Sahabat inspirasipagi, tahukah kamu tanggal 1 April selain identik dengan April Fools’Day atau yang lebih dikenal sebagai April Mop, ternyata juga menjadi peringatan penting bagi pelaku bisnis di Indonesia. Ya, sejak tahun 2014 lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu telah menetapkan tanggal 1 April sebagai Hari Marketing Indonesia (Hamari). Pemilihan tanggal 1 April tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, secara umum tanggal tersebut dijadikan dasar bagi perusahaan untuk menaikkan harga setelah melewati kuartal I. Selain itu, pada tanggal yang sama perusahaan juga disebut banyak meluncurkan produk dan materi promosi baru.

Agar mampu bersaing di lingkup bisnis baik dalam skala nasional hingga internasional, kekuatan sumber daya haruslah diimbangi dengan penciptaan brand atau branding serta kemampuan memasarkan atau marketing.

Di era digital seperti saat ini, tren pemasaran pun semakin berkembang seiring kecanggihan teknologi dan hadirnya internet. Hal tersebut ditandai oleh tren pemasaran digital (digital marketing) di Indonesia yang terus mengalami peningkatan signifikan dari waktu ke waktu.

Sebagaimana survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia terus menanjak naik 10 persen hingga 143,26 juta pada 2017. Sebagai catatan, data populasi penduduk Indonesia tercatat berjumlah 262 juta orang.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki potensi sebagai target pasar yang cukup menjanjikan di Asia Tenggara khususnya dalam urusan pemasaran produk melalui media digital.

Sementara itu, layanan content marketplace GetCraft belum lama ini juga merilis sebuah laporan terkait perkembangan praktik pemasaran digital di Indonesia. Melihat perkembangan tren yang terus berubah-ubah dari waktu ke waktu, berikut adalah beberapa hal menarik yang perlu kamu ketahui seputar dinamika pemasaran digital di Indonesia.

Efektivitas Platform Sosial Media

Berdasarkan hasil temuan GetCraft, hampir delapan puluh juta orang atau sepertiga dari populasi Indonesia merupakan pengguna aktif sosial media. Angka tersebut tentunya menjadi sasaran empuk bagi kalangan pemasar.

sosial media, efektivitas, digital marketing
Sumber: getcraft.com

Tingginya angka pengguna media sosial di Indonesia tersebut nyatanya telah memberikan dampak yang cukup efektif untuk mendorong eksposur kampanye pemasaran digital di Indonesia. Bahkan, pemasaran digital melalui sosial media diklaim menjadi channel pemasaran yang paling efektif. Selanjutnya, disusul oleh pemasaran melalui menyusul sosial media ads, paid search marketing , content marketing, dan influencer marketing.

Di sisi lain, angka pembelanjaan pemasaran digital untuk media sosial di Indonesia juga tidak sedikit. GetCraft mencatat, di tahun 2016 para pengiklan rata-rata merogoh uang sebesar Rp1,9 miliar per tahun untuk keperluan kampanye pemasaran digital. Angka tersebut mencerminkan adanya peningkatan hasil yang dirasakan para pengiklan sehingga memungkinkan adanya peningkatan budget berbelanja di tahun berikutnya.

Business-to-Business Prioritaskan Content Marketing

Temuan menarik GetCraft yang lain adalah ketika pihaknya membandingkan bagaimana pelaku bisnis B2B dan B2C mengimplementasikan strategi pemasaran digitalnya. Jika B2C memilih untuk fokus melalui pemasaran via sosial media, maka B2B memprioritaskan strateginya melalui pemasaran konten atau content marketing.

b2b, business to business, social media
Sumber: getcraft.com

Melalui content marketing, pelaku bisnis tidak hanya berusaha menarik perhatian konsumen agar memperoleh laba. Lebih dari itu, mereka juga berkomitmen untuk mengedukasi konsumen melalui produk atau layanan yang kemudian divisualisasikan dalam berbagai platform seperti video, blog, artikel, webinar dan lain sebagainya. Mereka percaya, content marketing merupakan salah strategi yang tidak bisa dilakukan secara satu arah. Sebaliknya, langkah ini membutuhkan interaksi dan keterlibatan konsumen tidak hanya untuk berbagi pengetahuan atau knowledge sharing tetapi juga membangun sebuah loyalitas.

Peluang Besar Platform Digital

Semakin relevannya kegiatan pemasaran digital di era seperti sekarang mendorong berbagai perusahaan untuk turut memanfaatkan medium serupa guna keperluan pemasaran. Menurut GetCraft, perolehan traksi yang jelas dan terukur membuat model pemasaran ini lebih efektif dari segi ROI (return of investment) dibandingkan pemasaran lainnya.

Dalam penerapannya, GetCraft menjelaskan bahwa ada banyak hal yang masih bisa dieksplorasi dalam metode pemasaran digital. Berdasarkan survei mereka, para pengiklan di Indonesia percaya bahwa pengalaman konsumen, content marketing, dan platform mobile merupakan tiga kategori besar yang masih bisa dieksplorasi lebih detail. Ketiga hal tersebut bahkan terhubung satu sama lain dan memiliki potensi besar untuk ditingkatkan lebih lanjut melalui proses integrasi yang tepat.

Dengan semakin majunya perkembangan teknologi mobile, penetrasi kecepatan internet yang semakin tinggi, tools marketing baru, dan tren yang berubah-ubah menyesuaikan pasar, pemasaran digital saat ini digadang-gadangkan  sebagai alternatif masa depan yang keberadaannya secara bertahap mulai menggeser metode pemasaran lain.

Melihat kondisi yang ada sekarang ini, kita hanya perlu mempertimbangkan strategi apa yang masih relevan sambil melihat sejauh mana metode pemasaran ini berkembang melalui tool digital yang ada.

social media, content marketing
Sumber: getcraft.com

Tantangan dalam Pemasaran Digital

social media, content marketing, digital marketing
Sumber: getcraft.com

Meskipun ada peningkatan yang cukup signifikan, namun bukan berarti pertumbuhan pemasaran digital tidak mengalami kendala di Indonesia. Dalam laporannya GetCraft menyebutkan bahwa saat ini tantangan utama pelaku pemasaran Indonesia adalah terbatasnya dana, kemampuan, serta adanya jurang pemisah dalam ketersediaan sumber daya.

Tantangan lain datang dari sisi pengiklan yakni tentang kurangnya pemahaman soal tujuan pemasaran digital. GetCraft melaporkan bahwa lebih dari lima puluh lima persen pengiklan kurang memahami faktor yang membuat metode pemasaran ini efektif bagi objektif berbisnis mereka.

Akibatnya, sebagian besar konten pemasaran digital lebih banyak ditujukan untuk keperluan membangun awareness dan keterlibatan user belaka. Bukan untuk menghasilkan penjualan langsung atau direct sales dan lead generation.

Baca juga artikel informatif lainnya:

 

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here