Google Abadikan Sergei Eisenstein dalam Doodle

    0
    177

    Sudah bukan rahasia umum jika Google selalu mempercantik tampilan Doodle mereka pada waktu – waktu tertentu. Mulai dari Hari Kemerdekaan Indonesia sampai pesta akbar Olimpiade pun dijadikan sebagai tampilan muka mesin pencari online terbesar dunia tersebut. Adapun perayaan hari lahir para tokoh dunia juga kerap diabadikan dalam Doodle. Hari ini, Selasa (22/1), jadi giliran Sergei Eisenstein diabadikan dalam Doodle Google. Seniman asal Riga, Soviet ini lahir pada 22 Januari 1898. Ini menjadi hari jadi ke-120 seniman yang dikenal sebagai Bapak Montase.

    Julukan yang disematkan kepada Sergei Eisenstein bukan tanpa sebab. Sergei yang juga dikenal sebagai sutradara tersebut merupakan orang yang memperkenalkan salah satu teknik dalam pengeditan film, yakni Montase. Dikutip dari Pikiran Rakyat, Montase merupakan sebuah teknik pengeditan film dengan merangkaikan potongan – potongan gambar untuk menggambarkan terlewatinya sebuah peristiwa ataupun waktu. Dari teknik ini, Sergei berhasil melahirkan beberapa film kenamaan. Battlehsip Potemkin, Strike, dan The General Line jadi judul – judul film yang digarap oleh sutradara yang aktif pada awal dekade abad ke-20 dikutip dari Kompas.com.

    Sergei Eisenstein sedang mengamati rol film
    Sumber : sensesofcinema.com

    Dibalik kesuksesannya sebagai sutradara, nyatanya ada cerita menarik dari sosok Sergei Eisenstein semasam hidup. Terkenal di industri film hingga mendapat predikat Bapak Montase, Sergei ternyata punya background pendidikan yang bertolak belakang dengan dunia yang digelutinya. Dikutip dari CNNIndonesia.com, Sergei diketahui mengenyam pendidikan arsitektur dan teknik di Petrograd Institute of Civil Engineering sebelum pada 1918 memutuskan untuk keluar dari bangku kuliah dan bergabung sebagai relawan dari Tentara Merah. Bergabungnya Sergei sebagai relawan Tentara Merah menjadi pijakan awal karirnya di dunia hiburan. Tercatat Sergei tergabung dalam klub teater tentara, mulai mengenal Kabuki serta belajar bahasa Jepang.

    Pada 1920, Sergei memutuskan keluar dari Tentara Merah atau Red Army dan hijrah ke Moskow untuk menekuni dunia teater. Ia pun bekerja di Prolekult dan mendapat posisi sebagai co-sutradara. Sebagai co-sutradara, Sergei turut menggarap beberapa pertunjukan seperti Gas Masks, Listen Moscow, dan Wiseman. Karir Sergei pun berlanjut dengan menulis sebuah naskah untuk The Montage of Attractions. Salah satunya karyanya yakni Potemkin War yang mengisahkan Revolusi Rusia. Dibalik karya – karyanya, Sergei juga membawa misi membangun kesadaran penonton melalui ide – ide yang dituangkan dalam film sehingga pesan dapat disampaikan.

    Semasa meniti karir di dunia hiburan, Sergei Eisenstein berhasil menyabet penghargaan untuk sejumlah karya seperti Alexander Nevsky (1938), Ivan the Terrible (1946), dan penghargaan kehormatan pada 1935. Sergei Eisenstein tutup usia di umur 50 tahun pada 11 Februari 1948 di Moskow.

     

    loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.