Film An Old Lady : Harga Diri Seorang Wanita Lansia

0
36
an old lady

Film Korea Selatan selalu berhasil mengangkat isu yang dianggap tabu dan jarang diperbincangkan oleh masyarakat. Salah satu contohnya adalah film yang dibuat tahun 2019 berjudul An Old Lady. Film ini saat tayang di Korea Selatan memiliki judul berbeda yaitu 69.

Premis cerita An Old Lady ini mengenai kehidupan seorang lansia wanita bernama Hyo-Jeong berusia 69 tahun. Hyo-Jeong dilecehkan secara seksual oleh seorang perawat pria Joong-Ho. Ia berusia 29 tahun saat Hyo-Jeong menjalani terapi di rumah sakit. Hyo-Jeong berusaha melaporkan Joong-Ho ke kantor polisi. Namun, Joong-ho berkilah dan membuat proses penyelidikan tidak bisa dilakukan karena kurang bukti.

Hyo-Jeong yang putus asa. Tetapi mendapatkan semangat dari rekan satu rumahnya, Dong-In. Pria ini bahkan datang menemui Joong-Ho dan meminta pria itu menyerahkan diri ke polisi. Menyadari tidak ada yang bisa diandalkan, Ia memilih untuk menyelesaikannya sendiri.

Baca: ‘Backstreet Rookie’ Tuai Banyak Kritikan, Netizen Korea bandingkan dengan ‘The King: Eternal Monarch’

An Old Lady ini mendapatkan beberapa penghargaan sejak kemunculannya. Aktris Ye Soo-Jung yang berperan sebagai Hyo-Jeong mendapatkan penghargaan aktris terbaik di Women in Film Korea Award tahun 2020. Sutradara film ini, Lim Sun-Ae, juga mendapatkan penghargaan sutradara terbaik di ajang yang sama.

Ada beberapa hal yang menarik untuk Sahabat Pagi cermati dalam film ini, apa saja?

Perjuangan Hidup Lansia

Hyo-Jeong adalah penyendiri. Ia tidak banyak bergaul dengan orang lain. Orang yang ia temui setiap hari hanyalah Dong-In, si pemilik toko buku antik dan teman serumahnya. Hyo-Jeong juga kadang singgah di toko piano milik wanita muda hanya untuk memainkan piano sebentar.

Dong-In adalah sosok yang selalu menyemangati Hyo-Jeong untuk berangkat terapi ke rumah sakit. Hubungan antara Dong-In dan Hyo-Jeong dalam film ini terbilang unik. Meskipun mereka tinggal serumah, mereka bukan sepasang kekasih atau suami-istri.

Dong-In selalu mengajak Hyo-Jeong untuk belanja bulanan bersama. Hyo-Jeong juga kadang datang membantu Dong-In di toko bukunya. Kedua orang lanjut usia ini sama-sama berjuang untuk bertahan hidup di tengah masyarakat modern. Mereka berusaha untuk tidak pantang menyerah meskipun memiliki keterbatasan gerak dan ingatan.

Baca Juga: Kdrama Was It Love? Siapakah Sebenarnya Ayah Noh Ha Nee?

Lansia Beradaptasi di Era Modern

Wanita berusia 69 tahun ini masih sering bepergian keluar rumah. Ia tak pernah diam di rumah saja. Di sini terlihat bagaimana sehari-hari Hyo-Jeong berpakaian rapi layaknya wanita modern. Ia sering mengenakan pakaian yang nampak lebih muda. Pakaian andalannya adalah coat tebal selutut warna coklat dan ikat pinggang serta celana pensil hitam. Cara berpakaian Hyo-Jeong menunjukkan bahwa ia ingin beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Dong-In juga melakukan hal yang sama. Ia selalu berusaha mengajak orang yang mampir di toko buku antiknya untuk mengobrol. Ia juga menawarkan beberapa rekomendasi buku yang bagus untuk anak muda yang mampir. Senyumnya ramah dan ia juga berpakaian rapi setiap membuka toko.

Harga Diri Wanita Lansia

Bercerita tentang apa yang dialami Hyo-Jeong setelah ia dilecehkan oleh suster pria. Tapi fokus cerita ini bukanlah perkembangan kasusnya di kepolisian. Film ini justru menunjukkan bagaimana Hyo-Jeong menyelesaikan masalah ini. Ia mempertahankan harga dirinya sebagai wanita lansia. Hyo-Jeong menyadari sia-sia percaya kepada polisi. Ia merasa polisi bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi padanya.

Dengan usia 69 tahun ini, Hyo-Jeong digambarkan sebagai sosok yang tidak pernah menyerah bahkan setelah dilecehkan oleh pria muda. Hal ini seolah menunjukkan bahwa Ia sudah sering merasakan pahit manis kehidupan. Cerita ini ditutup dengan apik saat Hyo-Jeong melakukan hal tak terduga yang membuat si suster pria malu dan semua orang mengetahui kisahnya.

Film ini cocok Sahabat Pagi pilih untuk mengisi weekend ini. Yuk, komen yang sudah nonton!

loading...