Lebih Baik Tinggalkan Toxic Relationship Agar Hidupmu Lebih Bahagia

0
20

Untuk orang yang sedang jatuh cinta, pasti dunia terasa seperti milik berdua. Semua yang dilakukan oleh sang kekasih selalu terasa benar dan indah.Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada titik tertentu kamu baru merasa ada yang tidak beres dengan hubungan kalian.

Istilah toxic relationship sudah banyak sekali digunakan untuk mendeskripsikan tentang sebuah hubungan percintaan yang tidak sehat. Hubungan yang seharusnya menguatkanmu setiap hari malah menjadi alasan kamu menangis setiap harinya. Dalam sebuah hubungan toxic, akan ada satu pihak yang memegang kendali dari segala aspek kehidupan pihak yang satunya.

Bisa dibilang sebuah hubungan yang toxic akan susah sekali ditinggalkan karena pihak yang tersakiti sering mengalami kondisi yang dinamakan Stockholm Syndrome. Biasanya pihak yang menjadi korban akan beralasan masih cinta sehingga sulit untuk meninggalkan kekasihnya. Dalam kasus paling ekstrim malah, suami atau istri yang memilih bertahan karena anaknya walau setiap harinya ditekan terus-terusan.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa kamu sedang menjalani toxic relationship:

Over Protective

Salah satu hubungan yang toxic adalah sikap over protective. Beberapa orang mungkin merasa nyaman saat pasangannya terlalu protektif, namun sadarkah bahwa tindakan ini merupakan bibit-bibit awal dari sebuah toxic relationship. Apabila pasanganmu mulai memblokir teman-teman lawan jenismu, mengatur lingkungan pertemananmu, memaksamu untuk melakukan perintah-perintahnya, atau sampai mengontrol cara berpakaianmu bisa jadi dia tidak benar-benar menerimamu apa adanya. Protektif boleh, namun tidak perlu ada paksaan hingga membuat pasanganmu stress.

So Much Negativity

Hal ini terjadi dikarenakan pasangamu melihat berbagai hal yang kamu lakukan sebagai sesuatu yang negatif. Misalnya, kamu ingin mengikuti suatu kompetisi namun tidak diperbolehkan karena alasan yang remeh, atau pasanganmu melarang kamu mengikuti banyak kegiatan karena takut akan potensimu yang makin berkembang disana. Akan ada suatu titik dimana akhirnya kamu lebih merindukan momen-momen di awal hubungan dahulu dan kamu merasa bahwa kamu tidak lagi bahagia.

You’re Not Yourself Anymore

Saat kamu berada di dalam sebuah hubungan yang toxic, semua kehidupanmu akan diatur serta dikontrol. Semuanya harus sesuai dengan apa yang ‘dia’ mau. Apapun yang kamu lakukan tidak lagi berputar pada apakah ini akan membuatku bahagia? Apakah ‘dia’ akan menyukai ini? Apakah dia akan marah saat ak melakukan ini? Hidupmu hanya akan dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan.

Satu-satunya solusi yang bisa dilakukan yaitu membicarakan masalah ini kepada pasanganmu, dan meninggalkan pasanganmu. Tidak ada yang mau terjebak dengan orang yang salah, apalagi harus menghabiskan seumur hidup merasa terkekang dan ketakutan. Waspadai toxic relationship ini sebelum jatuh terlalu dalam ya.

Baca artikel lainnya:

Tiga Ayam Geprek Pedas Paling Hits Di Kota Pahlawan

Tips dan Trik Murah, Untuk Mata Yang Lelah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.