Mengintip Perayaan Hari Kartini Melalui Komik Strip Jadul

0
209

Selamat Hari Kartini! Tanggal 21 April di Indonesia menjadi momen yang penting setiap tahunnya dalam merayakan ulang tahun Kartini. Pemikiran Kartini yang visioner menjadikan Kartini sebagai salah satu pejuang emansipasi perempuan di Indonesia.

Hari Kartini menjadi tonggak pengingat mengenai perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia. Perempuan-perempuan di Indonesia boleh bangga, karena Indonesia memiliki pahlawan nasional yang bergerak pada emansipasi perempuan. Berkat tulisan-tulisan dari Kartini, sekarang perempuan sudah bisa mengakses edukasi dengan level yang setara dengan laki-laki.

Pemikiran Kartini yang ditumpahkan sejak beliau berumur belia ternyata masih relevan dan tidak lekang waktu. Melalui surat-suratnya yang dibukukan dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, kini masyarakat bisa membaca bagaimana kecemasan dan keprihatinan Kartini kepada perempuan Indonesia yang seringkali dicap sebagai warga nomor dua.

Sekarang, Hari Kartini dirayakan dengan berbagai cara untuk merayakan Hari Kartini. Mulai dari, lomba busana adat, lomba memasak, hingga seminar-seminar inspiratif untuk perempuan, dan lain-lain. Lalu, bagaimana perayaan Hari Kartini pada tahun-tahun yang lalu? Bagaimana Hari Kartini dirayakan dalam media khususnya komik strip yang umumnya bernada komedi dan satir?

Pada Tahun 1974

Pada tahun 1974, komik yang terbit pada surat kabar harian Kompas ini menceritakan tentang perayaan Hari Kartini yang ternyata hanya sebatas peragaan busana adat saja. Lihat saja muka sang bapak yang sampai kebingungan menanggapi anak perempuannya.

Pada Tahun 1985

Masih tidak berbeda jauh dengan komik sebelumnya. Disini Hari Kartini belum dimaknai sebagai hari yang penting bagi kemajuan berpikir para perempuan di Indonesia.

Pada Tahun 1990

Timun menggambarkan banyaknya persepsi yang salah dalam memandang sebuah emansipasi perempuan yang dirayakan di Hari Kartini. Bukan menjadi rahasia yang umum apabila masih ada masyarakat yang menganggap emansipasi adalah sebuah usaha perempuan untuk mengalahkan laki-laki. Padahal, apabila ditelusuri dalam pemikiran Kartini, emansipasi yang banyak ditekankan oleh Kartini adalah sebuah perjuangan perempuan untuk berdiri sejajar dan menerima pendidikan yang setara dengan laki-laki.

 

Pada Tahun 2008

Apabila mengikuti seri komik strip Panji Koming yang terbit secara reguler di surat kabar harian Kompas tentu mengerti betapa menyebalkan karakter laki-laki yang satu ini. Karakter yang bernama Denmas ini selalu berbangga mengenai kedudukannya dan selalu berusaha untuk menggoda Ciblon. Namun, teman perempuan Ciblon selalu siap sedia untuk menolong Ciblon. Komik Panji Koming menegaskan bahwa keberhasilan emansipasi perempuan terjadi karena ada kesadaran oleh para perempuan untuk membantu sesamanya.

Komik-komik strip jadul dari surat kabar harian Kompas ini menggambarkan banyak persepsi-persepsi masyarakat terhadap perayaan Hari Kartini di Indonesia. Keberadaan hari tersebut di Indonesia merupakan pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti sampai sini saja.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.