Yakinkah Allah Menyayangi Anda?

0
131
Allah menyayangi

Ada orang yang setiap hari bekerja keras dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, berdo’a tanpa henti dan solat tak pernah telat. Tapi kehidupannya tak berubah baik. “Katanya rajin solat dan  berdo’a rezeki akan melimpah. Nyatanya do’a saya tak dikabul-kabul. Padahal tetangga sebelah yang jarang ke masjid, solatnya setahun sekali, puasanya musiman apalagi sedekahnya, memberi orang kalau ada sisa. Kok bisa usahanya mulus terus, uangnya bertambah banyak dan hartanya semakin melimpah. Kadang saya bingung dimana kasih sayang Allah itu? Bukankah Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang?”. Lalu Anda pun bertanya dalam hati apakah Allah menyayangi Anda?

Apakah Allah menyayangi Anda?

Selama ini telah banyak orang yang memepertanyakan kasih sayang Allah. Namun sudah sampai manakah mereka memaknai Ar–Rahman dan Ar-Rahim-Nya Allah. Wahai saudaraku, Allah memiliki 99 nama  yang indah dan penuh makna, diantaranya Ar-Rahman dan Ar-Rahim, artinya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Berdamailah dengan kondisi Anda saat ini dan berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain. Ketahuilah bahwa kekayaaan dunia, tubuh yang sehat dan jabatan yang tinggi, bisa jadi itu bukanlah kasih sayang Allah yang kita maksud.

Telah jelas firman Allah dalam QS. Al-Anbiya ayat 35 yang artinya “Tiap-tiap yang berjiwa akan mersakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”. Ayat tersebut menjelaskan bahwa ujian yang Allah berikan tidak hanya keburukan atau kesedihan seperti yang kita kira sebelumnya. Yakni sakit yang tak kunjung sembuh (padahal Nabi Ayub as. sakitnya bertahun-tahun tapi ia tetap sabar), rezeki yang tak cukup-cukup (padahal nikmat Allah begitu banyak, tapi ia tak pernah bersyukur) serta bencana ini dan itu.

Lalu bagaimana dengan ujian yang berupa kebaikan. Seberapa seringkah kita bersyukur atas nikmat sehat dan nikmat iman serta nikmat rezeki yang kita terima. Jika selama ini tubuh sehat terus, usaha lancar dan rezeki terus mengalir. Sadarkah kita bahwa itulah bentuk-bentuk ujian kebaikan. Saat  diberikan kesehatan dapatkah kita menggunakannya untuk beribadah kepada Allah, untuk menolong sesama yang dirundung kesulitan.

Begitu juga dengan semakin banyaknya rezeki yang kita milki. Dapatkah kita menafkahkannya dijalan Allah. Seperti dikutip dalam QS. Al-Baqarah ayat 2-3 “Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka.” Kebaikan-kebaikan tersebut  akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak.

Selain itu, juga dijelaskan dalam QS. Al-Kahfi : 7 yang artinya “Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasaan baginya, agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya.” Dengan demikian, karena sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayanglah Allah berikan kebaikan kepada semua makhluk-Nya tanpa pandang bulu.

Sebagai hamba yang soleh dan solehah janganlah terlena atas kebaikan Al-Wahhaab dan janganlah terpuruk atas musibah yang diterima. Alangkah baiknya jika selalu bersyukur dan bersabar. “Sungguh menakjubkan urusan seoramg mukmin semua urusannya baik baginya. Dan yang demikian itu hanya ada pada seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur maka syukur itu baginya. Dan jika mendapat musibah ia bersabar maka sabar itu baginya.” (HR. Muslim)

 

Artikel Inspiratif Lainnya :

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.