Crawl: Saat Rumahmu Menjadi Sarang Predator Terganas

0
62
crawl

Crawl mencoba menampilkan sisi paling buruk dari bencana banjir, yakni menghanyutkan predator terganas di sekitar rumahmu. Bagaimana kisah film ini dan review-nya? Simak yuk!

Musibah banjir mungkin bukan hal yang aneh lagi bagi mereka yang hidup di dataran rendah. Terlebih lagi jika resapan air dan saluran pembuangan air yang kurang memadai. Banjir pasti akan semakin lama dan air akan menggenang semakin tinggi. Namun, apa jadinya jika bencana banjir malah mendatangkan malapetaka lebih dahsyat di sekitar rumahmu tinggal?

Baca juga: Buku Manual Apple-1 Dilelang, Harganya Ratusan Juta Rupiah

Sinopsis: Banjir yang Mendatangkan Malapetaka

Badai yang melanda Florida, Amerika Serikat selalu menjadi badai terekstrem di negara tersebut. Semua penduduk berusaha menyelamatkan diri sebelum badai semakin hebat dan membawa banjir. Namun di tengah proses evakuasi Hailey Keller (Kaya Scodelario) malah mengunjungi daerah yang terkena badai parah untuk mencari keberadaan sang ayah, Dave Keller (Barry Pepper).

Hailey terpaksa datang ke rumah sang ayah karena ayahnya tidak menjawab telepon atau membalas pesannya. Ternyata sang ayah sedang sekarat di rubanah rumah mereka lantaran kakinya patah diserang buaya.

Hailey yang mengetahui hal tersebut langsung mencoba menyelamatkan sang ayah. Namun sayangnya, mereka terperangkap di rubanah dengan dua buaya besar di sana dan badai besar yang akan menenggelamkan rumah mereka. Malapetaka semakin bertambah, tanpa sepengetahuan Hailey dan Dave, rumah mereka sudah menjadi sarang bagi buaya-buaya tersebut.

Minim Jumlah Pemain Namun Tegangnya Maksimal

Satu hal yang saya sadari saat menonton film ini adalah minimnya aktor dan aktris yang membintangi film ini. Sepanjang film, kisah dalam film Crawl hanya berkutat pada sosok Hailey dan ayahnya yang dikepung oleh buaya.

Film yang disutradarai oleh Alexandre Aja ini memang menampilkan pemeran lain namun porsinya sangat sedikit dibandingkan Kaya dan Barry. Meski begitu, hasil dari film crawl ini tetap menghadirkan ketegangan yang luar biasa yang bahkan membuat kita sulit bernapas.

Baca juga: Risiko yang Bisa Timbul dari Pernikahan Sedarah atau Inses

Akhir film yang kurang memuaskan

Setelah merasakan ketegangan selama kurang lebih 70 menit, sayangnya kita tidak dipuaskan dengan akhir dari filmnya. Menurut saya, film ini sengaja dipanjangkan durasinya sebab penyelesaian masalah yang bisa dibuat sederhana malah berbelit, seolah ingin terus membuat kita tegang.

Padahal tanpa diperpanjang pun seharusnya film bisa selesai tanpa menghilangkan kesan ketegangan yang sudah dibangun sepanjang film. Karena perpanjangan ini, saya merasa sedikit bosan saat film memasuki babak akhirnya.

Namun, jika kamu memang ingin menyaksikan film dengan menantang adrenalin dan dengan jalan cerita yang sulit tertebak, film satu ini bisa menjadi rekomendasi untuk kamu tonton minggu ini.

Baca juga: Ribuan Turis ‘Berburu’ Embun Upas di Gunung Bromo

loading...