Tipe Sahabat Yang Harus Kalian Hindari!

0
139
sahabat

Di zaman serba sibuk sekarang, kita hanya memiliki waktu yang serba terbatas termasuk untuk menjalin hubungan dengan sahabat dan orang-orang terdekat. Ini artinya, waktu yang serba minim itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar berkualitas.

Salah satu cara terbaik mendapatkan waktu berkualitas adalah dengan memastikan kita tidak membuang-buang waktu dengan orang yang salah. Saat kita hanya memiliki waktu 3-4 jam seminggu untuk duduk santai bersama para sahabat, tentu kita tidak ingin menghabiskannya dengan orang-orang yang malah membuat kita sebal, bukan?

Baca juga: Perut Buncit Hilang di Rumah! Bagaimana bisa?

Karena itu, jika ingin bahagia dan memiliki waktu yang berkualitas, pilihlah teman-teman sebaik mungkin. Ada baiknya menghindari orang-orang yang memiliki aura negatif yang akan menulari kita dengan emosi buruk mereka.

Berikut enam tipe sahabat yang sebaiknya harus kalian hindari:

  1. “Si Tukang Keluh” yang selalu membuang keluh kesahnya pada kamu

Orang seperti ini selalu bersemangat kalau berjumpa kamu, bukan karena dia kangen tapi karena dia gak sabar mengeluh, mengeluh dan mengeluh di hadapanmu. Percakapan yang kalian lakukan hanya berkisar pada masalah yang ia miliki, tanpa menyadari bahwa semua orang juga punya masalah -_-.

Baca juga: Yuk, Mulai Buat Citra Baik di Mata Camer

Dia mengoper masalahnya ke padamu supaya merasa lebih baik, lebih lega karena kamu juga akan kena imbasnya. Layaknya tempat sampah, dia membuang “sampahnya” ke dalam pikiran kamu dan mau gak mau kamu jadi ikut-ikutan mengeluh seperti dia.

2. “Sahabat yang Hilang-Timbul Seenaknya”, hanya datang padamu ketika ada butuhnya saja

“Teman” seperti ini baru menghubungi kamu ketika dia lagi ditinggal pacarnya pergi atau ketika dia baru putus. Dia datang padamu untuk mewek-mewek karena baru aja berantem, putus atau semacamnya. Lalu ketika dia udah punya pacar baru, dia hilang dari peredaran gak pernah kontak dengan kamu lagi. Hingga akhirnya dia datang juga karena baru aja putus (lagi).

Sebenarnya wajar-wajar aja kalian jarang berjumpa bila dia punya pacar, namun apakah wajar jika dia datang dan pergi seenaknya, baru muncul jika ada maunya aja?. Apa pantas jika kamu dijadikan pelampiasan rasa bosannya? Emangnya kamu boneka?. Dasar bucin.

Perilaku hilang-timbul ini tidak hanya kamu temukan pada orang yang kasmaran aja, tapi bisa juga kamu lihat dari sahabat kamu yang lagi butuh sesuatu dari kamu misalnya butuh informasi, minta direkomendasikan.

Biasanya dia tiba-tiba jadi baik, lebih perhatian dan ngajak kamu jalan, setelah sekian lama kalian gak ketemu. Ternyata dia ngajak kamu pergi karena lagi ingin mejeng di mobil baru kamu. Hah!

3. “Si Oportunis”, teman yang memanfaatkan kebaikanmu demi keuntungan pribadi

Sama seperti menjalin hubungan romantis, dalam hubungan pertemanan juga ada yang namanya saling memberi dan menerima. Sebagai manusia yang baik kamu pasti selalu memberi perhatian dan kepedulian pada temanmu, tanpa mengharap balasan. Namun mengerikannya emang ada orang selalu memanfaatkan kebaikan seperti ini, dia maunya diberi perhatian melulu, tanpa memberi kepedulian yang sepadan pada orang lain. Kamu gak usah heran terhadap orang yang seperti ini, karena kebiasaan ingin selalu menerima sudah tertulis di DNA mereka.

Jika kebetulan kamu orang yang baik dan perhatian tanpa pamrih, maka orang oportunis seperti ini dengan senang hati berada di dekatmu, menjadi “teman” kamu agar bisa memanfaatkan kemurahan hatimu menjadi keuntungan pribadinya.

4. “Si Manja”, teman kekanak-kanakan yang nggak pernah tumbuh dewasa

Sebenarnya penting bagi kamu dan sahabat kamu menjaga kobar semangat ala anak-anak di dalam dada kalian. Anak-anak itu bebas, riang, dan gak mau ambil pusing, sifat kekanakan yang sesekali bisa kamu terapkan dalam kehidupan. Tapi akan jadi masalah ketika temanmu selalu kekanakan di seluruh situasi hidupnya. Dia manja, mudah cemberut, merajuk, melancarkan strategi pasif agresif dan selalu bertingkah layaknya korban dalam tiap situasi. Kamu mungkin berpikir, “Gak ada yang sempurna, mungkin dia emang agak ‘spesial’” dan menangani orang yang emosinya labil seperti ini emang gak pernah mudah.

Namun pada tahapan umur tertentu (baca: sekarang) setiap orang harus bisa mengandalkan dirinya untuk dirinya masing-masing, everyman for himself. Dia harus beranggungjawab atas perilakunya sendiri dan mulai melakukan pekerjaan tanpa harus merepotkan orang lain. Jika temanmu ini masih juga manja, gak ada salahnya kalau kamu putuskan untuk mencampakkannya.

5. “Teman yang Kadar Kepeduliannya Diragukan”, bahkan dia nggak berusaha mengingat tanggal-tanggal penting di hidupmu

Wajar dia gak tahu tanggal ulang tahunmu jika kalian baru beberapa bulan berteman. Teman yang harus kamu pertanyakan keabsahaannya adalah mereka yang udah bertahun-tahun kenal denganmu dan rajin hang out bareng namun gak pernah peduli apakah kamu sedang berulangtahun, baru lulus wawancara kerja, dan dia bahkan gak peduli kamu sedang sehat atau sakit.

Ketika kalian bertemu, dia gak pernah berpikir untuk menanyakan kabarmu? Apa kesibukanmu sekarang dan sebagainya. Yang dia pedulikan hanya dirinya sendiri dan pastinya dia gak akan peduli kalau kamu campakkan sekarang juga.

6. Tukang Minta Tolong

Hampir sama dengan si manja. Dia memiliki kecenderungan untuk membuat Anda melakukan segalanya. Dia akan bertanya alamat restoran tempat berkumpul, meminta Anda menyisihkan kursi, memesankan makanan, dan lainnya.

Dan hal ini adalah sesuatu yang terus-menerus dia lakukan sejak menjadi teman Anda. Ingat, Anda bukan asisten pribadinya. Minta dia melakukan segalanya sendiri, kalau tidak, bye-bye.

 

loading...