Kabasarnas M Syaugi Dan Tim Tetap Semangat Dalam Pencarian Lion Air

0
34
Sindo news

Tragedi Lion Air JT-610 belum menemukan ujungnya. Basarnas masih berusaha mencari dan mengevakuasi jenazah dari para korban yang berjumlah 189 orang. Selain black box FDR, masih banyak bagian-bagian dari pesawat yang belum ditemukan. Basarnas terus melakukan tugasnya dan terus menyelami perairan Tanjung Karawang.

Sejak pencarian dimulai di tanggal 31 Oktober 2018 lalu, sudah sekitar 186 kantong jenazah yang diserahkan ke kepolisian. Kemudian, sudah ada 27 jenazah yang berhasil diidentifkasi. Hingga hari Rabu pencarian akan terus dilakukan.

Bahkan Kepala Basarnas pun langsung buka suara terkait pencarian ini. Kabasarnas M Syaugi mengungkapkan semangat dan memohon doa kepada para keluarga korban Lion Air ini.

Kabasarnas M Syaugi akan mengerahkan timnya untuk terus fokus dalam proses evakuasi para korban di lautan. Bahkan, Kabasarnas M Syaugi terlihat sesekali menahan air matanya saat sedang berkata-kata.

 

Kabasarnas M Syaugi berkata, “Saya akan terus mencari saudara-saudara saya ini, kami mohon doanya kepada bapak dan ibu untuk kami bisa kuat dalam melakukan tugas-tugas yang mulia ini.”

 

Pencarian terhadap puing-puing pesawat, badan pesawat serta jenazah korban diperpanjang. Melalui perpanjangan hari pencarian ini, Basarnas sangat mengharapkan dapat menemukan seluruh jenazah-jenazah dari penumpang serta kru pesawat Lion Air dengan rute JT-610 ini.

Baca juga: Black Box Harus Direndam Air. Kenapa ya?

Perjuangan Basarnas dalam tugas pencarian ini pun telah memakan satu korban penyelam relawan yang bernama Syahcrul Anto. Sementara itu, pihak Lion Air juga memecat Direktur Teknik-nya yang bernama Muhammad Asif, dan Rusdi Kirana selaku pemilik maskapai singa ini untuk berdiri di depan menghadap ke keluarga korban untuk meminta pertanggung jawaban.

View this post on Instagram

Doa Bersama Keluarga Korban di LKP JAKARTA – Rasa haru, pilu, dan harapan yang sirna untuk bisa bertemu lagi dengan anaknya, ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya, atau kerabatnya yang menjadi korban musibah pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng – Pangkalpinang tergurat jelas di wajah keluarga korban. Selebihnya, hanya doa yang bisa dipanjatkan, agar mereka dimuliakan, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima di sisi-Nya. Duka itu begitu mendalam. Seperti itulah pemandangan yang nampak di buritan KRI Banjarmasin dan Banda Aceh, Selasa (6/11/2018) siang. Seluruh keluarga korban yang ingin melihat langsung Last Know Position (LKP) jatuhnya pesawat sekaligus melihat langsung bagaimana tim SAR masih berjibaku dengan segala resikonya. Kabasarnas yang on board di KRI Banjarmasin tak kuasa menahan rasa harunya. Mantan pilot pesawat tempur F16 tersebut mendapat pelukan dan tangisan dari keluarga korban. Peraih penghargaan Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akabri Angkatan 1984 dari Matra Udara tersebut terlihat mencium anak-anak korban dengan penuh empati. "Saya bisa merasakan apa yang bapak ibu, serta saudara-saudara rasakan," ungkapnya. Saat keluarga korban mengirim doa dan tabur bunga dari atas kapal tersebut, tim SAR tetap bersemangat melaksanakan operasi SAR. #basarnas #sar #rescue #indonesia #lionairjt610

A post shared by BASARNAS (@sar_nasional) on

Pada tanggal 6 November 2018, para keluarga korban diajak untuk melihat posisi terakhir atau biasa disebut dengan Last Know Position dimana pesawat Lion Air Jt-610 tersebut jatuh. Para keluarga korban ditemani dengan anggota SAR dan Kabasarnas M Syaugi untuk menabur bunga serta berdoa agar saudara-saudara mereka tenang disana. Aksi ini dilakukan dengan menggunakan KRI Banjarmasin.

Baca juga: Akun Instagram @thalasya_ Membuat Geger Netizen Indonesia

Akhir kata, semoga pihak Basarnas mampu menemukan serta mengevakuasi jenazah para korban serta puing-puing pesawat dengan lancar, dan para keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ikhlas, serta kekuatan untuk menghadapi tragedi ini.

Salam Avignam Jagat Samagram!

loading...