Cara Jitu Menulis Agar SEO Friendly

0
148
seo friendly, menulis
Sumber : marketingland.com

Menulis. Aktivitas yang satu ini pasti tidak akan pernah terlepas dari keseharian kalian, bukan? Apalagi bagi kamu yang memiliki hobi ‘cuhat’ di blog. Tidak hanya berbagi pengalaman, kamu juga bisa berbagi ilmu yang harapannya dapat memberikan manfaat bagi si pembaca.

Nah, agar artikel yang sudah kamu tulis di blog bisa menempati posisi strategis dalam mesin pencari layaknya Google, kamu perlu memahami bahwa menulis saja tidak akan cukup. Lebih dari itu, kamu memerlukan trik agar tulisan itu dapat disebut sebagai SEO friendly.

Belakangan ini, SEO telah menjadi perbincangan yang hangat khususnya dikalangan blogger hingga pengelola website di level organisasi atau institusi profesional. Sebenarnya, apa sih SEO itu? Lalu, gimana caranya agar tulisan kita bisa SEO friendly? Yuk simak rangkuman inspirasipagi berikut ini.

  1. Keyword yang Representatif

Keyword atau kata kunci merupakan hal yang tak bisa dikesampingkan ketika sahabat inspirasipagi menulis dalam sebuat platform online. Keyword berguna untuk mendeteksi inti sari artikel yang telah kalian tulis. Umumnya, keyword terdiri dari 2-4 kata yang representatif. Artinya, kata-kata yang terpilih dapat mewakili artikel yang telah kalian tulis. Keyword ditujukan agar dapat memudahkan calon pembaca agar menemukan informasi yang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Selain itu, keyword juga dapat berasal dari judul artikel yang kalian tulis. Keyword yang baik umumnya terletak di awal kata dari sebuah judul artikel.

keyword, menulis
Sumber: keywordkeg.com

2. Mencantumkan Internal Linking

Internal linking adalah link antar halaman dalam satu blog/website. Berapa jumlah ideal internal link per postnya? Lagi-lagi tidak ada ukuran pasti karena ini juga berhubungan dengan user experience. Jika Anda merasa 10 internal link per post tidak akan menyakiti mata pembaca Anda maka silahkan saja. Jika ada yang bilang internal link tidak boleh melebihi 3-5 link per post maka abaikan saja, pasti yang ngasih saran kurang update ilmu SEOnya. Lihat Wikipedia sebagi contohnya, berapa interlink mereka per halamannya? Banyak. Apakah mereka di penalty Google ? No.

Selain bagus untuk user experience, internal linking juga akan memperkuat antara halaman yang satu dengan yang lain dari sisi SEO. Dengan internal link, jika salah satu halaman mendapat sebuah backlink, maka 85% power dari backlink tersebut akan mengalir dan terbagi-bagi ke halaman lain yang mendapat link dari halaman tersebut (biasa disebut dengan linkjuice).

3. Menyisipkan Eksternal Linking ke Laman yang Relevan

Banyak yang salah kaprah soal ini. Karena takut peringkat webnya jatuh jika memberi link keluar maka banyak yang menggunakan link nofollow ketika melakukan external linking.

Namun yang perlu diingat adalah selama external link Anda ke web-web authority yang relevan dengan topik tulisan, maka memberi dofollow link tidak akan memberi efek buruk ke web Anda. Malah sebaliknya, Google akan melihat web Anda sebagai web yang bagus karena selalu mereferensikan web-web yang sudah di percaya. External link ke web-web yang berkaitan dengan topik bahasan juga membantu pembaca untuk mendapatkan sumber-sumber referensi lain yang akurat.

4. Menggunakan URL Singkat

Sedikit berbeda dengan Judul artikel, permalink yang bagus bukan yang kaya variasi keyword, tapi yang mudah dideteksi oleh search engine apa yang menjadi topik utama artikel tersebut.

Contoh :
Judul : 15 Cara Ampuh menulis artikel SEO friendly yang Belum Anda Tahu!
Permalink asli : /15-cara-ampuh-menulis-artikel-seo-friendly-yang-belum-anda-tahu.html
Permalink yang bagus untuk SEO : /cara-menulis-artikel-seo-friendly

Judul : Tips dan Cara Pembuatan Tahu Goreng Yang Enak Sekali
Permalink asli : /tips-dan-cara-pembuatan-tahu-goreng-yang-enak-sekali
Permalink yang bagus untuk SEO : /cara-membuat-tahu-goreng

Disini banyak yang melakukan sebaliknya. Menggunakan url panjang-panjang dengan harapan lebih banyak keyword yang masuk. Dengan url panjang, mungkin lebih banyak keyword yang masuk, tapi keyword utama akan lebih susah bersaing.

5. Input Alternative Text (Alt text) pada Gambar

Nah, tips yang satu ini cukup mudah tetapi sering tidak dipahami oleh banyak orang. Google tidak bisa membaca file gambar (image), maka disini penggunakan attribut alt diperlukan sebagai pengganti untuk menjelaskan isi file image ke robot yang melakukan crawling di halaman tersebut. Perlu digarisbawahi disini, yang dibaca oleh Google adalah attribut alt, bukan title maupun nama file image.

alternative text, seo friendly

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.