Mengompos: Kegiatan Bernilai untuk Diri Sendiri dan Lingkungan Lestari

0
245
Hands are holding composted earth.

Masalah sampah memang tidak ada habisnya. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi problematika sampah, salah satunya dengan mengompos. Dengan aktif melakukan kegiatan mengompos, kita sama saja sudah mengurangi beban sampah TPA (Tempat Pembungan Akhir) yang memang kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga. Tapi, bagaimana cara mengompos yang benar? Apa saja manfaat yang kita dapatkan dengan mengkompos?

Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik dengan No Straw untuk Menyelamatkan Bumi!

Apa itu mengompos?

Istilah yang digunakan ketika seseorang berperan dalam mengontrol proses pembusukan (dekomposisi), dari sampah alami seperti halnya daun kering, kulit buah, dan ranting. Proses ini bisa dilakukan di banyak wadah sesuai kebutuhan seperti halnya ember, pot, atau tong. Nantinya, sampah organik yang dikumpulkan dalam wadah tersebut akan tercampur dan menghasilkan kompos yang sangat baik untuk tanaman.

Membutuhkan bahan utama alias starter, yaitu:

  • Organik hijau seperti potongan rumput, sisa sayur hijau. Bahan dalam organik hijau merupakan bahan masih segar yang kaya akan nitrogen
  • Organik coklat seperti daun kering, ranting tanaman, kertas. Bahan dalam kategori organik coklat merupakan bahan kering yang kaya akan kandungan karbon.

Apa sajakah?

Beberapa bahan yang bisa dikompos meliputi: potongan buah dan sayur, kulit telur, dedaunan, ranting tumbuhan, kertas. Lalu, apa saja yang tidak bisa dikompos?

Berikut diantaranya:

  1. Daging, sisa tulang, minyak, keju, susu karena menimbulkan bau tidak sedap sehingga menarik perhatian lalat dan belatung.
  2. Kotoran hewan. Di dalamnya mungkin saja terkandung bakteri, virus, dan kuman.
  3. Tanaman yang bermasalah. Tanaman yang terkena hama atau sejenisnya tidak baik untuk dikompos karena bisa menginfeksi.

Mengapa?

Mengompos memang kegiatan yang perlu kesabaran dan ketelatenan. Namun, hasil yang didapatkan akan sebanding kok dengan usaha yang kita keluarkan.

  • Memahami dan bertanggung jawab atas apa saja sampah yang kita hasilkan dan efek sampingnya terhadap lingkungan. Ini akan berdampak pada pemahaman lebih jauh tentang konsep 3R: Reduce, Reuse, Recycle.
  • Jika Sahabat Pagi sedang menggeluti hobi berkebun, kompos yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk tanaman. Memperkaya kesuburan tanaman, mencegah tanaman terserang penyakit, serta mengurangi penggunaan pupuk kimiawi adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari hasil kompos milikmu.
  • Mengompos mengurangi emisi gas metana dari TPA. Semakin banyak sampah organik yang digunakan untuk mengompos, maka sedikit pula sampah yang akan berakhir di TPA. Ini akan berdampak pada pengurangan jejak karbon, alias total emisi yang dihasilkan oleh satu keluarga tersebut.
loading...