Tokoh Wanita yang Kuat dalam serial TV maupun film : Benarkah Mereka Kuat?

dalam artikel ini terdapat sinopsis jalan cerita dari film Avengers : Age of Ultron, Jessica Jones, Perempuan Berkalung Sorban, serta Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.

0
134

Inspirasi – Kini, semua orang sudah melek terhadap kesetaraan dengan menampilkan tokoh wanita yang kuat dalam serial TV maupun film. Well, mungkin di tahun 1990, kamu sudah disambut dengan tokoh-tokoh wanita yang kuat seperti Buffy Summers di film Buffy the Vampire Slayer, Catwoman, sampai Saras 008. Namun, semua tokoh ini masih saja harus berpikiran “feminin”, dimana mereka harus memikirkan resiko kekuatan mereka, juga menjadi seorang ibu, memilih keluarga. Bahkan, agar tampak kuat, mereka harus punya otot, tahu olahraga bela diri, ataupun tahu cara memegang pistol. Tapi sekarang, sudah tidak lagi. Mereka berjuang untuk hak mereka dan perubahan. Namun, benarkah?

Mari kita mulai dari ranah budaya populer di Barat, yakni Jessica Jones dari serial TV keluaran Marvel, Jessica Jones yang tayang di Netflix dari tahun 2015. Jessica tampak kuat bukan dari kemampuannya menggunakan pistol. Malah Jessica Jones merupakan detektif pribadi yang merasa kuat, juga merasa lemah. Ia memiliki kekuatan super, juga memiliki trauma yang mendalam serta Post-Traumatic Stress Disorder karena kejadian dimana ia diculik dan diperkosa.

 

 

Krysten Ritter sebagai Jessica Jones (Marvel)

 

Menurut Stassa Edwards, Ia dipandang sebagai wanita yang kuat dalam segi fisik karena memiliki superpower, juga ia kuat dalam segi mentalnya.

Dalam layar lebar Marvel, ada Black Widow alias Natasha Romanova mantan mata-mata Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti, sebuah agen keamanan Rusia (KGB). Banyak fans yang protes tentang porsi screening Black Widow di film Avengers. Walaupun begitu, ia juga merupakan penggambaran wanita kuat terkini.

Scarlett Johanson sebagai Black Widow (Marvel)

Namun, di film Avengers : Age of Ultron, perannya di sini dianggap bisa jadi “kemunduran”. Ia memanggil dirinya sendiri dengan panggilan “monster” karena ia merasa gagal untuk membesarkan anak.

Karena banyak protes tentang porsi tampil tokoh wanita, di film Avengers lainnya, Black Panther menjawab segala protes tersebut. Dalam film ini, banyak tokoh-tokoh wanita yang memang benar-benar kuat. Walaupun banyak wanita-wanita kuat yang memiliki masalah dengan masa lalu mereka, di film ini, wanita-wanita ini memang kuat. Tanpa latar belakang dendam maupun masa lalu yang kelam. Mereka memang memiliki fisik yang kuat.

Lupita Nyong’O sebagai Nakia, serta Letitia Wright sebagai Shuri. (Sumber : Marvel)

Misalnya, ada Nakia, pacar sang raja T’Challa, yang sebenarnya bisa bela diri. Tak hanya itu, ada serangkaian tentara wanita yang dipimpin oleh Jenderal Okoye. Juga ada adik dari sang raja T’Challa, Shuri yang juga ikut bertarung – namun juga otak dari segala teknologi canggih di Wakanda walaupun ia masih sangat muda.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? We actually have some, though. 

Revalina S. Temat sebagai Annisa

Annisa di Perempuan Berkalung Sorban. Film keluaran 2009 dari Starvision Plus ini menuai banyak pujian dan panen jumlah penonton terbanyak. Annisa merupakan jawaban dari mimpi kita yang ingin melihat tokoh wanita yang kuat. Kehidupan Annisa berlatar belakang dari mengangkat tradisi religius yang kuat di Indonesia, yakni dalam lingkungan Islami konservatif dimana buku-buku selain Al-Qur’an, Hadist, maupun Sunnah adalah ajaran yang menyimpang. Ia menjadi heroin karena keinginannya yang kuat untuk menyetarakan posisi perempuan muslim dengan laki-laki muslim.

Memang posisi Anissa di sini diklaim sebagai tokoh yang kuat, namun ia masih harus dihadapkan dengan masalah yang sangat “perempuan” seperti perjalanan cintanya : menyimpan perasaan pada pamannya, Khudori; menikah dengan anak kyai yakni Samsudin yang malah melakukan poligami.

Lalu, tokoh Anissa di-upgrade menjadi Marlina, si wanita pembunuh di film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di tahun 2017 lalu. Ia berani memenggal kepala gembong penyamun karena kedatangan sekawanan perampok yang merampas hewan ternak, serta harga dirinya.

Marsha Timoty sebagai Marlina (dok. Cinesurya)

Film garapan sutradara perempuan Mouly Surya ini sudah melanglang buana ke festival film Cannes dan dianggap sebagai pembawa angin segar untuk dunia perfilman Indonesia. Selain karena tokoh-tokoh wanitanya yang kuat, film ini juga memiliki sinematografi yang bagus; dari pengemasannya yang berupa babak per babak, musik yang indah, serta latar belakang Sumba yang indah.

Walaupun kuat, Marlina harus tertimpa masalah keuangan, dimana ia tidak mampu membiayai pemakaman suaminya dan membuat sang suami masih menjadi mumi berbungkus kain di sudut rumahnya.

Tak hanya itu, ada tokoh bernama Novi yang tengah hamil lebih dari 9 bulan. Ia sempat terlibat perkelahian yang membuatnya terjatuh, namun ia masih tetap saja kuat – layaknya wanita Sumba yang berfisik kuat.

 

Mungkin wanita-wanita ini tidak bisa menjadi panutan kita. Namun, setidaknya wanita-wanita ini memberikan warna baru tentang penggambaran wanita pada film maupun TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.