Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya

0
129

“Bhinekka tunggal ika”, semboyan ini sangat melekat dengan Indonesia. Hal ini dirayakan dengan adanya Malam Puncak Festival Budaya 2018 : Cultural Diversity. Dalam memperingati Dies Natalis Universitas Airlangga ke-64, Fakultas Ilmu Budaya menjadi tuan rumah untuk acara ini.

 

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Penampilan “Orkes Doa Ibu”. Sumber : Aya Prita / Inspirasi Pagi

 

Sabtu, 24 November 2018, acara disambut dengan kemeriahan keanekaragaman budaya. Acara dibuka dengan penampilan dari seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya. Berbekal bass, ia membawakan beberapa lagu yang begitu syahdu. Selepas itu, tak hanya musik modern, penampilan Orkes Doa Ibu pun memeriahkan acara. Mereka membawakan lagu “Bohemian Rhapsody” serta “Royals” milik Lorde yang sudah digubah sedemikian mungkin menjadi lebih santai, unik, dan penggubahan liriknya, kebanyakan tentang skripsi, sukses mengundang gelak tawa para mahasiswa UNAIR.

 

Baca juga : 6 Tempat yang Harus Dikunjungi di Banyuwangi

 

Kebudayaan tradisional tak hanya sampai di situ. Berikutnya, ada penampilan kulintang angklung dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Tak hanya kulintang angklung, lengkap dengan dua penyanyi , mereka mengemas beberapa lagu daerah dengan begitu unik nan harmonis. Tak hanya penampilan musik tradisional, penonton disambut lagi dengan musik yang semakin modern. Malam pun semakin panas dengan penampilan DJ Shandy dengan hentakkan bass yang menyihir para penonton untuk bergoyang.

 

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Penampilan tari Saman dari EDSAMAN. Sumber : Aya Prita / Inspirasi Pagi

 

Baca juga : Sejarah Terciptanya Batik Banyuwangi

 

Tak kalah serunya lagi, gamelan Pakarsajen juga menyambut. Setelah itu, Studi Kejepangan UNAIR menyuguhkan tari khas Jepang, Yosakoi. Lagi-lagi penonton dibuat terpukau sekaligus merasa “berjalan-jalan” keliling dunia dengan budaya-budaya yang baru mereka ketahui. Lalu, kembali lagi ke budaya Indonesia, penampilan dari Bahasa dan Sastra Inggris meramaikan suasana dengan tari Saman. Semangat serta teriakkan mengundang penonton untuk tetap tinggal dan menikmati acara lebih dalam lagi. Malam pun semakin larut, penonton disuguhkan dengan modern dance dari Fibra, tari tradisional, serta Alpha Cheerleader.

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Penampilan Gamelan dari Pakarsajen. Sumber : Aya Prita / Inspirasi Pagi

 

Baca juga : Motif Batik vs Ocassion : Hati-hati Salah pakai Batik lambang Duka!

 

Akhirnya, puncak acara yang paling ditunggu-tunggu, Adera. Di sela-sela lagu, Adera menyisipkan curhatannya tentang kisah cintanya yang sangat jujur. Dari persiapan pernikahannya yang gagal gara-gara sang perempuan berpindah ke lain hati, menunggu seseorang terlalu lama, dan sebagainya. Relatable, isn’t it? Berbekal dengan gitar akustik dan full band, Adera membawakan beberapa lagu seperti Muara, Melewatkanmu, dan Bahagia Bersamamu. Di penghujung acara, Adera menutup acara dengan membawakan lagu hit “Lebih Indah”.

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Adera. Sumber : Aya Prita/Inspirasi Pagi

Beragam budaya lebih indah, bukan? Inilah bukti bahwa kita berbeda-beda tetap satu jua.

loading...