Mahasiswa Tuntut UGM Selesaikan Kasus Kekerasan Seksual

    0
    386
    kekerasan seksual
    Berita kasus pelecehan kekerasan seksual yang terjadi pada pertengahan tahun 2017 kini mencuat dan menjadi viral setelah sebelumnya sempat redup. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di Taman San Firo Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM).
    Aksi solidaritas ini digelar oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan #kitaAGNI dengan nama gerakan “UGM Darurat Kekerasan Seksual”. Agni sendiri ialah nama samaran dari korban pelecehan seksual tersebut. Korban pelecehan pada saat mengikuti program KKN pada pertengahan tahun 2017 lalu.
     kekerasan seksual

    Baca juga: Tonic Immobility Sebagai Reaksi Kelumpuhan Sementara

    Aksi ini dimulai dengan membunyikan peluit dan memukul kentongan. Selain itu, para mahasiswa juga membubuhkan tanda tangan disebuah baliho yang terdapat petisi dan tuntutan gerakan #kitaAGNI. Secara singkat, gerakan ini lahir karena pelaku pelecehan seksual dari kasus Agni akan segera di wisuda dan namanya sudah tercantum dalam daftar wisudawan November 2018 ini. penyintas atau korban tidak mendapatkan transparansi, kejelasan, dan hukuman yang adil bagi pelaku pelecehan seksualnya.

    kekerasan seksual

    Cornelia Natasya sebagai narahubung #kitaAGNI menyampaikan bahwa masih banyak kasus-kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di UGM. Sehingga aksi ini merupakan awal dan akan ada lagi gerakan-gerakan selanjutnya. Gerakan ini digelar supaya kasus pelecehan maupun kekerasan seksual dapat diselesaikan secara adil dan transparan.

    Baca juga: Bagaimana Kita Memperlakukan Pengidap HIV/AIDS

    Ia menegaskan bahwa keberanian penyintas menghantar mereka pada hari ini, tidak semua penyintas berani berjalan seniri dan membangun support sistemnya sendiri. Dan ia melakukan itu, sendiri. Natasya mengatakan bahwa mereka disini akan melanjutkan perjuangan penyintas.

    kekerasan seksual

    Jika boleh dibilang, sebenarnya masih banyak penyintas yang lainnya. Banyak kasus pelecehan seksual yang belum diselesaikan di UGM. Para penyintas ini akan kembali berdiri dan berjuang. Menurut Natasya, ada 9 tuntutan yang diajukan dalam gerakan #kitaAGNI. Sembilan tuntutan ini juga sudah dikonfirmasi ke penyintas.
    1. Memberikan pernyataan publik yang mengakui bahwa tindak pelecehan dan kekerasan seksual dalam bentuk apapun, terlebih pemerkosaan, merupakan pelanggaran berat.
    2. Mengeluarkan civitas akademika UGM yang menjadi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual.
    3. Memberikan teguran keras bahkan sanksi bagi civitas akademika UGM yang menyudutkan penyintas pelecehan dan kekerasan seksual.
    4. Memenuhi hak-hak penyintas pelecehan dan kekerasan seksual, termasuk hak mendapatkan informasi terkini dan transparan mengenai proses penanganan kasus serta pendampingan psikologis, layanan kesehatan, bantuan hukum, dan penggantian kerugian material.
    5. Menyediakan ruang aman bagi penyintas pelecehan seksual untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya.
    6. Menjunjung tinggi dan memastikan terpenuhinya perspektif dan privasi penyintas serta asas transparansi dan akuntabelitas dalam segala bentuk pemberitaan tentang kasus pelecehan dan kekerasan seksual di UGM.
    7. Meninjau ulang dan merevisi tata kelola dan peraturan di tingkat departemen, fakultas, maupun universitas yang masih memberi peluang bagi terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual.
    8. Merancang dan memberlakukan peraturan yang mengikat di tingkat departemen, fakultas, maupun universitas tentang pencegahan, penanganan, dan penindakan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang melibatkan civitas akademika UGM.
    9. Menyelenggarakan pendidikan anti pelecehan dan kekerasan seksual yang berpihak pada penyintas ketika pelatihan pembelajar suskes bagi mahasiswa baru (PPSMB) dan pembekalan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di tingkat departemen, fakultas, dan universitas.

    Baca juga: Jutaan Petisi Dunia Desak Indonesia Stop Makan Anjing

    Yang wajib diingat ialah jangan sampai kita mengatakan ‘kucing kalau dikasih ikan juga mau’. No. Bukan seperti itu. Yang ada adalah pelaku kekerasan seksual memakan korbannya. Jadi jika ingin berkomentar mengenai isu-isu yang seperti ini harap menjadi pengomentar yang bijaksana ya sahabat pagi.

    Semoga bermanfaat ^^

    loading...