Waspadai Leptospirosis di Musim Hujan

Author:

Category:

spot_imgspot_img

Saat ini Indonesia sedang berada di puncak musim penghujan. Berbagai potensi penyakit dapat timbul dan kita perlu mewaspadainya, apalagi dalam kondisi seperti sekarang. Saat musim hujan, sistem imun tubuh akan cenderung berkurang. Tubuh manusia akan rentan dan berpotensi terjangkit penyakit. Terlebih jika ada bencana banjir cukup besar.

Hal ini menjadi mungkin apalagi melihat curah hujan di Indonesia yang sedang tinggi akhir-akhir ini. Bencana banjir tidak hanya merugikan masyarakat secara material, namun juga meningkatkan potensi beberapa masalah kesehatan, salah satunya adalah Leptospirosis.

Apa itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit menular akibat bakteri Leptospira sp. yang di transmisikan melalui hewan ke manusia. Interaksi langsung dengan binatang pembawa bakteri atau kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi akan menyebabkan seseorang tertular. Tikus merupakan binatang penyebab utama penularan penyakit ini. Baik itu tikus got, tikus atap dan tikus sawah dapat menularkan penyakit.

Baca Juga: Simpel, 5 Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan di Rumah

Leptosipira terkandung dalam urin tikus yang nantinya akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Penyakit ini sering diketemukan di daerah yang rawan banjir karena  sarang tikus berpotensi terbawa oleh air banjir. Bakteri tersebut juga otomatis ikut masuk ke permukiman warga.

Keadaan air yang meluap menyebabkan air maupun tanah terkontaminasi bakteri. Hal ini tentu berisiko bagi manusia. Bakteri Leptospira sp. dapat bertahan 16 hari di air dan 24 hari di tanah. Jika terdapat luka tebuka, maka bakteri akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya kulit, jalur masuk penyakit ini juga bisa melalui mata, hidung, serta mulut yang mengonsumsi air dan makanan tercemar.

Gejala Leptospirosis

Seseorang yang terinfeksi Leptospirosis akan menimbulkan gejala yang cukup beragam. Rata-rata, dalam jangka waktu 7-10 hari akan menunjukkan gejala setelah terpapar. Gejala ringan penyakit ini antara lain:

  • Demam menggigil
  • Sakit kepala
  • Letih
  • Lemas
  • Nyeri pada otot
  • Batuk ringan atau berdarah
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Urin berwarna gelap
  • Hingga menimbulkan penyakit kuning

Jika derajat keparahan semakin tinggi, seseorang akan berpotensi mengalami gagal ginjal, perdarahan jantung dan paru-paru, radang otak hingga kematian.

Pencegahan Penularan

Pencegahan paling sederhana yang dapat dilakukan yaitu dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan sebelum, maupun saat terjadi banjir agar terhindar dari tikus. Sebaiknya, hindari bermain air saat banjir datang ya!

Baca Juga: 5 Manfaat Garam untuk Kesehatan

Usahakan gunakan pelindung kaki seperti sepatu boots jika pergi ke daerah banjir. Tutup luka dengan bahan kedap air sebelum bersentuhan langsung dengan tanah lumpur, atau air yang dicurigai terkena urin tikus. Terakhir, jangan lupa selalu cuci tangan dan kaki dengan air sabun sebelum makan dan setelah bekerja yang terkena tanah lumpur dan air kotor.

Di manapun Sahabat Pagi berada selalu jaga kebersihan ya!

Makhda Puspita
Makhda Puspita
A daydreamer who loves to eat a good food
spot_img

Read More

Related Articles