Kisah Penyelamatan Tim Sepak Bola Remaja Thailand Yang Mengundang Haru

0
119

Suasana yang mengharu biru sedang mengisi berita internasional dengan tajuk kisah penyelamatan yang sempat membuat jantung masyarakat dunia berdebar kencang kini disambut dengan tangis bahagia. Tepatnya pada tanggal 10 Juli kemarin, menjadi hari kemenangan dimana ketiga belas orang anggota serta coach dari tim sepak bola remaja Thailand bisa keluar dengan selamat.

Pada tanggal 23 Juni, selesai berlatih sepak bola namun mereka tak kunjung sampai di rumah masing-masing. Hingga akhirnya pencarian berhenti di depan mulut gua Thung Luam di daerah Chiang Rai. Di lokasi ini ditemukan sepasang sepatu bola dan sebuah sepeda yang tak berpemilik.

Berbagai Bala Bantuan Di Kisah Penyelamatan Tim Sepak Bola Remaja

Tidak lama setelah berita ‘kehilangan’ tersebut mencuat, bantuan datang dari berbagai negara untuk memperkuat tim penyelamat yang sudah dibentuk pemerintah Thailand. Banyak juga relawan yang datang dari kalangan masyarakat yang ingin membantu proses penyelamatan tim sepak bola ini.

Ada sekumpulan relawan dari masyarakat Thailand yang berkumpul di depan mulut gua untuk menyiapkan makanan dan minuman dari para tim penyelamat yang diberikan secara gratis. Untuk bahan-bahan makanannya sendiri didapatkan dari sumbangan yang telah dikumpulkan relawan lainnya lewat pasar tradisional. Ada juga penjual mie serta es krim yang rela datang jauh-jauh agar bisa berkontribusi dengan memberikan dagangannya secara gratis di lokasi tersebut. Bahkan, ada salah satu perempuan Muslim yang turut membantu memasak makanan halal untuk para anggota tim penyelamat yang membutuhkan makanan halal.

Sedangkan, masyarakat Thailand yang tidak bisa membantu dengan materi juga turut berkontribusi dengan caranya sendiri-sendiri. Misalnya dengan memberikan layanan pijat bagi para anggota tim penyelamat yang kelelahan, hingga mencuci peralatan selam yang kotor. Tidak lupa dukungan para seniman serta yang turut membantu menyebarkan doa serta harapan lewat berita dan hasil karyanya.

Bantuan juga datang dari perusahaan pompa air yang memberikan bantuannya secara sukarela agar air yang menggenang di dalam gua bisa dikeluarkan. Di sisi lain, sawah-sawah yang berada di sekitar gua ini pun menjadi rusak karena tergenang air, namun lagi-lagi hati para petani terketuk akan kondisi para remaja yang terjebak di dalam gua karena mereka lebih mementingkan nyawa dari para remaja tersebut ketimbang sawah mereka.

Bahkan, seorang Elon Musk pun turut hadir dalam misi penyelamatan ini. CEO dari perusahaan SpaceX ini memberikan penemuan kapal selam mini-nya untuk membantu upaya penyelamatan ini. Namun, sayang karena penemuan ini tidak praktikal karena jalur gua ini terlalu sempit.

Walaupun kisah penyelamatan ini berakhir bahagia, ada seorang mantan SEAL yang gugur dalam misi ini. Saman Gunan yang berumur 38 tahun ini tidak kembali saat membawakan pasokan oksigen untuk para remaja tersebut. Kabarnya, pria ini hilang kesadarannya karena oksigen yang ia bawa untuk dirinya sendiri tidak mencukupi.

Kisah penyelamatan ini merupakan sebuah kisah yang mendebarkan karena hidup dan mati dari ketiga belas orang tersebut semuanya bergantung terhadap belas kasih terhadap sesama. Bencana ini menjadi bukti bahwa berbagai dukungan atas nama kemanusiaan yang tidak pandang agama, ras, hingga warna kulit tak henti-hentinya datang.

Baca artikel inspiratif lainnya:

Jawaban Dari Cuaca Dingin Nan Semriwing Di Surabaya

Ini Bukti Bahwa #SuroboyoWani Melawan Terorisme

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.