Rokok elektrik, atau istilah kerennya vape awalnya diciptakan di Cina oleh seorang apoteker untuk membantu orang-orang untuk berhenti dari rokok tembakau. Vape terdiri dari sebuah baterai, sebuah cartridge yang berisi cairan, dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan.

Vape juga dianggap menjadi salah satu cara paling aman untuk menghentikan kebiasaan merokok seseorang. Salah satu produsen rokok elektrik mengatakan bahwa jenis rokok ini lebih aman dari rokok tembakau.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Rambut Lepek dan Berminyak

Vape tidak menimbulkan polusi udara dan tidak menghasilkan aroma menyengat seperti halnya rokok tembakau. Sistem pembuangannya yaitu berupa uap bukan asap seperti rokok biasa.

Kenali Cara Kerja Rokok Elektrik

Vape berupa sebuah alat yang menggunakan batre untuk menyalakannya dan sangat mirip dengan rokok tembakau. Namun, tidak seperti rokok yang terbuat dari daun-daun tembakau yang dibungkus, vape terdiri dari tabung yang berisi cairan nikotin, perasa buah dan bahan kimia lainnya.

Alat rokok elektrik akan memanaskan cairan tersebut yang akan mengubahnya menjadi uap yang kamu hirup setelah kamu menghisapnya. Tabung cairan vape bisa diisi ulang dan saat ini sudah terdapat banyak toko-toko yang menjual cairan isi ulang vape tersebut.

Bahan-bahan yang Terkandung Dalam Rokok Elektrik:

Untuk mengetahui apakah vape aman, cari tahu dulu bahan-bahan yang terkandung dalam cairan isi vape berikut ini:

Nikotin

Vape juga mengandung nikotin di dalamnya yang dapat menyebabkan kecanduan. Jika kebiasaan menghisap vape dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami depresi atau uring-uringan. Nikotin juga tidak baik bagi kesehatan paru-paru, karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.

Propilen Gilikol

Zat lainnya yang terkandung dalam vape adalah propilen gilikol. Sebenarnya Propilen gilikol tidak berbahaya untuk dikonsumsi, karena memang banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti popcorn, es krim, salad, dan lain-lain. Namun, uap dari zat tersebut dapat membuat mata iritasi, dan berbahaya jika dikonsumsi oleh pengidap asma karena dapat membuat penyakit asma semakin sering kambuh.

Gliserin

Gliserin berbentuk cairan kental yang tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya manis. Meskipun aman untuk dikonsumsi, tapi belum ada penelitian lebih lanjut apakah tentang dampak lebih lanjut jika dihirup secara berlebihan.

Zat-zat Kimia Lain yang Bisa Berbahaya

Selain itu, zat-zat kimia lainnya yang juga terkandung dalam cairan vape, seperti formalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal dan merkuri dapat membentuk aerosol yang berbahaya bagi kesehatan jika dipanaskan.

Perisa

Vape memiliki berbagai rasa yang juga membuat harum uap yang dihembuskan. Namun, dibalik rasa-rasa enak dan unik yang dihasilkan vape, seperti buah-buahan, kayu manis, hingga popcorn, terkandung satu zat yang membahayakan, yaitu diasetil. Jika zat diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Benarkah Vape Lebih Aman?

Karena rokok konvensional dinyalakan dengan menggunakan api, ribuan zat kimia yang dibakar dan asap yang dihirup seringkali dinilai lebih membahayakan tubuh. Vape yang tidak dibakar dianggap lebih aman. Namun, seperti yang sudah dijelaskan di atas, vape mengandung bahan-bahan yang juga tidak kalah berbahaya dari rokok konvensional.

Seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang mengungkapkan bahwa dalam salah satu vape ditemukan karsinogen (kelompok zat yang dapat memicu timbulnya penyakit kanker) 10 tingkat lebih tinggi daripada satu batang rokok biasa. Beberapa penelitian menemukan bahwa vape dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke, serta penyakit jantung.

Bahaya yang paling besar dari rokok tembakau yaitu asap, sedangkan vape tidak menghasilkan asap pembakaran melainkan hanya uap air. Namun walaupun vapor tidak mengeluarkan asap bakaran, tapi uap yang dihasilkan vape ternyata paling berbahaya dibandingkan dengan rokok tembakau. Vape dapat menyebabkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Kebiasaan menghisap vape juga dapat memengaruhi kesehatan tenggorokan dan pernapasan.

Artikel serupa : Ikan besar yang ditemukan di sungai Brantas.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.