Fakta Mengenai Karapan Sapi Madura

0
187
karapan sapi

Jika mendengar kata Madura, mungkin yang terlintas di benak kamu adalah Karapan Sapi. Adu kecepatan sapi pilihan ini sudah tersohor hingga ke dunia internasional. Tak heran bila banyak bule yang akan memadati area penonton saat adu balap hewan ternak ini dimulai. Sebagai warga Indonesia, kita tidak boleh kalah dong. Yuk, simak baik-baik fakta menarik dari festival tahunan yang diadakan di Madura ini!

Baca Juga: Api Tak Kunjung Padam nan Melegenda

Sejarah Karapan Sapi

Berdasarkan cerita yang diwariskan turun temurun, karapan sapi diadakan karena kurang suburnya lahan pertanian di pulau Madura. Hal itu yang mendasari Syeh Ahmad Baidawi (Pangeran Katandur) yang merupakan seorang ulama asal Sumenep membuat inovasi dalam dunia pertanian tanah Madura.  Beliau memperkenalkan cara membajak sawah menggunakan sepasang bambu yang sering disebut nanggala atau salaga oleh warga sekitar. Bambu tersebut kemudian ditarik oleh dua ekor sapi yang berdiri sejajar. Dengan menggunakan pecut, petani memacu jalannya sapi-sapi tersebut sehingga tanah persawahan dapat terolah dengan baik. Setelah memperoleh panen yang memuaskan, beliau mengajak warga untuk mengadakan balapan sapi. Kegiatan tersebut diadakan sebagai perwujudan rasa syukur warga atas suburnya tanah yang dulunya tandus. Akhirnya, kebudayaan tersebut diturunkan ke anak-cucu hingga saat ini.

Baca Juga: Waktu Terbaik Untuk Ganti Sparepart Motor

Terbagi dalam Beberapa Babak

Karapan sapi selayaknya olahraga sepak bola yang memiliki beberapa babak sebelum melaju ke final. Acara besar ini diselenggarakan di kota Bangkalan antara bulan September atau Oktober. Untuk perayaaan besarnya, festival ini diadakan hanya satu kali dalam satu tahun. Namun, sebelum melangkah ke perayaan besar, yang kemudian dikenal dengan Presiden Cup, para joki dan sapinya harus bertanding dalam Bupati Cup. Untuk Bupati cup, kamu bisa menyaksikannya 2 kali dalam satu tahun.

Baca Juga: Lari, Melelahkan Namun Menyenangkan

Rules and Regulations

Panjang rute lintasan karapan sapi sekitar 180 sampai dengan 200 meter dan dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Waktu yang sangat singkat mengingat kecepatan hewan ternak penghasil susu ini sangat kurang dibandingkan kuda. Selain itu, kamu akan melihat “dukun” diizinkan masuk dalam arena sebelum pertandingan dimulai. Hal ini lumrah karena ada perhitungan- perhitungan tertentu bagi pemilik untuk memenangkan pertandingan dan dukunlah yang akan mengusahakannya.

Penasaran melihat Karapan Sapi secara langsung? Sempatkan datang ke Bangkalan di bulan September atau oktober.

loading...