Sate Taichan : Variasi Sate dengan Resep Sederhana dan Unik

0
268

Sate Taichan – Sate merupakan makanan yang terbuat dari daging yang dipotong kecil-kecil kemudian ditusukkan ke sebatang lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dibakar menggunakan arang. Sate yang telah dibakar biasanya disajikan dengan berbagai macam bumbu disesuaikan dengan resep sate itu sendiri. Pada umumnya, sate dipadukan dengan bumbu kecap dan saus kacang. Tidak lupa ditambahkan dengan irisan bawang merah, mentimun, dan cabai rawit tergantung dengan selera. Daging yang dipilih untuk dijadikan sate juga bermacam-macam, mulai dari daging ayam, sapi, kambing, kelinci, ikan, babi, telur puyuh, atau jeroan. Biasanya sate dimakan bersama dengan lontong, ketupat, atau nasi.

Walaupun sate sangat populer di negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Belanda, tetapi sate diketahui berasal dari negara Indonesia, tepatnya dari pulau Jawa. Sate dapat ditemukan dengan mudah di Indonesia karena telah dianggap sebagai salah satu masakan tradisional Indonesia. Anda bisa mendapatkan sate mulai dari penjual keliling, pedagang kaki lima, hingga restoran mewah sekali pun. Dengan berbagai suku dari bermacam-macam daerah, resep sate pun mempunyai ciri khasnya sendiri, sehingga jenis-jenis sate pun beragam di setiap daerahnya. Sate madura, sate padang, sate ponorogo, sate banjar, sate buntel, dan akhir-akhir ini ada jenis sate yang sedang digemari yaitu sate taichan.

Sate yang kkini popularitasnya masih terus meningkat. Apa bedanya dengan sate lainnya? Sate taichan sebenarnya hampir sama dengan sate pada umumnya, yaitu terbuat dari daging ayam yang dipotong kecil-kecil. Hanya saja sate yang mulai terkenal sekitar tahun 2016 ini tidak disajikan dengan bumbu kecap dan saus kacang.

Sejarahnya berawal dari kisah pembeli sate di daerah Senayan, Jakarta. Pembelinya merupakan seorang pasangan, yang laki-laki berasal dari Jepang sedangkan yang perempuan berasal dari Indonesia.  Laki-laki Jepang tersebut merasa tidak suka dengan sate yang dibumbui dengan bumbu kecap dan saus kacang sehingga dia berinisiatif untuk membuat satenya sendiri. Lelaki jepang itu kemudian hanya melumuri satenya dengan garam, jeruk nipis, dan sambal. Melihat sate yang dibuat oleh lelaki Jepang tentu saja membuat si pedagang penasaran dan menanyakan jenis sate apakah itu, lalu lelaki Jepang itu menjawab “Taichan”. Kemudian sate tersebut dinamai sate taichan tanpa mengerti arti sebenarnya dari kata taichan itu sendiri.

Cara pembuatannya juga tidak berbeda dari sate umumnya, yaitu dibakar, hanya saja pembuatannya lebih sederhana. Sate taichan menggunakan daging ayam, setelah dipotong dan ditusuk ke lidi, sate dilumuri dengan garam, jeruk nipis, dan penyedap rasa. Kemudian sate dibakar selama tiga hingga lima menit. Setelah itu sate taichan disajikan dengan jeruk nipis dan sambal. Keunikan dari sate taichan terletak pada warnanya. Biasanya daging sate yang sudah disajikan berwarna kecoklatan, sedangkan sate taichan ini berwarna putih.

Saat ini sate taichan sudah bisa ditemukan di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya, serta beberapa kota lainnya. Sate merupakan makanan tradisional dari Indonesia yang masih terus dilestarikan. Sehingga beberapa dari pedagang sate pun memunculkan ide-ide untuk membuat sate lebih menarik dan tetap dicintai sebagai makanan khas dari Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.