Apa Sih Keuntungan Jadi Netizen Nyinyir?

0
245

Teknologi kini semakin berkembang, semata-mata tujuannya untuk memudahkan hidup manusia. Salah satu penemuan yang kini menjadi bagian dari kehidupan manusia adalah internet. Jaman sekarang yang jauh bisa jadi dekat, dan yang ribet bisa jadi gampang. Dengan internet, semua bisa dijangkau lebih mudah dengan kehadiran media sosial. Media sosial langsung menjadi sebuah kepentingan yang primer untuk umat manusia.

Namun, ternyata tidak seindah itu. Keberadaan media sosial di kehidupan manusia, tidak hanya membawa kemudahan. Seperti belati bermata dua, media sosial juga hadir sebagai topeng-topeng sebagian masyarakat untuk melontakan komentar-komentar jahat. Ternyata ada sebagian masyarakat yang menjadikan media sosial menjadi ajang nyinyir. Memangnya apa sih keuntungan jadi netizen nyinyir?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa netizen Indonesia sangat terkenal dengan nyinyirnya. Komentar-komentar kejam nan mengiris hati seringkali bisa dilihat di berbagai akun-akun media sosial selebriti lokal hingga internasional. Pokoknya, netizen itu jeli banget kalo lagi mencari kekurangan-kekurangan selebriti lain. Parahnya lagi, sebagian besar yang melontarkan komentar-komentar tersebut adalah orang-orang yang bersembunyi di balik fake account alias akun bodong.

Mungkin, saking canggihnya teknologi sekarang, para netizen nyinyir tadi lupa kalau ada seorang manusia biasa juga di balik akun media sosial tersebut. Ada manusia yang mengelola media sosial tersebut, yang punya hati, perasaan, dan juga emosi. Apa enggak kepikiran ya gimana perasaannya pemilik akun media sosial tersebut saat sedang melihat akunnya dibanjiri komentar jahat?

Tindakan cyberbullying ini ternyata bukan hal yang asing di Indonesia. Korban-korbannya pun tidak melulu kalangan selebritis saja, melainkan remaja biasa juga. Menurut data UNICEF di tahun 2016, ada 41% remaja Indonesia yang pernah menjadi korban cyberbullying. Bayangkan, berarti ada kemungkinan bahwa 59% yang lain merupakan pelaku dari tindakan keji tersebut. Serem gak gengs?

Motivasi utama dari seorang netizen untuk secara sadar melakukan cyberbullying umumnya bermacam-macam, mulai ada yang iri, dengki, ingin merusak reputasi orang lain, dan lain-lain. Lalu, keuntungannya adalah merasa puas karena bisa ngata-ngatain orang lain walaupun cuma lewat akun palsu. Setelah itu, apa yang didapatkan oleh korbannya? Komentar jahat yang akan selalu melekat di otak yang akan berkembang menjadi penyakit kejiwaan seperti depresi, anxiety, yang kemudian bisa berujung pada bunuh diri.

Untuk itu, menjadi manusia yang lebih manusiawi sangat diperlukan sebelum menggunakan media sosial. Terkadang, kecanggihan teknologi yang ada di genggaman kita membuat kita lupa bahwa ada seorang manusia juga yang berada di akun media sosial tersebut. Yuk, menjadi netizen yang baik dengan menggunakan media sosialmu sebagai penyebar positive vibes!

Baca artikel inspiratif lainnya:

Hungerbelt, Pusat Kuliner Kece Kawasan Surabaya Barat

Mengharubiru Dalam Kisah M & F Dalam Novel “Beats Apart”

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.