Mythomania Penyebab Utama Ratna Lakukan Kebohongan Publik

0
68

Kasus Ratna Sarumpaet yang cukup hangat beberapa pekan ini. Setelah merasa terpojokan Ratna mengaku jika apa yang ia katakan tentang penganiayan itu adalah bohong. Menurut pakar psikologi apa yang dilakukan ratna ada hubunganya dengan penyimpangan perilaku yakni Mythomania.

Mythomania adalah gangguan psikologis yang membuat pelakunya melakukan kebohongan tanpa henti. Dimana kebohongan yang dilakukan terlihat sangat luar biasa dan fantastis. Selain dikenal dengan mythomania, perilaku tersebut juga sering disebut sebagai pseudologia fantastica/pathological lying.

Baca Juga : Kulineran ala Aruna dan Lidahnnya Yuk!

Kebohongan yang dilakukan oleh orang mythomania bersifat agresif. Disebut sebagai kebohongan agresif karena kebohongan yang dilakukan meliputi menuduh atau membuat pengakuan palsu. Kebohongan yang dilakukan bertujuan untuk menarik perhatian, melancarkan kepentingan mereka, atau menghindari hal yang tidak menyenangkan.

Kebohongan yang dilakukan oleh orang mythomania bukanlah kebohongan sederhana. Mereka sampai menciptakan identitas baru dan rantai kebohongan yang rumit.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami mythomania. Namun, ada dugaan bahwa orang yang mengalami mythomania memiliki kondisi keluarga yang kacau dan kehilangan sosok Ayah. Selain itu, mereka adalah orang yang rendah diri dan memiliki perasaan rapuh.

Sebenarnya, perilaku bohong yang dilakukan seorang mythomania masih sulit dibedakan dengan halusinasi. Perilaku bohong yang dilakukan seorang mythomania antara fakta dan khayalan bercampur jadi satu.

Baca Juga : Kerupuk Enak Tapi Jahat!

Namun tak semua perilaku kerap berbohong bisa digolongkan sebagai Mythomania, ada beberapa ciri terduga Mythomania yakni :
1. Sering berbohong, Bahkan untuk hal kecilpun ia tak mau berkata apa adanya
2. ‎Cerita yang dibuat cenderung Dramatis,Rinci dan rumit
3. ‎Disetiap cerita ia selalu mengunggulkan dirinya entah sebagai Pahlawan atau bahkan sebagai orang yang tersakiti

Hal ini dilakukan agar orang yang mendengar ceritanya menaruh simpati atau kekaguman pada dirinya.

Namun saat anda menemukan ciri ciri diatas ada pada orang di sekeliling anda, Jangan langsung menduga iaa terkena Mythomania, test psikologi perlu dilakukan untuk kejelasanya.

Baca Juga : Kreasi Kentang Yuk!

loading...