Ayo Berkenalan dengan Jenis Plastik dan Simbolnya

    0
    53
    plastik

    Berbagai langkah pengurangan plastik kian digalakkan akhir-akhir ini. Bukan tanpa alasan, plastik yang pada dasarnya memudahkan manusia, berubah drastis menjadi musuh bumi karena sifatnya yang sulit terurai. Berbagai gerakan mulai diinisiasi demi mengurangi invasi plastik yang sudah memprihatinkan. Plastik sendiri ditemukan oleh ahli kimia, Leo Baekland pada tahun 1907, yang dulu saat awalnya bernama bakelite.

    Kini, plastik memiliki banyak jenis. Kebutuhan sehari-hari kita yang dikemas dalam plastik biasanya akan mencamtumkan jenis mereka, entah itu jenis 1, 5, atau mungkin 7. Walaupun jarang diperhatikan, ini adalah panduan bagaimana plastik tersebut akan diolah dalam proses recycling. Dilansir dari WebstaurantStore, berikut mari kita berkenalan dengan jenis plastik dan simbolnya, serta sifatnya lebih jauh.

    PETE/PET (Polyethylene Terephthalate)

    Plastik jenis ini biasanya digunakan untuk membuat botol plastik untuk kemasan minum yang kita jumpai sehari-hari. Material ini bersifat tidak tahan panas sehingga bahaya jika digunakan untuk menyimpan makanan panas. Dampak material jenis ini terhadap kesehatan adalah mudahnya bakteri bisa berkumpul di dalamnya, sehingga sangat berbahaya. Bisa di daur ulang, bisanya menjadi tas jinjing atau furnitur.

    HDPE (High-Density Polyethylene)

    Salah satu dari tiga plastik yang tergolong aman, karena resiko rendah untuk bisa larut. Material ini biasa dijumpai pada botol susu, kemasan yoghurt, dan kemasan mentega yang beredar di pasaran. Material plastik jenis ini bisa didaur ulang sebagai permainan-permainan di taman bermain anak.

    Baca juga: Kurangi Sampah Plastik dengan No Straw untuk Menyelamatkan Bumi!

    PVC (Polyvinyl Chloride)

    PVC adalah salah satu dari tiga material plastik yang sulit untuk didaur ulang kembali. Selain sulit didaur ulang, material kategori tiga ini juga berbahaya. Di dalamnya bisa mengandung zat karsinogenik yang pada manusia bisa memicu masalah pada hati. PVC biasa dijumpai pada kemasan botol deterjen, botol shampoo, pembungkus makanan, dan pipa saluran.

    LDPE (Low-Density Polyethylene)

    Material kategori empat, LDPE, adalah material kedua yang tergolong aman karena rendahnya resiko untuk larut. LDPE biasa dipakai untuk membuat kantong kresek. Walaupun aman, material ini bersifat sulit dihancurkan tetapi tetap oke untuk tempat makanan. LDPE bisa didaur ulang kembali sebagai tempat untuk membuat kompos atau compost bin.

    Baca juga: Inilah Cara Mengurangi Plastik untuk Produk Kecantikanmu

    PP (Polyproylene)

    Material kategori lima ini memiliki sifat terbaik untuk menyimpan makanan dan minuman. Sedotan plastik adalah salah satu hasil jadi dari material plastik PP. Selain sedotan, material PP juga bisa dijumpai di botol obat yang menggunakan plastik, dan juga botol saus. PP termasuk dalam material yang beresiko rendah untuk dapat larut. Sapu bisa menjadi salah satu hasil daur ulang material PP. 

    PS (Polystyrene)

    Siapa yang tidak asing dengan styrofoam? Material PS inilah yang biasa digunakan untuk membuatnya. Material yang sulit untuk didaur ulang kembali ini dinyatakan sangat sulit untuk terurai, oleh karena itu sangat direkomendasikan untuk dihindari. Selain sulit terurai, material Polystyrene sangat buruk untuk lingkungan dan kesehatan karena mengandung senyawa toxic yang bisa larut terutama saat dipanaskan.

    Other (Miscellaneous Plastics)

    Kategori terakhir yang biasa berlabel nomor 7 adalah kategori other. Seperti material sebelumnya, kemasan yang termasuk kategori ini sangat sulit untuk didaur ulang sehingga sangat lebih baik jika dihindari. Nylon, polycarbonate, fiberglass, botol susu bayi adalah beberapa barang yang biasanya mengandung material kategori ini. Kategori other bisa berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan, utamanya yang mengandung BPA. BPA sendiri adalah substansi berbahaya yang bisa menyebabkan kemandulan dan masalah kesehatan serius lainnya.

    loading...