Mengapa Harus Pop Up Booth ?

0
260

Pop Up Market – Linum Wear memutuskan membuka pop up booth selama 3 hari di Sosijak 3 Days Pop Up. Selama 3 hari, koleksi pakaian cantik berbahan linen dari Linum Wear akan terpajang manis di Sosijak sehingga konsumen bisa bebas melihat, menyentuh juga bertanya mengenai material yang digunakan.

Idenya memang menarik, hal ini pun dapat meyakinkan konsumen karena mereka akhirnya dapat menyentuh barang yang biasanya hanya ditemui secara online. Apalagi meerka juga dapat mencoba pakaiannya. Secara tidak langsung juga akan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap Linum Wear, karena ketidakpastian telah dieliminasi. Namun muncul satu pertanyaan , untuk apa harus membuat Pop Up Booth?

 

Pop Up Market memang sedang menjamur di Indonesia. Booth-booth di dalamnya selalu terisi penuh, dengan kebanyakan toko online, dan pengunjungnya pasti membludak. Lokasinya pun selalu di mal-mal strategis di Indonesia. Sebenarnya apa sih benefitnya bagi toko online? Mengapa banyak brand yang berlomba-lomba ingin membuat op up booth? Berikut ini beberapa alasannya:

  1. Eksistensi Merk
    Kebanyakan pengusaha mengawali tokonya secara online akibat keterbatasan modal yang tidak memungkinkan untuk membuka toko secara fisik. Namun seiring berjalannya waktu, brand toko online akan semakin besar dan membutuhkan eksistensi diri. Salah satu cara untuk mewujudkannya ialah dengan membuka Pop Up Booth secara offline. Toko online-nya akan makin dikenal, tak hanya oleh konsumen yang biasa mengunjungi situsnya, juga orang-orang yang sedang lalu-lalang di venue.
  2. Meningkatkan Excitement Konsumen
    Mengikuti program pop up market memang menarik karena tidak butuh banyak effort untuk promosi. Biasanya organizer sudah melakukan promosi dan kita hanya menunjang via social media. Namun ternyata, promosi melalui social media dan words of mouth malah meningkatkan rasa penasaran dan excitement masyarakat. Proses pencarian lokasi tenant yang pernah mereka lihat online ternyata dapat membuat keinginan mereka menjadi menggebu-gebu. Maka tak jarang pop up market selalu ramai pengunjung.
  3. Meningkatkan Penjualan
    Toko-toko yang menerapkan strategi O2O (Online to Offline) dengan mengikuti pop up market atau bahkan memiliki toko offline sendiri ternyata justru mengalami kenaikan penjualan. Bahkan bagi Berrybenka, salah satu toko online terkemuka di Indonesia, penjualan mereka naik hingga 300% setelah membuka toko offline. Namun mereka tak serta-merta langsung membuat toko offline yang besar. Semua selalu diawali dengan langkah kecil dulu seperti yang dilakukan Linum Wear, melalui bazaar dan pop up market baru dianalisis hasilnya.

Jadi bagaimana? Masih meragukan keefektivitasan pop up booth?

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.