Varian Delta: Varian Baru Covid-19 yang Perlu Diwaspadai

0
162
varian delta

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat setiap harinya, terutama munculnya varian baru yakni varian Delta.

Terhitung pada 27 Juni 2021 jumlah penambahan kasus sebanyak 21.342. Angka ini naik sekitar 247 kasus dari hari Sabtu (26/6/2021) sebanyak 21.095. Dinyatakan total kasus Covid-19 yang dilaporkan hingga kini sebanyak 2.115.304 orang terhitung sejak kasus pertama pada Maret 2020.

Varian Delta ini juga telah menjadi sorotan dunia karena dianggap dapat menular walau saat berpapasan.

Apa itu varian Delta?

Varian Delta pertama kali diidentifikasi di India dan menyebar dengan cepat ke negara lain, terutama negara yang masih rendah vaksinasi. Varian baru ini merupakan varian SARS-CoV-2 dan ditemukan pada Desember 2020.

copyright by BBC, Covid-19 di India

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan jika varian ini diperkirakan akan menjadi varian dominan secara global.

Soumya Swaminanthan, kepala Ilmuwan WHO dalam konferensi pers di Jenewa pada 18 Juni 2021 lalu menyatakan jika varian Delta sedang dalam perjalanan untuk menjadi varian dominan secara global karena peningkatan transmisibilitasnya.

Dilansir dari data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan proporsi kasus Covid-19 baru di AS dikaitkan dengan variab delta sebesar 2,7%. Ini merupakan data pengawasan yang dilakukan selama dua minggu dan berakhir pada 22 Mei 2021.

Sedangkan di Indonesia, varian Delta telah masuk dengan 160 kasus per 20 Juni 2021.

Baca Juga: COVID-19 pada Anak, Waspadai Gejalanya

Apa saja gejala varian Delta?

Berdasarkan Healthline, data yang telah dikumpulkan oleh para ilmuwan Inggris menyebutkan bahwa gejala utama varian delta berbeda dari varian sebelumnya. Tak hanya itu, Gejala yang dialami akan lebih parah dan menyebar dengan cepat.

Menurut Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Intenasional, Universitas John Hopskin mengatakan mereka yang terpapar varian ini memiliki gejala umum, seperti:

  • Sakit perut
  • Hilang selera makan
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran

Selain itu, gejala varian sebelumnya seperti flu berat, demam, sesak nafas, sakit kepala dan tenggorokan dan pilek ,asih terjadi. Bedanya batuk dan hilangnya indra penciuman seperti gejala varian awal jarang ditemukan.

Hingga kini, mereka yang terinfeksi varian Covid-19 baru ini di Indonesia sering mengalami gejala sesak nafas dan menyebabkan banyak rumah sakit kekurangan tabung oksigen.

So, Sahabat Pagi, sudah tahu kan jika varian baru ini lebih berbahaya dari varian sebelumnya? Maka, selalu jaga Kesehatan tubuh dan mental kita agat terhindar dari stress. Sahabat Pagi bisa mulai melakukan olahraga ringan di rumah serta konsumsi makan yang bergizi. Tentunya selalu ikutin protokol kesehatan di manapun Anda pergi. Jangan melakukan perjalanan jauh jika tidak mendesak ya.

loading...