Syahrul Anto, Penyelam Asal Surabaya Gugur Saat Evakuasi JT 610

0
234
Syahrul Anto

Syahrul Anto, Penyelam Asal Surabaya Gugur Saat Evakuasi JT 610 – Seorang penyelam asal Surabaya bernama Syahrul Anto (48) dikabarkan meninggal dunia saat melakukan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat.

Syahrul Anto merupakan anggota IDRT (Indonesia Diving Rescue Team) yang membantu Basarnas mengevakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Komandan Satuan Tugas SAR Kolonel Laut Isswarto pada Sabtu (3/11/2018) di Jakarta mengatakan Syachrul meninggal diduga karena dekompresi.

“Almarhum menyelam lebih lama dari seharusnya. Sesuai jadwal para penyelam naik jam 16.00 WIB, tetapi dia naik 30 menit lebih lama,” kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Dekompresi atau decompression sickness merupakan keadaan medis yang mana disebabkan oleh pelepasan dan pengembangan gelembung-gelembung gas dari fase larut dalam darah atau jaringan akibat penurunan tekanan dengan cepat di sekitarnya.

Beberapa faktor yang diduga meningkatkan dekompresi adalah kedalaman saat menyelam, lama menyelam dan anemia.

Salah satu anggota Basarnas Surabaya, yang juga rekan Syahrul mengatakan, almarhum itu sebenarnya bukan bagian dari tim Basarnas. Namun, dia merupakan relawan Basarnas yang beberapa kali terlibat dalam operasi penyelamatan.

“Korban bukan penyelam Basarnas tapi kalau potensi (Relawan) Basarnas memang iya,” tutur Brian, salah satu anggota Basarnas Surabaya melalui pesan singkat, Sabtu (3/11/2018).

Sebelumnya, dokter yang menangani Syahrul Anto menyarankan untuk melakukan proses otopsi ke RSCM guna mengidentifikasi penyebab kematian Syahrul. Namun, keluarga dan Basarnas menolak karena hendak langsung dibawa ke rumah duka di Surabaya, Jawa Timur.

Jenazah Syachrul Anto sudah tiba di rumah duka di Jalan Bendul Merisi, Surabaya, Sabtu (3/11/2018) dan sudah dimakamkan.

Baca Juga Artikel Inspiratif Lainnya :

loading...