Silampukau, menceritakan Kota Surabaya lewat lagunya

0
46
silampukau

Silampukau, menceritakan Kota Surabaya lewat lagunya – Silampukau merupakan band bergenre indie folk asal Surabaya yang beranggotakan Kharis Junandharu (Vocal/gitar) dan Eki Tresnowening (Vocal/gitar). Band folk ini pertama kali terbentuk pada tahun 2009. Seakan tak mengikuti arus musik indonesia yang cenderung ke arah genre Pop dan Rock, Silampukau mengalunkan musik sendu dengan lirik-lirik yang menceritakan hiruk pikuk kehidupan di kota Pahlawan.

#silampukau @mahakaryafib_2017 #semarang Foto oleh @ryodinata

A post shared by Silampukau (@silampukau) on

Pada awal kemunculannya di tahun 2008, Silampukau tak hanya merilis single “Berbenah” saja. Namun, mereka juga merekam album mini secara live bertajuk “Sementara ini” yang berisikan empat lagu : Cinta Itu, Hey, Sampai Jumpa, dan Pagi. Silampukau cepat mendapat respons positif dari penyuka lagu folk setelah menggratiskan single “Berbenah” dan album mini “Sementara ini” melalui internet di halaman Soundcloud.

 

silampukau
Album mini “Sementara ini”
Source : Https://Silampukau.com

Lalu, setelah enam tahun kemudian lahirlah album Dosa, Kota, & Kenangan yang berisikan 10 lagu. Pada setiap lirik lagu dalam album Dosa, Kota, & Kenangan, menceritakan suasana kehidupan di kota Surabaya. Misalnya, lagu berjudul Bianglala yang menceritakan Taman Hiburan Rakyat yang sudah menjadi ikon Kota Surabaya dan masyarakatnya. Lalu, lagu berjudul Malam Jatuh di Surabaya menceritakan hiruk pikuk jalanan kota Surabaya menjelang malam tiba. Dan juga pada lagu yang berjudul Doa 1 mengandung lirik yang bercerita tentang mimpi mereka yang ingin sukses dalam bermusik hingga masuk ke layar televisi.

 

silampukau
Album mini “Dosa, Kota & Kenangan”
Source : Https://Silampukau.com

Dikutip dari Wikipedia, Mereka mengakui bahwa lirik-lirik lagu itu berasal dari warung kopi. “Di warung kopi, koreng-koreng kehidupan dikelupas dan dipamerkan dengan bangga. ‘Saya pernah begini, saya pernah begitu’, semua dosa dipaparkan dan semua prestasi dipamerkan. Di situ narasi-narasi tentang kota lebih hidup ketimbang lewat mata akademisi atau politikus,” kata Kharis.

Kini lagu-lagu mereka sudah dapat dinikmati secara resmi pada layanan musik online Spotify. Dan pada website resmi Silampukau juga terdapat lirik-lirik lagu mereka serta berbagai merchandise Silampukau yang bisa kita beli.

Baca juga artikel inspiratif lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here