Sustainable Fashion dan Kesalahan Anggapan yang Mengiringi

0
216
fashion clothing on hangers at the show

Sering kita dengar istilah Sustainable Fashion, terutama akhir-akhir ini. Sustainable sendiri, memang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan bumi agar tetap lestari dan tidak semakin rusak. Aspek pangan, ekonomi, bahkan politik pun dianggap harus mempertimbangkan unsur sustainable dalam penerapannya. Lalu, bagaimana dengan aspek sandang alias pakaian? Apakah harus juga mempertimbangkan sustainable di dalamnya? Jawabannya tentu saja sudah bisa diprediksi.

Tren fashion yang terkenal cepat, memang menyulitkan beberapa orang yang ingin menerapkan gaya hidup sustainable secara penuh dalam hidupnya. Keinginan mengubah lemari pakaian supaya lebih ‘ramah’ lingkungan nyatanya tidak mudah. Selanjutnya, akan muncul rantai pertanyaan yang seakan tiada habisnya dan membuat diri sendiri stress karena rasa bersalah. Supaya tidak terjebak lebih dalam, berikut beberapa kesalahan anggapan dalam menyikapi perubahan fast fashion ke arah sustainable fashion. Psst, bisa jadi Sahabat Pagi tanpa sadar juga melakukan hal berikut loh.

Menyingkirkan pakaian lama

“Singkirkan yang lama dan memulai sesuatu yang baru dengan pakaian yang tentunya lebih sustainable”. Anggapan ini salah besar dan malah membuat kamu cepat stress dalam prosesnya. Mengapa? Karena sustainable fashion lebih kepada sikap kita dalam menyikapi pakaian-pakaian tersebut. Jika pakaian itu nyaman dan tidak pernah absen kamu gunakan, maka pertahankan dan jaga dengan baik. Saat pakaian tersebut sudah habis masa pakai, kamu juga bisa menggunakan ulang untuk tujuan lain seperti kain lap atau menjahitnya menjadi selimut yang hangat untuk musim hujan.

Baca Juga: Mengenal Tren Fashion Minimalis

Harus banyak uang untuk beli pakaian berlabel sustainable

Tidak bisa dibantah jika pakaian yang mengusung label sustainable akan cenderung lebih mahal dari biasanya. Lalu, bagaimana dengan mempertimbangkan untuk belanja baju preloved atau bekas? Baju bekas memang banyak mendapat anggapan negatif. Tapi, ayolah berpikir positif. Baju bekas tidak selalu jelek, kusut, dan old fashion. Jika kamu jeli, kamu akan menemukan barang langka yang sesuai dengan seleramu yang pastinya lebih irit di kantong.  aspek sustainable pun juga mengiringi pakaian bekas yang Sahabat Pagi beli karena diam-diam Sahabat Pagi memberikan rumah kedua untuk mereka. Tetap ingat untuk selalu belanja “secara sadar dan bertanggung jawab” ya!

Membeli sustainable fashion artinya kontribusi besar untuk semua masalah lingkungan

Sangat benar bahwa pakaian dengan label sustainable fashion diproduksi dengan mempertimbangkan dengan benar dan teliti mengenai aspek lingkungan dalam prosesnya. Benar pula jika membeli pakaian berlabel tersebut artinya memberi sumbangsih pada keberlanjutan lingkungan. Tapi akan lain ceritanya jika setelah membeli pakaian tersebut, seorang individu tetap belanja mengikuti kemauan, daripada bertanggung jawab hanya pada kebutuhan saja. Lagi-lagi, sustainable adalah tentang sikap dan pemikiran, bukan hanya tentang sebuah produksi dari pakaian, namun juga bagaimana seorang individu memperlakukan barang yang sudah ia beli.

Nah, mulai saat ini selalu perlakukan fashion Sahabat Pagi dengan bijak ya?

loading...