Mengenal Kebaya Encim, si ikon Betawi

0
233

Sahabat Pagi pasti sering sekali mengenakan kebaya. Kebaya sangatlah anggun, klasik, dan membuat Sahabat Pagi terlihat langsing juga. Apalagi kalau dipadukan dengan batik, pas banget untuk digunakan saat acara formal. Namun, dari koleksi-koleksi kebaya Sahabat Pagi, apakah Sahabat Pagi memiliki kebaya encim? Yuk, mari mengenal kebaya Encim, si ikon yang identik dengan Betawi!

 

Kebaya encim ini merupakan bukti peleburan budaya. Kebaya yang memang identik dengan Betawi ini merupakan ciri khas dari peranakan Tionghoa. Kebaya ini awalnya berasal dari perempuan Tionghoa yang masuk ke Jakarta. Para perempuan Tionghoa yang akrab dipanggil encim, panggilan untuk bibi, sering mengenakan kebaya dengan khas bordir. Namun, kisah kebaya encim tak hanya itu itu.

kebaya encim.
Sumber : CNN Indonesia/Safir Makki

Baca juga : Tentang Kebaya, Pakaian Adat Indonesia : Dulu dan Kini

 

Awalnya, kebaya encim ini digunakan oleh para wanita-wanita Belanda. Wanita-wanita Belanda ini awalnya menganakan busana dari bahan krinolin khas Victorian yang cukup rapat dan tebal. Namun, karena bahan krinolin ini tak sesuai dengan iklim tropis Indonesia, mereka mulai mengadopsi kebaya yang biasanya dikenakan oleh perempuan pribumi. Lalu, adopsi kebaya ini juga memicu kalangan Tionghoa untuk membuat busanan kebaya pribumi untuk menjadi pakaian mereka. Agar membedakan buatan nyonya Belanda, para perempuan Tionghoa ini membuat kebaya dengan warna lebih terang dan beragam.

kebaya encim
Kebaya encim. Sumber: Hipwee

Namun, kebaya yang dikenakan para Nyonya Belanda ini tidak bertahan lama setelah Ratu Belanda membuat perintah untuk melarang rakyatnya memakai kebaya agar dapat membedakan kelas kaum Tionghoa maupun pribumi. Ini malah tidak membuat kalangan Tionghoa berhenti memakai. Mereka masih mengenakan kebaya khas ini dan lambat laun menjadi kebaya encim.

 

Baca juga : Ragam Kebaya di Indonesia

 

Kebaya ini memiliki ciri khas dari detail bordir, lipatan sisi baju, bahan tenun, dan sebagainya. Kebaya ini berujung runcing, panjangnya berakhir pada panggul. Pada lipatan di leher lebih sempit dibandingkan dengan kebaya lainnya. Pola bagian pinggang menyempit, lalu melebar di area panggul. Biasanya, dikenakan dengan dikaitkan peniti saja. Pada bordir, biasanya, kebaya encim memiliki bordir samping dan tengah polos. Detail bordir pun memiliki motif yang beragam, dari flora hingga fauna. Motif bunganya pun kas Tiongkok, yakni bunga peoni dan menggunakan warna kontras seperti merah dan kuning karena melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran.

 

Baca juga : Kebaya dan Batik: Hati-Hati, Ada Pakemnya, loh!

 

Bahan kebaya ini biasanya renda, bordir, kerancang, maupun brokat. Biasanya, di daerah Jawa Barat, kebaya encim ini menggunakan warna muda ataupun pastel, tak hanya warna putih saja.

 

Nah, apakah ada kebaya encim di lemari Sahabat Pagi?

loading...