5 Kebiasaan Orang Jepang yang Unik bagi Wisatawan

0
87

Jepang dikenal sebagai destinasi yang unik dan menyegarkan bagi wisatawan. Beragam destinasi alam yang keren juga dapat Sahabat Inspirasi Pagi temui di Jepang. Tak hanya itu, bagi pecinta kuliner pastinya akan betah jika berkunjung ke Jepang. Bentuk dan macam kuliner dari yang tradisional hingga unik bisa dicoba seperti  ramen biru,  sushi dengan beragam topping, takoyaki dalam kaleng dan masih banyak lainnya.

Namun, tahukah Sahabat Inspirasi Pagi jika ada beberapa kebiasaan orang Jepang yang dianggap cukup nyeleneh bagi para wisatawan? Tak hanya kuliner yang unik tapi kebiasaan mereka juga unik.

Baca Juga: Berlibur ke New Zealand? 3 Lokasi Ini Wajib Dikunjungi

Misteri  angka “4” dan “9”

Masyarakat Jepang yakin bahwa apa saja yang tercantum dengan nomor 4 dan 9 akan membawa hal yang buruk. Maka kebanyakan dari mereka memilih untuk menghindar. Wisatawan akan sulit menemukan kedua nomor itu di Jepang. Baik di lantai kamar hotel atau nomor ruangan, nomor di lift, blok perumahan dan lainnya. Namun, kedua angka itu akan diganti menjadi 3-A dan 8-A atau lompat menjadi 5 dan 10.

Jika diteliti lebih lanjut, angka dan bilangan Jepang diadopsi dari Cina. Angka 4 dan 9 adalah angka yang dianggap mistik serta penyebab kemalangan. Hal ini bisa dibaca dari kanji yang tertulis. Di dalam bahasa Jepang terdapat dua cara baca, yakni Onyomi (ala Cina) dan Kunyomi (ala Jepang).

Angka 4 ditulis yang dibaca Shi, berarti Shinu atau Mati. Sedangkan angka 9 ditulis yang dibaca Ku, berarti Kurushii atau sengsara.

Menyeruput Ramen itu Biasa

Jika di Indonesia, kebanyakan orang beranggapan bahwa menyeruput mi saat memakannya termasuk hal yang tidak baik. Berbeda dengan di Jepang. Menyeruput ramen merupakan hal yang lumrah atau bisa dikatakan hal baik bagi orang Jepang karena menunjukkan kepada pemilik kedai bahwa ramen buatan mereka lezat. Faktanya jika tidak menyeruput atau sedikit menyuarakan saat memakan ramen, para pemilik kedai atau koki yang memasak beranggapan bahwa ramen  yang mereka buat tidak enak atau Sahabat Inspirasi Pagi tidak menikmati masakan mereka.

Anda juga akan menjumpai seruput menyeruput ini saat makan ramen, sup atau upacara minum teh.

Memberi Tip tidak Dianjurkan

Berbeda dari Indonesia atau negara lain, memberi tip di Jepang merupakan hal yang tidak mereka terima. Bagi mereka memberi pelayanan yang bagus dan sesuai standar tidak dinilai dari tip. Mereka akan melakukan yang terbaik bagi pelanggan.

Hindari Makan sambil Jalan

Walaupun makan sambil jalan terlihat lumrah di beberapa negara tapi praktiknya akan berbeda saat Anda berkunjung ke Jepang. Kebanyakan orang Jepang akan menganggap makan sambil jalan sebagai hal buruk. Saat Anda berkunjung di Dotonburi, Osaka misalnya. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara tak terlihat memakan jajanan mereka sambil jalan. Kebanyakan dari mereka memilih makan di kedai atau di kursi-kursi yang disediakan secara gratis. Biasanya kursi-kursi ini dekat dengan tempat sampah atau di titik-titik keramaian.

Sandal (slippers)

Masyarakat Jepang cinta akan kebersihan. Hal ini bisa Anda temukan saat akan berkunjung ke rumah teman Jepang atau kamar hotel, kedai dan lainnya. Anda dianjurkan untuk melepas sepatu atau alas kaki Anda yang lain dan menggantinya dengan sandal. Sandal yang digunakan biasanya seperti sandal hotel, berwarna putih, tipis dan ringan. Tak hanya itu, kebanyakan sekolah di Jepang juga menerapkan pemakaian sepatu di dalam kelas. Jika Anda sering menonton anime atau dorama pastinya tahu.

Nah, sudah tahu kan apa yang harus Sahabat Inspirasi Pagi lakukan saat berkunjung ke Jepang? Belajar dan mengikuti budaya negara yang kita kunjungi itu menyenangkan lho.

loading...