Espresso, kopi pekat yang nikmat

0
260
espresso

Espresso, kopi pekat yang nikmat – Istilah espresso berasal dari italia dimana istilah tersebut pertama kali digunakan pada awal 1900-an. Bisa diterjemahkan secara bebas, maka dapat diartikan “secangkir kopi yang diseduh secara ekspres hanya untuk anda”. Espresso merupakan ekstrak dari biji kopi yang diproses dengan mesin tekanan tinggi. Oleh karena itu, dapat dibilang bahwa espresso adalah saripati dari biji kopi berupa secangkir kopi yang padat dan kental dalam single shot cup atau double shot cup. Lalu, apa yang membuat espresso terasa nikmat? Berikut penjelasannya.

Cara pembuatan

espresso
Source :
https://google.co.id/

Cara pembuatan dari secangkir espresso yakni menggunakan mesin atau alat dengan tekanan yang tinggi sehingga dapat menghasilkan saripati biji kopi yang pekat dan nikmat. Berbeda dengan teknik penyeduhan yang lain seperti menggunakan V60, Chemex, Vietnam drip dan lain sebagainya. Volume kopi yang dihasilkan pada saat pembuatan espresso hanyalah 45ml dari 7gr hingga 9gr biji kopi. Itulah yang membuat rasa espresso lebih pekat.

Campuran biji kopi

Kopi Manual Brew
Biji Kopi
Source :
https://google.co.id/

Dalam membuat secangkir kopi tentu sangat penting untuk memperhatikan campuran biji kopi untuk menghasilkan paduan rasa, aroma serta kualitas kopi yang berbeda. Namun, bukan berarti campuran dari biji kopi tertentu membuat hasil seduhan kopi tersebut bisa disebut sebagai espresso meskipun ada campuran biji kopi tertentu yang dikhususkan untuk membuat espresso yang berkualitas tinggi. Tanpa melalui proses ekstraksi mesin/alat espresso, hasil seduhan dari campuran biji kopi tersebut bukanlah espresso.

Dampak positif

Dengan meminum secangkir espresso tak hanya merasakan nikmat dari kopi tersebut, namun juga dipercaya berdampak positif bagi penikmat espresso. Salah satu dampak positifnya yakni meningkatkan fokus. Pekatnya espresso membuat kandungan kafein meningkat, kafein telah ditemukan untuk mengurangi gejala kelelahan dan meningkatkan perhatian dan kewaspadaan yang berkelanjutan. Efek ini diduga terjadi berkat interaksi neuri-kimia. Kopi mempertahankan konsentrasi dopamin yang lebih besar, terutama di area otak yang terkait dengan perhatian. Namun, terlalu banyak mengkonsumsi kafein juga tidak baik bagi tubuh.

Itulah beberapa alasan espresso berbeda dengan kopi lainnya. Berminat untuk mencobanya?

Baca juga artikel inspiratif lainnya:

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.