Selamat Hari Palang Merah Indonesia

0
460
palang merah
Sumber: google/miraclewijaya.com
Sejarah Palang Merah Indonesia-Berdirinya Palang Merah di Indonesia  ini sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873. Kala itu, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945. Saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menteri Kesehatan RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai KetuaDr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia.

Baca juga: Hungerbelt Food Corner, Wajah Baru Pusat Kuliner Di Surabaya Barat

Pada 17 September 1945, PMI lahir dan kemudian melantik Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta sebagai Ketua PMI. Sejak itu pula, Bung Hatta di angkat menjadi Bapak PMI.

Pasca pembentukan, PMI mulali merintis kegiatannya dengan memberi bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Indonesia dan pengembalian tawanan perang Sekutu maupun Jepang.

Baca juga: Model Difabel Unjuk Gigi di New York Fashion Week

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

Baca juga: Crazy Rich Surabayans Ga Kalah dari Crazy Rich Asians

Lambang Palang Merah (Red Cross) untuk Indonesia

Penggunaan lambang Palang Merah memiliki sejarah yang menarik. Karena lambang ini diatur dalam Perjanjian Internasional, Konvensi Genewa pada 1949. Ketika itu, lambang ini diperuntukkan bagi mereka relawan yang memberikan perlindungan bagi anggota militer yang terluka dan sakit.

Namun pada 1863, negara yang ikut dalam Konvensi Genewa menilai perlu ada lambang khusus untuk menjaga kenetralan dan jaminan perlindungan mereka yang ada di medan perang.

Untuk menghormati Tuan Rumah, Swiss, semua negara sepakat untuk menggunakan lambang Palang Merah diatas dasar warna putih yang diambil dari warna kebalikan bendera Swiss.

palang merah

Namun pada 1876, saat Perang Balkan, Kerajaan Ottoman, Turki mengajukan lambang lain lain untuk kesatuan medis tentara kerajaan, berupa bulan sabit merah diatas dasar putih. Permintaan dikabulkan dan Turki mengubah lambang tanda pengenal dan pelindung bagi kesatuan medis militernya.

palang merah

Kontroversi lambang Palang Merah dan Bulan Sabit terus diprovokasi dan menjadi perdebatan banyak negara. Banyak yang menilai, kedua lambang ini merupakan simbol Kristen dan Islam. Padahal, lambang ini tidak ada kaitannya dengan agama.

palang merah

Hingga pada 2005, muncullah lambang Kristal merah yang memiliki status dan fungsi yang sama dengan dengan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Lambang ini menjadi penutup bagi menegara-negara yang mengusulkan penggunaan lambang lain bagi kesatuan medis militer.

palang merah

Selamat hari Palang Merah Indonesia, Indonesia ^^

loading...