Review Film Captain Marvel : Seorang Woman yang Tanpa Wonder

0
218

Film yang disutradai oleh Anna Boden, dengan Brie Larson sebagai pemeran utama ini memang sepadan untuk ditunggu-tunggu. Walaupun kita telah disuguhkan banyak superhero wanita, namun film rilisan terbaru Marvel ini benar-benar menyuguhkan perspektif yang berbeda. Captain Marvel, seorang wanita – woman yang tanpa wonder; kekuatan bukan berarti dari fisik, namun juga dari emosional.

Captain Marvel, bersama dengan tentara bangsa Kree. Sumber : Marvel Studios

Captain Marvel benar-benar berbeda dengan film-film Marvel sebelumnya. Film yang diklaim sebagai film superhero wanita pertama jebolan Marvel ini memberikan angin segar. Apalagi pilihan musik : grunge ’90. Dari Elastica, Nirvana, hingga Hole. Wow, grunge memang cocok untuk Marvel, kan?

Sekilas info tentang Captain Marvel

Kisah dimulai dari Carol Danvers (Brie Larson) yang menjadi salah satu anggota dari tim elit tentara bangsa Kree. Mentornya, Yon-Rogg (Jude Law), mengajarkan bahwa sesuatu yang sangat berbahaya dari seorang pahlawan adalah emosinya. Namun Carol tak pernah mengindahkan ajaran Yon-Rogg. Apalagi, ia harus juga berusaha untuk mengingat masa lalunya.

Baca juga : Avengers 4 Trailer : Siap-siap buat Kehilangan dan Ketemu Karakter Ini!

Karena misinya berjalan keliru, Danvers menemukan dirinya di bumi pada tahun 1995 – sebuah planet yang dibilang Kree C53 dan sebuah “sampah”. Disinilah ia bertemu dengan Nick Fury (Samuel L. Jackson), seorang agen S.H.I.E.L.D. Pertemanan Danvers dan Fury memberikan film ini sebuah angin segar. Walaupun mereka menghormati satu sama lain, mereka tetap saja berkelakar dan melempar humor yang tak ujung berakhir. Bahkan, Fury pun menjelaskan bahwa emosi juga membuat manusia adalah manusia dan sebenarnya, emosi sangat bermanfaat. It’s okay to have feelings, it makes her human. Captain Marvel adalah seorang yang benar-benar pahlawan wanita yang tanpa wonder, bukan?

Love interest? Memang tak kelihatan sama sekali, sih. Namun, apakah Danvers merasa sendiri? Tidak pernah. Tak hanya Fury, Carol Danvers dikelilingi sahabat terdekatnya, Maria Rambeau (Lashana Lynch) dan anaknya, Monica. Mereka pun juga sangat-sangat suportif kepadanya. Berbeda dengan film-film superhero wanita dimana mereka harus memusuhi sesama wanita, namun disini, you’ll see them being supportive to each other #nohates.

Baca juga : SpiderMan : Far From Home, Inilah Yang Harus Kamu Ketahui!

Captain Marvel : Seorang Woman yang Tanpa Wonder
The Supporting System : Maria Rambeau. Sumber : Marvel Studios

90’s vibe

Tentu saja ada ciri khas 90an seperti boots merk Panama Jack’s, turtleneck, Fresh Prince of Bel Air, toko rental DVD, telepon umum, jaket kulit, ripped jeans, poster album Smashing Pumpkins – wow. Tak hanya itu, lagu Come As You Are milik Nirvana, Connection milik Elastica, Just A Girl dari No Doubt, sampai lagu dari band sang istri Kurt Cobain, Hole, pun ada. Si Captain Marvel, wanita yang tanpa wonder ini juga sempat terlihat mengenakan kaos logo Nine Inch Nails pun adasampaisampai Fury pun memuji, “Grunge is a good look for you“.

Baca juga : Memperingati Hari Perempuan Internasional 2019 dengan #BalanceforBetter

Captain Marvel Seorang Woman yang Tanpa Wonder
Carol Danvers mengenakan kaos Nine Inch Nails. Sumber : Marvel Studios

Walaupun lagu 90an dan background 90an sangat mencolok seperti Sahabat Pagi sedang menonton film 90an, efek visualnya sangatlah kekinian sampai-sampai Sahabat Pagi nggak sadar kalau ada efek – sama halnya kayak muka Fury yang dibuat sangat muda oleh efek digital.

Marvel Cinematic Studios menunjukkan sisi rapuh sang superhero adalah justru kekuatan sang superhero tersebut. Semua yang ada di film ini benar-benar berbeda, bagaimana cerita tersebut berjalan hingga sang kucing, Goose pun juga memberikan kejutan.

Captain Marvel, tak diragukan lagi, merupakan film yang nantinya akan menjadi timeless dan akan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

loading...