Sextortion, Ini Bahayanya dan Cara Menghadapinya

0
133
dan
Sextortion, Ini Bahayanya dan Cara Menghadapinya -Ketika memutuskan membuat komitmen berpacaran, artinya kita sudah siap untuk berbagi rahasia, perasaan, simpati dan empati, pikiran, bahkan pengorbanan.
Kamu dan pasangan saling memberikan kepercayaan satu sama lain. Saking percayanya, kamu bahkan rela melakukan hal yang merendahkanmu seperti memberikannya informasi atau foto yang bisa memicu peningkatan nafsu/birahi. Kemudian foto syurmu tersebut dijadikan alat untuk mengendalikanmu. Hal tersebut diberi istilah sextortion.

Baca juga: Pentingnya Menyalakan Lampu Utama Motor pada Siang Hari

Percaya boleh, namun sebelum mengirimkan foto-foto syur apalagi menyangkut harga dirimu, pikirkan akibat jangka panjangnya. Bagaimana jika pasanganmu nggak seperti yang kamu percaya?. Pasangan yang nggak bertanggung jawab akan nggak peduli tentang harga dirimu jika kalian putus nanti. Bisa saja, atas dasar sakit hati, dia menyebarkan foto syurmu ke media sosial yang tentunya akan melukai harga dirimu.

dan

Sebanyak 45% pelaku menggunakan foto syurmu untuk mengancam agar kamu melakukan sesuatu yang ia inginkan. Berdasarkan penelitian Torn and the crimes Againts Children Research Center, sextortion ini dialami oleh orang berusia 18-25 tahun.

Dari hasil penelitian yang salah satu co-founder-nya adalah Ashton Kutcher. Sebanyak 60% korban mengenal pelaku sebelum mereka membuat ancaman, sisanya yakni 40% bertemu dan saling tukar informasi secara online.

Baca juga: Custom Foundation, Temukan Formula Tepat untuk Kulitmu

Akibat dari kejadian tersebut, 1 dari 4 orang harus berkonsultasi dengan psikolog. 1 dari 3 korban memilih diam dikarenakan hal tersebut memalukan dan kebanyakan menyalahkan diri sendiri. Selain itu, 1 dari 8 orang memilih mengurung diri di rumah dan takut untuk pergi keluar mengingat keselamatan mereka merasa terancam.

dan

16% korban berkonsultasi dengan hukum dan 20% korban memberitahu perusahaan teknologi (Google ). Sebelum memberikan foto/video/rekaman dalam bentuk apapun, pikirkan akibatnya ya, sobat.

Jika sudah terlanjur terjadi, hal yang pertama kamu harus lakukan yakni mengumpulkan bukti seperti hasil SMS, chat atau apapun serta beritahukan keluargamu/orang yang kamu percaya.

Baca juga: Alasan Wanita Disarankan Berlatih Bela Diri

Selanjutnya, laporkan hal tersebut pada pihak berwajib. Sebagai jalan untuk membangun kembali kepercayaan, malu, serta rasa bersalahmu, mintalah keluargamu/orang terdekat untuk mendampingimu menemui dan berkonsultasi dengan psikolog atau ahlinya. Hal tersebut harus segera dilakukan sebelum terjadi hal yang nggak kita sesalkan kemudian. Satu lagi, selama proses penyembuhan mental, jangan biarkan kamu sendirian.

loading...