Ekspresikan Ide Melalui Mural Competition di Art and Culture UNESA

    Acara yang dihelat untuk Organisasi Mahasiswa Daerah ini dilengkapi oleh berbagai kompetisi yang dapat diikuti oleh umum. Salah satunya adalah mural competition.

    0
    784
    Art and Culture 2018 sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya kini jauh lebih meriah. Mengundang penyanyi Ibu Kota, Endank Soekamti dan Nufiwardhana, acara ini sukses dihadiri ribuan penonton dari berbagai penjuru kota.
    Tak hanya dimeriahkan oleh hiburan panggung, acara Art and Culture ini dilengkapi oleh berbagai kompetisi. Salah satunya adalah mural competition.

    Baca Juga: Art and Culture Fest 2018, Gabungkan Seni dan Budaya dari Berbagai Organisasi Mahasiswa Daerah UNESA

    Kompetisi ini yang mengusung tema Expression Art and Culture for a Masterpiece. Mural competition pada Art and Culture 2018 diciptakan sebagai wadah untuk memberikan fasilitas bagi pemuda yang berusia 18-25 tahun atas ide-idenya tentang seni dan budaya yang mungkin belum terealisasikan,” jelas Tia, koordinator acara Art and Culture 2018
    Dengan biaya yang cukup murah, tak heran jika mural competition ini berhasil menggaet banyak peserta dari berbagai  kota. Hadiah dan fasilitas yang ditawarkannya pun menarik. Tak hanya dengan total hadiah lebih dari 3,5 juta rupiah bagi pemenangnya, mereka juga mendapatkan sertifikat, free pass konser Art and Culture 2018. Mereka juga mendapatkan fasilitas media gambar seperti kanvas dan juga cat gratis, sehingga mereka tidak perlu kerepotan dalam mempersiapkan kompetisi ini.

    Baca Juga: Menunda-nunda Pekerjaan Menjadikanmu Pribadi Yang Kreatif

    Diselenggarakan pada 22 Desember lalu, mural competition ini berlangsung  di kampus UNESA. Meskipun sempat diguyur hujan, kompetisi ini tetap diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta. Salah satunya adalah Satya bersama rekannya Velaria. “Untuk menggambar mural, waktunya terbatas, apalagi tadi turun hujan, tapi kami beruntung gambarnya sudah selesai,” ucap mahasiswa UNESA yang kini berada di semester 5.
    Berbeda dengan tim lain yang menggunakan konsep pop art, konsep yang diambil oleh tim ini adalah seni rupa murni. “Kebetulan kan bebas yang penting temanya seni dan budaya. Maka dari itu kami pakai seni rupa murni karena lebih bebas dalam menggambar. Tidak seperti mural tim lain yang menekankan garis yang jelas dan warna yang dibuat degradasi,” terang Satya yang suka menggambar sejak kecil.
    Di penghujung mural competition, pemenang diumumkan. Juara pertama diraih oleh Tim Artline, Dio dan Qodri. Yang membuat terkejut adalah ternyata keduanya merupakan siswa kelas tiga SMA di Sumenep. Tidak seperti tim lainnya yang merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

    Baca Juga : Shoes Cleaning Agar Sepatu Makin Kece Dan Kinclong

    “Kami senang sekali dapat membawa nama baik pulau Madura melalui kompetisi ini. Karena mural yang kami buat menggambarkan tentang tari topeng yang berasal dari Madura,” Ucap bangga siswa berkacamata ini.
    “Awalnya minder karena yang ikut ternyata mahasiswa apalagi banyak yang berasal dari jurusan seni,” tambah Qodri. Dengan kemenangannya ini, mereka berharap Art and Culture UNESA dapat terus mendukung seniman seperti mengadakan mural competition..
    loading...