Yuk Simak Rahasia Lolos Beasiswa S2 Luar Negeri

0
66

Apakah kamu mahasiswa semester akhir yang berencana melanjutkan studi ke jenjang S2? Atau, kamu adalah first jobber yang sedang berusaha menyisihkan gaji demi melanjutkan studi? Apapun kondisimu saat ini, mewujudkan mimpi untuk melanjutkan studi bukanlah hal yang mustahil. Tak terkecuali, bagi kamu yang bermimpi untuk bisa menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain menawarkan kualitas pendidikan yang lebih baik, mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di luar negeri juga bisa digunakan untuk memperluas jaringan dan membuka wawasan dan cakrawala kamu.

Nah, untuk mewujudkan impian tersebut, Inspirasipagi telah merangkum beberapa tip yang bisa kamu lakukan. Yuk simak!

1. Berusahalah untuk excellent di bidang akademis

Tidak dapat dipungkiri, Grade Point Average alias Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi salah satu indikator penting untuk dapat melanjutkan studi ke luar negeri khususnya bagi kamu yang akan mengajukan persyaratan beasiswa. Karena itu, sangat penting bagi kamu untuk aktif dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran di kuliah. Setiap pemberi beasiswa tentu memiliki standar minimal IPK. Oleh sebab itu, kenali beasiswa yang ingin kamu bidik dan berapa persyaratan IPK yang dibutuhkan.

2. IPK saja tidak cukup. Aktiflah berorganisasi

Selain prestasi akademis, pemberi beasiswa tentu juga mencari seseorang yang memiliki softskill mumpuni. Softskill tersebut umumnya dilihat dari pengalaman berorganisasi, pengalaman internship atau magang, pengalaman menjadi relawan hingga prestasi non akademis lainnya.

Mengapa alasan tersebut menjadi hal penting? Karena dari nilai-nilai itulah dapat merepresentasikan diri kamu. Untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri kamu harus memiliki kemampuan leadership, pandai dalam mengelola waktu, bertanggung jawab hingga kemampuan berkomunikasi yang bisa kamu dapat dengan aktif berorganisasi.

3. Asah kemampuan Bahasa Asing

Memiliki skill berbahasa khususnya bahasa Inggris mutlak diperlukan untuk kamu yang apply beasiswa ke luar negeri. Pasalnya, hal ini akan dibutuhkan baik dalam kegiatan perkuliahan maupun untuk berkomunikasi dalam aktivitas sehari-hari dengan masyarakat setempat.

Untuk memenuhi persyaratan ini, kamu harus mempersiapkan sertifikat resmi seperti TOEFL atau IELTS. Standar nilai minimal yang dibutuhkan setiap pemberi beasiswa pun sangatlah beragam. Namun, hal lain yang juga harus kamu pertimbangkan adalah standar minimal yang dibutuhkan oleh kampus tujuanmu. Sehingga, kamu dapat menyelarasakan berapa target yang kamu butuhkan.

4. Berpikir panjang menulis motivation letter

Menuliskan motivation letter dan study plan  menjadi salah satu persyaratan yang tidak pernah absen dalam pengajuan beasiswa ke luar negeri. Pasalnya, syarat ini dibutukan untuk melihat sejauh mana kamu merencanakan studi hingga kehidupan pasca kampus alias goal yang ingin kamu raih setelah mendapat gelar Master.

Dalam hal ini, kemampuanmu untuk menulis sangat dibutuhkan. Sebab, banyaknya aplikasi beasiswa yang ditolak salah satunya dikarenakan motivation letter yang terindikasi plagiarism. Padahal, motivation letter dapat menjadi satu wadah yang dapat kamu gunakan untuk ‘menjual’ diri kepada pemberi beasiswa.

Dalam motivation letter pula, kamu dapat menuliskan impian atau sumbangsih yang dapat kamu berikan kepada Tanah Air jika kamu kembali dengan ilmu-ilmu yang telah kamu pelajari di Negara tujuan studi.

Sekali mencoba apply beasiswa kamu belum tentu akan berhasil. Tapi, jangan langsung putus asa dan merasa tidak akan memenuhi kualifikasi. Justru dengan pernah gagal, kamu akan tahu bagian mana yang harus kamu perbaiki untuk bisa menjadi kandidat yang berkualifikasi. Semoga berhasil 🙂

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.