Alasan Mengapa Museum di Indonesia Sepi Peminat

0
62
museum
Sumber https://www.freepik.com/free-photo/woman-looking-ancient-sculptures_1491299.htm#term=museum&page=1&position=30

Anda sedang mencari tempat hiburan untuk berlibur di akhir pekan bersama keluarga? Apakah museum  menjadi salah satu tempat pilihan Anda?

Museum dapat dikategorikan sebagai tempat liburan dan rekreasi yang juga sekaligus media belajar bagi Anda dan keluarga. Mengunjungi museum memberi pengalaman dan chemistry berbeda bila dibandingkan dengan rekreasi ke tempat hiburan yang sudah umum seperti pantai atau taman hiburan.

Tapi, mengapa ya museum-museum di Indonesia yang berisi begitu banyak benda bersejarah jarang sekali dikunjungi oleh masyarakat kita? Berikut adalah alasan mengapa museum masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

1. Kurangnya Promosi

Masyarakat Indonesia saat ini umumnya lupa dengan museum, museum seperti ada dan tiada. Bukan mereka berniat untuk melupakannya tetapi karena tidak adanya sesuatu yang mengingatkan mereka kembali akan daya tarik yang ditawarkan dari museum. Promosi adalah salah satu yang dapat dilakukan untuk mendukung ramainya museum.

Bagaimana cara mempromosikannya? Cara mempromosikan museum dapat dilakukan dengan cara membuat suatu acara khusus di televisi tentang museum atau mengadakan suatu kegiatan massa di dalam museum misalnya saja lomba fotografi museum atau lomba membatik di dalam museum untuk membuat massa datang dan berkunjung. Tidak hanya itu, pemanfaatan sosial media juga dinilai sangat efektif jika ingin mem-viralkan aktivitas di museum.

2. Peran Serta Departemen Pendidikan dan Pariwisata

Selama ini tidak banyak sekolah yang melakukan karya wisata ke museum. Mereka justru lebih suka berkunjung ke tempat wisata seperti, pantai di Bali ataupun Kota Wisata lain. Yups, memang sangat penting bagi dinas pendidikan dan pariwisata untuk lebih giat menggalakkan hal tersebut.

Bagi dinas pendidikan, sekolah-sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi perlu dihimbau agar mereka menerapkan dan membiasakan murid-murid untuk berkunjung ke museum. Bagi dinas pariwisata, diperlukan untuk mempromosikan museum kepada para wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Tidak hanya sekedar menghimbau, pekerjaan rumah bagi stakeholder yang juga teramat penting adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberadaan museum sebagai sarana yang rekreatif dan edukatif. 

3. Pemugaran Museum

Selama ini, museum memiliki stereotype yang mengatakan bahwa museu terkesan kuno, tua dan angker. Tetapi harus terkesan menarik dan megah sehingga masyarakat pun tidak lagi bersikap acuh tak acuh pada museum. Museum perlu dipugar dan diremajakan kembali sehingga menarik minat masyarakat untuk mendatanginya.

Dalam hal ini, rupayanya Indonesia perlu belajar dari museum-museum luar negeri yang selalu ramai dengan pengunjung. Museum-museum tersebut sangat elegan dan terawat sehingga membuat masyarakat senang dan ingin berkunjung ke sana. Tak heran, museum menjadi salah satu tujuan wisata yang selalu ramai pengunjung.

4. Penambahan Fasilitas

Museum-museum yang ada perlu berikan fasilitas yang dapat membuat siapa saja yang berkunjung merasa nyaman dan betah. Contohnya adalah pemberian AC yang dapat mendinginkan udara, penerangan yang cukup, serta koleksi dan katalog lengkap mengenai museum.

Fasilitas lain yang juga tidak boleh dilupakan adalah fasilitas yang menunjang kebutuhan pengujung dengan keterbatasan fisik atau disabilitas. Sebagai ruang publik, sudah selayaknya museum didesain secara nyaman dan ramah untuk berbagai kalangan usia dan juga mereka yang menyandang keterbatasan.

Ada beberapa sarana pendukung yang juga perlu diperhatikan demi kelancaraan aktivitas di sekitar museum seperti tersedianya sarana toilet, kantin, lahan parkir, tempat sampah dan taman untuk beristirahat serta duduk. Penambahan sarana seperti itu sangatlah penting agar pengunjung puas dan akan menarik lebih banyak massa berkunjung dan liburan ke museum.

5. Merekrut Tenaga Kerja Khusus

Seringkal museum yang ada di Indonesia terlihat kosong, tidak ada guide yang bisa menemani pengunjung berkeliling. Tenaga kerja di museum dibutuhkan untuk merawat sarana serta melayani pengunjung. Dibutuhkan guide yang paham betul terkait koleksi-koleksi bersejarah yang tersedia di museum.

Sebagai masyarakat Indonesia yang sangat kaya akan sejarah, kita perlu menjaga peninggalan-peninggalan masa lalu yang sangat penting bagi negara ini. Dengan meramaikan museum, kita ikut belajar menghargai dan memahami apa yang telah diperjuangkan demi kita dan cucu kita. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga artikel inspiratif lainnya:

  • Atlantis Land, Tempat Wisata Baru Kota Surabaya
  • Liburan Praktis, Dan Hemat di Alun-Alun Batu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here