakan sisi lain dari seorang Tahir yang bukan hanya dikenal sebagai seorang pengusaha atau konglomerat, tetapi juga sebagai Filantropis. Sebagai sosok yang dermawan, Tahir akhirnya membangun sebuah yayasan sosial bernama Tahir Foundation. Melalui yayasan inilah, ia memberikan kontribusi baik dalam bidang kesehatan maupun pendidikan. Bahkan, ia pun berhasil menggandeng Bill Gates & Melinda Foundation dalam penyaluran dan pengelolaan dana. Aksi ini dapat menjadi sebuah bukti nyata bahwa menjadi kaya tidak berarti jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Justru dengan menjadi kaya, Tahir dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Pada beberapa halaman terakhir, tersedia pula berbagai dokumetasi baik foto maupun sertifikat penghargaan. Seperti diantaranya foto kedua orang tuanya hingga foto Tahir dengan pengusaha-pengusaha terkenal hingga tokoh-tokoh ternama yakni Bill Gates, Pangeran al-Waleed bin Talal, Gina Rinehart, BJ Habibie, Basuki Tjahja Purnomo, Jendral (Purn) Moeldoko, hingga Presiden Joko Widodo.

Judul buku                              : Living Sacrifice: Dato’ Sri Prof. DR. Tahir

No. ISBN                                 : 9786020321363

Penulis                                    : Alberthiene Endah

Penerbit                                  : Gramedia Pustaka Utama

Teks Bahasa                            : Indonesia

Berat Buku                              : 500 gram

Jumlah Halaman                      : 537 halaman

Read more :

 

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here