Bebek = Auto Kolesterol, Mitos atau Fakta?

0
134
bebek

Makanan olahan daging ungags sangat banyak di nusantara, seperti ayam, burung dara, dan bebek. Proses pengolahannyapun beragam, bisa menggunakan teknik kukus, rebus, panggang, ataupun goreng. Namun jika kita mendengar menu olahan daging bebek, maka yang terlintas di pikiran adalah kadar kolesterol dalam darah akan meningkat. Benarkah pernyataan tersebut?

Kandungan Nutrisi

Kandungan kolesterol tertinggi dalam bebek ada pada bagian kulitnya. Setiap 3 ons daging bebek yang dimasak beserta kulitnya memiliki kandungan kolesterol sekitar 70 mg. Jika kulit tidak disertakan dalam pengolahannya, maka kandungan kolesterol dalam 3 ons dagingnya adalah sekitar 75 mg. Jumlah tersebut melampaui batas asupan kolesterol per hari yang direkomendasikan. Terlebih lagi jika penikmat daging unggas ini memiliki riwayat kesehatan kolesterol tinggi ataupun penyakit jantung, maka kemungkinan efek samping kolesterol tinggi sangat ada. Rupanya, tidak hanya kolesterol yang terkandung dalam bebek, lemak jenuh pun juga ikut ambil bagian di dalamnya. Hal ini semakin meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga, ada baiknya jika konsumsi daging bebek sangat dibatasi, atau jika tidak memungkinkan, cukup hindari olahan bebek goreng ataupun panggang. Dengan teknik pengukusan, jumlah lemak jenuh tidak akan terakumulasi dengan lemak jenuh dalam minyak goreng.

Sumber makanan yang mengandung kolesterol tinggi lainnya

Batas kolesterol harian yang dianjurkan yaitu sebesar 200- 300 mg/ hari. Lalu bagaimana cara melakukan kontrol terhadap makanan yang boleh dimakan atau yang sebaiknya dihindari? Berikut ini beberapa jenis makanan dengan kadar kolesterol tertinggi, yaitu otak sapi, jeroan, otak kambing, kuning telur, daging sapi berlemak, telur bebek, telur puyuh, caviar (telur ikan), ati ayam, dan daging kambing. Secara singkat sumber protein hewani berupa daging dan telur menjadi penyumbang kadar kolesterol tertinggi. Selain itu konsumsi seafood seperti cumi- cumi, kepiting, kerang, dan udang juga perlu dibatasi.

Menjaga pola makan dan mengutamakan sumber makanan yang kaya akan serat menjadi kunci menghindari kolesterol tinggi. Membatasi makanan yang tinggi garam dan gula juga perlu dilakukan agar tidak memicu kadar kolesterol dan gula dalam darah yang berlebih. Olahraga pun menjadi aktivitas yang harus masuk dalam agenda harian karena dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Dengan menjaga pola hidup yang baik, maka penyakit yang termasuk dalam NCD juga dapat dicegah.

Artikel Serupa

Obesitas, Masalah Utama dalam Kesehatan

Kabar Terkini Diabetes Mellitus

loading...