Siapa Yang Lebih Rentan Depresi Akibat Media Sosial

0
139
media sosial
Tidak bisa dipungkiri lagi, media sosial memiliki posisi yang sangat dekat dan intim di dalam kehidupan remaja zaman now. Rasanya sangat jarang ada remaja yang bisa menjauhkan diri dari pesona yang ditawarkan oleh media sosial.

Ternyata menurut studi dari penelitian terbaru, remaja putri memiliki tendensi yang lebih besar untuk menjadi depresi akibat media sosial bila dibandingkan dengan remaja putra.

Penelitian tersebut diterbitkan di dalam jurnal EClinicalMedicine. Di dalamnya diperlihatkan studi yang menunjukkan besarnya kemungkinan timbul gejala depresi tersebut. Laporan dari CNN mengenai studi tersebut memperlihatkan remaja putri berusia 14 tahun yang menggunakan media sosial selama lebih dari lima jam setiap harinya mengalami peningkatan yang besar.

Baca juga: Follow Up Setelah Interview Dengan Email

Diperlihatkan adanya peningkatan gejala depresi sebesar 50 persen untuk remaja putri, sementara remaja putra meningkat sebesar 35 persen. Untuk mendapatkan hasil ini, peneliti menganalisa data dari 10.904 orang remaja berusia 14 tahun yang lahir antara 2000 dan 2002 di Inggris.

Data tersebut didapatkan dari UK Millennium Cohort Study. Di dalamnya juga terdapat informasi dari kuesioner mengenai gejala depresi dan hubungannya dengan penggunaan media sosial. Peneliti mengklasifikasikan data tersebut ke dalam skor, dan dari sana terlihat adanya peningkatan yang besar terhadap tekanan sosial pada remaja putri.

Terlihat pula bahwa remaja putri menggunakan lebih banyak media sosial dibandingkan remaja putra, yaitu 43.1% untuk putri dibandingkan 21.9% pada putra. Dihitung dengan penggunaan lebih dari tiga jam per harinya. Dari sana juga terlihat adanya skor gejala depresi 26% untuk remaja putri dan 21% untuk putra. Dibandingkan dengan remaja yang gunakan media sosial selama satu hingga tiga jam per harinya.

Baca juga: Bahagia Ialah Bagaimana Kamu Mencintai Dirimu Sendiri

Peneliti juga menyatakan studi ini hanya untuk menunjukkan hubungan antara media sosial dan gejala depresi, seperti rasa tidak bahagia, gelisah, dan kesepian. Ada pula faktor lain yang perlu diperhitungkan sebagai penyebab depresi di sini, seperti kurang tidur dan cyberbullying. Menurut Yvone Kelly selaku pembuat studi ini, besarnya perbedaan tersebut tampaknya berasal dari sifat penggunaan media sosial bagi remaja putri.

Remaja putri di Inggris lebih suka gunakan sosial media bersifat grafis, seperti Snapchat dan Instagram. Aplikasi yang mementingkan tampilan fisik, mengambil foto, dan juga komentar mengenai foto tersebut. Masalah terjadi jika remaja putri yang mempost fotonya di sana mendapatkan komentar tidak baik mengenai penampilannya. Hal itu akan membuatnya menjadi gelisah dan bisa berujung pada depresi.

Baca juga: Tonic Immobility Sebagai Reaksi Kelumpuhan Sementara

loading...