5 Rekomendasi Novel Horror Ini Dijamin Takut Balik Halaman Buku

0
453

Ketakutan yang baik bisa menjadi hal yang menyenangkan, terutama ketika Anda sedang meringkuk dengan novel horor yang sangat menegangkan dan menyeramkan. Anda mungkin tidak berani membalik halaman berikutnya karena terlalu antusias. Novel horor memiliki cerita yang membuat Anda merasa takut sekaligus lega pada waktu bersamaan.

Berikut ini daftar lima novel horror terbaik yang akan membuat bulu kuduk Anda merinding sepanjang malam.

The Troop oleh Nick Cutter

Terbit pada tahun 2014 ini menceritakan si ahli pramuka bernama Tim Riggs. Ia  memimpin pasukan anak laki-laki ke hutan belantara Kanada untuk perjalanan berkemah selama tiga hari. Tentu saja ada banyak hiburan selama kemah berlangsung mulai dari saling menakuti dengan cerita hantu yang bagus dan api unggun yang seru.

Namun, ketika seorang penyusup yang tak terduga dengan tubuh sangat kurus, sangat pucat, dan sangat lapar bergabung dalam perkemahan mereka. Tim dan anak-anak lelaki dihadapkan pada sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada kisah teror mana pun. Ketakutan dalam cerita ini dibangun dengan rekayasa biologis dari karakter misterius yang mengganggu kehidupan si pemeran utama seperti mimpi buruk. Kengerian dalam perkemanhan menyebar lebih cepat dari rasa ketakutan. Perjuangan mengerikan untuk bertahan hidup dimulai dengan saling menyerang. Baik secara fisik dan mental. Ia berusaha menjadi satu-satunya yang bertahan hidup di akhir cerita yang mencengangkan ini.

Dracula oleh Bram Stoker

Terbit tahun 1897 ini tetap memukau pembaca selama berabad-abad. Drakula adalah salah satu cerita horor paling terkenal dan novel vampir paling terkenal di jagad raya. Bram Stoker menjadi patokan bagi penulis setelahnya tentang penetapan aturan dasar menceritakan seorang vampir. Dalam genre fiksi Gothic, Count Dracula adalah karakter antagonis terbaik yang pernah ditulis.

Cerita ini bermula ketika Jonathan Harker mengunjungi Transylvania untuk membantu Count Dracula membeli rumah di London. Dia menemukan banyak hal mengerikan di kastil kliennya. Segera setelah itu, insiden yang mengganggu kenyamanan warga di Inggris muncul beruntun mulai dari sebuah kapal tak berawak karam. Hal yang paling impresif adalah adanya tanda tusukan aneh muncul di leher mayat para wanita muda. Investigasi pun selalu menemui jalan buntu sehingga eksistensi Count Dracula menjelma sebagai mitos.

Baca Juga: Pernah Baca Sang Alkemis? Ini 3 Novel Fenomenal Menarik Lain karya Paulo Coelho

The Shining oleh Stephen King

Terbit pertama kali tahun 1987 ini dianggap sebagai karya terbaik Stephen King. Cerita ini berpusat kepada si karyawan baru Jack Torrance di Overlook Hotel. Sebagai penjaga di hotel tua yang nyentrik, Jack beranggapan bahwa dirinya akan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan untuk berhubungan kembali dengan keluarganya dan melanjutkan hobi menulisnya. Tetapi ketika cuaca musim dingin yang lama tiba di luar hotel, lokasi yang indah di sekitar hotel berubah menjadi menyeramkan.

Belum lagi satu-satunya yang memperhatikan kekuatan aneh dan mengerikan yang berkumpul di sekitar Overlook adalah anak Jack bernama Danny Torrance. Ia merupakan seorang anak berusia lima tahun yang berbakat unik sebagai paranormal. Danny punya satu kemampuan. Ia bisa membaca pikiran orang lain. Jack yang awalnya berencana memperbaiki hubungan keluarganya dengan menjaga hotel bersama istri dan anak malah merasa hubungan keluarganya makin runyam dan rumit di tengah badai salju. Jack malah harus berurusan dengan para hantu di hotel Overlook yang sangat menginginkan anaknya bergabung bersama mereka dalam kegelapan. Buku ini membuat Anda akan memikirkan para hantu di belakang kepala anda bahkan setelah anda selesai membacanya.

The Haunting of Hill House oleh Shirley Jackson

Terbit tahun 1959 ini mengeksplorasi rumah besar yang penuh misteri dengan sangat mengesankan. Meskipun pengarang tidak menunjukkan secara detail dalam narasi bagaimana bentuk Hill House atau rumah bukit dalam novel ini, kita sebagai pembaca diajak untuk berimajinasi kemewahan dan kemegahan mansion incaran empat sang pemeran utama ini.

Empat orang yang ingin memiliki rumah ini terdiri dari Dr. Montague, seorang sarjana okultisme yang mencari bukti kuat dari fenomena psikis. Ada juga  Theodora, asistennya yang cantik dan ceria. Kemudian ada Luke sang pewaris masa depan yang berjiwa petualang. Lalu, Eleanor sang wanita muda yang rapuh tanpa teman dengan masa lalu yang kelam setelah kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya. Ketika mereka mulai tinggal di rumah megah itu, mereka harus menghadapi kejadian yang mengerikan. Para penghuni tak kasat mata Hill House ternyata sedang berontak karena terusik dan kini akan memilih korbannya satu persatu.

I’m Thinking of Ending Things oleh Iain Reid

Terbit pada tahun 2016, keunikan cerita ini terletak pada narasinya. Penulis menjelaskan isi pikiran dari dua karakter utama si Jake dan pacarnya. Cerita ini dimulai dengan sederhana. Sepasang kekasih pergi mengunjungi rumah orang tua mereka di desa. Selama perjalanan ini, ada banyak pertanyaan dan kejadian yang diluar nalar terjadi. Si gadis sebenarnya ingin mengakhiri hubungan mereka yang dianggap stagnan. Sementara si pria bernama Jake juga ketakutan dengan pikiran buruknya bahwa si kekasih akan meninggalkannya sendirian. Si Aku bahkan sempat berkata bahwa kadang-kadang sebuah pikiran dalam kepalanya lebih dekat dengan kebenaran daripada tindakannya. Kita mungkin bisa menipu orang lain tapi kita tidak akan bisa menipu pikiran kita sendiri.

Jadi, siapkah Sahabat Pagi membalik halaman buku-buku ini?

loading...