Malioboro Yang Megah, Peradaban Jangan Runtuh

    0
    436
    malioboro
    Pemda DIY minta supaya Pemkot Yogyakarta menjadi garda terdepan dalam memelihara dan menjaga kebersihan jalur semi pedestrian kawasan Malioboro yang sudah rampung direvitalisasi. Kesadaran masyarakat pun diharapkan terus tumbuh untuk bersama-sama menjaga ikon Yogyakarta tersebut, agar tidak muncul problematika baru.
    Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan bahwa tahapan penataan jalur pedestrian sudah selesai. Lalu juga penataan vegetasi perindang sumbu filosofi. Bahkan hingga lampu antik mulai dari Tugu Pal Putih hingga Jalan Pangurakan kawasan Malioboro. Beliau ingin Pemkot Yogyakarta harus tampi di depan. Kita hanya sebagai pendukung dengan membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Kawasan Keistimewaan. Tapi yang operasional di lapangan leading sectornya tetap Pemkot Yogyakarta.

    Baca juga: Tips Buat Yang Suka Wisata Kuliner

    Gatot menekankan upaya menjaga dan merawat kawasan Malioboro pasca revitalisasi jalur pedestrian sisi Barat selesai tahun ini, bisa berkaca pada penataan sisi Timur tahun lalu. Selain Pemkot Yogyakarta yang akan menjadi garda terdepan, masyarakat harus bersama sama memiliki dan menjaga kawasan Malioboro tanpa harus ada tindakan represif atau berbagai larangan.

    Gatot mengimbuhkan bahwa kita harus mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan merasa memiliki Malioboro. Yang terpenting ialah menciptakan suasana yang adhem untuk merawat apa yang sudah ditata dan dipercantik ini.

    Baca juga: Pastikan Mampir Kesini Kalau Berlibur ke Yogyakarta!

    Wakil Ketua DPRD DIY Arief Noor Hartanto yang akrab disapa Inung mengatakan bahwa upaya menjadikan Malioboro sebagai kawasan semi pedestrian cukup bagus, tidak hanya dari sisi kenyamanan bagi pengunjung, tapi juga pariwisata. Sayangnya semua itu belum diimbangi kesadaran masyarakat termasuk pengunjung dan wisatawan untuk turut memelihara. Misalnya di sisi Timur yang sudah selesai dibangun, ternyata muncul berbagai problematika baik dari aspek fisik maupun peradaban masyarakat.

    Beliau menambahkan bahwa problem fisiknya ialah ketika bangunan sudah ditata dengan baik, namun masyarakat masih belum sadar untuk menjaganya. Apabila Malioboro benar-benar akan dijadikan kawasan semi pedestrian. Tentunya wilayah-wilayah yang dipakai orang untuk menikmati keindahan Malioboro, secara fisik harus terus dijaga dan dipelihara dengan baik.

    Baca juga: Travelling Impian 2019, Siapkan Koper dan Paspormu

    Sahabat pagi yang lagi berkunjung ataupun berlibur di Jogja, jangan sampai merusak sarana dan prasarana yang ada disana ya. Ingat kita harus menjaga kebudayaan kita. Misalnya dengan tidak mencoret-coret dinding ataupun merusak tanaman disekitar.

    loading...