Dampak Negatif Penggunaan Sosial Media

0
40
dampak sosial media
Sumber http://www.thehealthfullifestyle.com/

Di era modern seperti sekarang ini, siapa yang tidak mengenal Facebook, Instagram hingga Twitter? Terlebih bagi generasi millenial, tentu berbagai platform sosial media tersebut sudah seperti makanan sehari-hari hingga tak mengherankan jika banyak dari mereka yang addicted atau mengalami kecanduan.

Bahkan, tidak hanya generasi muda, ternyata kalangan dewasa pun sudah ketagihan terhadap jejaring sosial. Rasa kecanduan tersebut pada akhirnya memunculkan rasa ingin tahu yang cukup besar khususnya dalam memantau aktivitas yang terjadi di dunia maya. Apalagi, jika terdapat kejadian atau fenomena yang sedang viral atau banyak diperbincangkan banyak orang.

Nah apakah kalian termasuk salah satu orang yang mengalami kecanduan terhadap sosial media? Bagi kalian yang sudah addicted, kalian perlu memahami efek sampingnya berikut ini.

  1. Kecanduan

Coba sadari, seberapa sering kamu online di berbagai platform sosial mediamu. Berapa kali dalam sehari kalian online? Bisa jadi kalian termasuk pengguna situs jejaring sosial tidak bisa lama-lama untuk tidak mengecek notification, ataupun tidak tergoda untuk memberi komentar pada status atau kicauan teman atau idolamu di jejaring sosial. Dan hal itu terjadi tiap hari. Saat bangun tidur, mau tidur, mau makan, selesai makan, saat santai, kamu selalu menyempatkan online untuk mengecek apa yang terjadi di sosial media tersebut. Nah itu, tandanya kamu sudah kecanduan. Karena itulah, kamu akan merasakan rasa yang ‘aneh’ jika sebentar saja tidak menggenggam smartphonemu.

  1. Kepo

Sadarkah juga bahwa kamu yang sudah kecanduan atau ketagihan online situs jejaring sosial membuatmu menjadi KEPO alias Knowing Every Particular Object. Sebab jejaring sosial merupakan sosial media yang rentan expose go public. Sehingga dengan mudahnya kita bisa tahu aktivitas dari seseorang. Terlebih lagi kita bisa menjadi seorang stalker yang selalu mengintai dan menelusuri seseorang yang kita sukai.

  1. Mengurangi waktu produktif

Saking asyiknya bergelut di dunia maya melalui situs jejaring sosial bisa membuat seseorang betah berjam-jam di depan komputer atau berlama-lama mantengin layar gadget. Akibatnya, waktu yang bisa digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif menjadi berkurang atau bahkan tidak jadi melakukan apapun sebab keasyikan berkelana di sosial media tersebut. Bak orang autis, kamu seperti memiliki dunia sendiri

  1. Pamer

Disadari atau tidak, orang yang rajin online di jejaring sosial itu seperti pamer, misalnya ketika membeli makanan tertentu, menunjungi tempat wisata tertentu hingga mengunggah foto bersama idola atau tokoh penting tertentu. Hal tersebut tanpa kalian sadari, merupakan bukti bahwa munculnya perasaan ingin dipuji atau dianggap hebat oleh orang lain. Terlebih lagi mungkin meng-update status tertentu agar banyak mendapat jempol atau meng-tweet tertentu untuk mendapatkan retweet dari follower.

Dari hal ini pula, pada akhirnya menjadikan diri kalian seperti tidak lagi memiliki privasi yang harus dijaga. Padahal, di era modern seperti saat ini banyak tindakan kejahatan yang berawal sikap self disclosure kalian ini.

  1. Tak konsisten di dunia nyata dan dunia maya

Yang dimaksudkan di sini adalah perbedaan antara di dunia nyata dan di dunia maya. Jadi misalnya Si A di dunia maya tampak sebagai motivator, padahal sebenarnya dia sendiri juga perlu dihibur dan dirudung galau. Bahasa kerennya adalah ‘pencitraan’ diri.

  1. Mengurangi interaksi sosial

Pernah tidak sedang asyik dengan gadget anda atau komputer anda, tiba-tiba anda senyum-senyum sendiri? Padahal di dekat anda ada orang-orang bersama anda. Jadi bisa dibilang addicted online situs jejaring sosial dapat mengurangi interaksi sosial. Tak heran jika saat ini smartphone merupakan alat yang dapat ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’

Addicted online bisa membuat kita tak memperhatikan lingkungan sekitar. Ada kalanya ini bisa berbahaya. Jika kita dimanapun dan kapanpun suka online, hati-hati mungkin kelengahan kalian dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Misalnya saja, ketika sedang asyik online di tempat atau transportasi umum, ternyata tanpa sadar ada orang yang jahat mencuri atau bahkan akan mencelakai kalian.

Teknologi beserta sosial media harus diakui dapat membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah kita sebagai pengguna juga harus bijak dan memahami batas-batas penggunaannya. Semoga bermanfaat!

Baca juga artikel inspiratif lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here