Bagaimana Kita Memperlakukan Pengidap HIV/AIDS

0
278
hiv
Bicara tentang ODHA (Orang Dengan virus HIV/AIDS) mengingatkan tentang berita beberapa minggu lalu tentang kisah tiga anak pengidap HIV. Mereka tidak mendapatkankan hak pendidikan dan terancam diusir dari Samosir. Banyak warga yang menolak kehadiran mereka dengan alasan takut terjadi penularan.
Peristiwa tersebut termasuk dalam kategori pembullyan dan melanggar Hak Asasi Manusia untuk bersosialisasi. Apalagi bocah-bocah tersebut ada yang masih berumur lima tahun lalu tidak boleh mengenyam pendidikan PAUD?

HIV/AIDS ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penderitanya bisa dengan mudah mengalami diare kronis, infeksi jamur candida yang luas pada tubuh, tuberkulosis, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menggempur penderita Aids membuat orang disekitar cenderung menjauhi ODHA. Padahal kita belum tentu tahu penyebab tertularnya ODHA tersebut.

Baca juga: Kelas Yoga Asik Ala Persada Hospital

Memang, penyakit ini disebabkan oleh virus yang bisa menular. Tapi penularannya nggak langsung saat kita berdekatan dengan ODHA. Misalnya makan bareng, bepergian, atau melakukan kegiatan lainnya.

Lalu bagaimana sikap kita seharusnya terhadap siapapun pengidap Hiv/Aids ini?

  1. Tetap menjaga pergaulan dengan baik

ODHA memang virus. Tetapi bukan berarti kita memperlakukan mereka seperti virus yang menakutkan. Karena yang mengerikan bukan ODHA secara pribadi, tetapi virusnya. Maka, sangat penting untuk kita tanamkan dalam diri kita dengan menjauhi penyakitnya, bukan penderitanya. Kaum milenial sekarang pasti sudah paham.

  1. Beri mereka motivasi

Mereka yang kita ketahui pengidap HIV/AIDS tetaplah menjadi teman atau saudara kita. Jika mereka terkena HIV/AIDS karena sebab negatif seperti berzina atau pengguna narkoba, kita wajib mendorong mereka untuk bertaubat. Berusaha sekuat tenaga agar tidak terjerumus pada kesalahan tersebut dan memperbaiki diri. jika mereka terkena HIV/AIDS bukan karena sebab negatif seperti diatas maka kita tidak boleh melakukan tindak pembullyan. Namun bukan berarti yang melakukan hal negatif boleh di bully juga ya.

Baca juga: Manfaat Punya Girls Squad Yang Harus Kamu Tahu

  1. Beri mereka semangat

Terkena atau tertular HIV/AIDS bukanlah hal yang diinginkan manusia bukan? Apalagi mereka yang masih anak-anak tentu tidak tahu dengan apa yang terjadi. Kita sebagai orang terdekat disekitarnya pun harus memberikan mereka dorongan dan semangat. Mereka hanya ingin dianggap dilingkungannya dan diberikan semangat oleh teman-temannya. Apalagi mereka yang sudah tidak memiliki orang tua atau yatim piatu. Sangat menyakitkan bukan jika sudah tidak memiliki keluarga lalu dicemooh oleh orang sekitar karena penyakit yang diidapnya.

Mereka yang mengidap penyakit ini memerlukan dukungan kita. Setidaknya itu yang membuat mereka tidak minder didepan orang banyak. Mereka juga ingin diperlakukan selayaknya dengan yang lain, tidak dibeda-bedakan. So, pada intinya ialah jauhi penyakitnya bukan orangnya.

Baca juga: Kegiatan Asyik Yang Bisa Kalian Lakukan Di Siang Bolong Surabaya

loading...