Tradisi Unik Berbagai Negara Merayakan Bulan Ramadhan

0

Ramadhan adalah bulan suci yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh jutaan umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan, bulan yang sering disebut sebagai bulan penuh pengampunan adalah kesempatan bagi umat muslim untuk memperbaiki diri dan menambah pahala. Namun, tidak melulu tentang puasa dan ritual ibadah, bulan ini juga menyimpan ragam jenis tradisi turun-temurun yang berbeda di tiap wilayah.

Di Indonesia, yakni tepatnya  Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki tradisi membersihkan diri yang disebut dengan istilah “Padusan”. Padusan sendiri biasanya dilaksanakan sebelum Ramadhan tiba dengan cara membersihkan diri dari kepala hingga kaki di sungai. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, nyatanya negara-negara lain di dunia juga memiliki tradisi unik masing-masing untuk merayakan datangnya bulan suci. Kira-kira seperti apa cara mereka merayakannya? Berikut diantaranya.

Baca juga: Tradisi Idul Fitri dari Berbagai Negara

Lebanon

Di Lebanon dan beberapa wilayah di kawasan Timur Tengah memiliki tradisi yang disebut midfa al iftar. Midfa al iftar merupakan tradisi yang sudah ada dan dimulai di Mesir sejak 200 tahun lalu. Letusan meriam yang menjadi penanda waktu iftar atau waktu berbuka puasa adalah ciri khas tradisi ini. Meskipun sempat hilang di tahun 1989 karena penjajahan, tradisi ini berhasil dihidupkan kembali oleh para tentara Lebanon dan berhasil bertahan hingga saat ini

Uni Emirat Arab

Jatuh pada hari ke 15 di bulan sebelum Ramadhan, yakni Bulan Sya’ban, Haq al laila merupakan tradisi unik perayaan Ramadhan di Uni Emirat Arab. Pada hari tersebut, anak-anak kecil akan menggunakan pakaian cerah. Mereka mengunjungi para tetangga untuk meminta permen manis dan kacang-kacangan sembari membawa tas yang disebut kharyta. Anak-kecil tersebut akan berkeliling di jalan sambil menyanyikan lagu khas daerah masing-masing.

Mesir

Masyarakat mesir menyambut kedatangan Bulan Ramadhan dengan cahaya warna-warni lentera yang disebut dengan fanous. Fanous sendiri adalah lentera rumit yang melambangakn persatuan dan kebahagiaan sepanjang bulan suci. Hampir mirip dengan Uni Emirat Arab, anak-anak kecil di Mesir juga akan berkeliling, bernyanyi, sambil meminta hadiah dan permen manis. Bedanya, di Mesir anak-anak tersebut tidak akan ketinggalan membawa fanous –yang merupakan ciri khas mereka saat turun ke jalan.

Baca juga: Tradisi Unik Sambut Tahun Baru Islam di Indonesia

Albania

Albania juga memiliki tradisi unik saat Ramadhan. Setiap hari selama bulan suci, anggota dari komunitas muslim akan melakukan parade di jalanan dengan memainkan alat musik mirip drum yang dilapisi dengan bulu kambing atau domba. Alat musik ini disebut dengan lodra. Biasanya, keluarga muslim akan mengundang mereka untuk bertamu untuk memainkan balada tradisional sekaligus untuk merayakan waktu buka puasa. Sejak masa kekaisaran Ottoman, tradisi ini terhitung sudah dilakukan selama berabad-abad.

Tips Menikmati Ramadhan Selama Masa Swakarantina

0

Adanya beberapa kendala membuat Ramadhan tahun 2020 jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Anjuran untuk di rumah saja membuat banyak aktivitas beribadah yang biasanya di masjid menjadi dialihkan ke rumah. Aktivitas di rumah yang terbatas seringkali cepat membuat bosan. Hal ini juga mempengaruhi mengikisnya suasana Ramadhan yang biasanya hadir. Tapi, ini seharusnya bukan menjadi alasan kita untuk bersedih. Ramadhan yang hanya hadir 1 tahun sekali akan sayang jika dilewatkan hanya dengan bersedih dan bermalas-malasan. Lalu bagaimana ya tips menikmati Ramadhan walaupun selalu di rumah? Mari kita ulas.

Baca juga: Tradisi Unik Berbagai Negara Merayakan Bulan Ramadhan

Gerakan 1 Hari 1 Juz

Cara yang satu ini memang sudah umum dan sering dilakukan oleh banyak orang saat Ramadhan tiba. Namun dengan sedikit kreativitas, gerakan 1 hari 1 juz akan jadi lebih bermakna dan menarik. Caranya? Ajak keluarga ataupun teman terdekatmu untuk gabung dalam grup online. Sistemnya adalah, siapa saja di grup tersebut harus berkomitmen untuk mengaji Al-Qur’an sebanyak 1 juz per hari. Setelah selesai melaksanakannya, para anggota grup harus menandai juz maupun surat yang sudah dibaca di hari itu. Ini juga bisa menjadi penyemangat untuk anggota grup lain agar sama-sama semangat dalam mengaji. Bisa juga ditambahkan saling diskusi arti dari sebuah surat di Al-Qur’an. Mainkan kreativitas, sehingga kegiatan ini semakin menarik. Selain menambah pahala, Anda juga menambah wawasan tentang Al-Qur’an lewat diskusi. Dan pastinya, tetap menjaga silahturahmi antar anggota grup walaupun mungkin dipisahkan oleh jarak dan waktu.

Perencanaan Sajian Buka Puasa dan Sahur

Sudah pernah dengar tentang istilah meal prep? Metode perencanaan konsumsi harian tersebut sedikit berbeda jika berhubungan dengan Bulan Ramadhan. Karena puasa, kita hanya bisa menyantap makanan dan minuman di waktu sahur dan berbuka saja. Tidak masalah bukan? Akan lebih seru dan menantang menyiapkan perencanaan konsumsi untuk berbuka dan sahur, berikut jajanannya. Anda bisa mencari inspirasi dengan bertanya tetangga, teman, atau mencari di internet. Merasa tertantang? Silahkan segera mencoba.

Baca juga: Menu Buka Puasa Yang Tepat Dan Sehat Di Bulan Ramadhan

Terawih Bersama Keluarga

Ini dia yang paling berbeda. Sholat terawih di rumah memang agak aneh karena biasanya kita melakukan sholat di masjid terdekat. Manfaatkan saja momen ini untuk lebih dekat dengan sesama anggota keluarga Anda. Menggelar sholat berjamaah di rumah juga merupakan salah satu usaha menjaga suasana Ramadhan tetap tercipta. Pahala tetap sama, apalagi di Bulan Ramadhan yang disebut bulan pengampunan.

Mencoba Sesuatu yang Baru

Banyak orang memiliki bucket list tentang hal-hal baru yang ingin dicoba, tapi sering terhalang oleh tidak adanya kesempatan maupun waktu karena terlalu sibuknya Anda? Ini dia saatnya. Anda bisa belajar keterampilan-keterampilan baru yang sudah lama ingin Anda coba. Sebut saja melukis, belajar bahasa asing, memasak, atau Anda bisa isi sendiri daftar tersebut menjadi daftar milik Anda sendiri.

Tips Berkebun Di Area Hunian Yang Terbatas

0

Berkebun nampaknya menjadi kegiatan yang sangat minim dilakukan di wilayah perkotaan, apalagi yang bertempat tinggal di dalam apartement. Sebisa mungkin Kamu harus pintar memanfaatkan ruangan tersebut agar bisa dipenuhi dengan aneka tanaman hijau.

Selain mempercantik teras yang sempit, Kamu juga mudah mengembangkan hobi berkebun. Karena manfaatnya luar biasa dan pasti menguntungkan bagi kesehatan mental dan fisik.

Saat ingin berkebun di teras, Kamu juga tak usah khawatir memilih aneka tanaman yang bisa dipakai. Aneka tanaman tersebut terdiri dari tanaman herbal, buah-buahan hidroponik, hingga bunga-bunga cantik yang bisa tumbuh di pot.

Baca Juga : Inspirasi Desain Pagar Rumah Minimalis

Lalu apa saja yang harus dilakukan bila ingin berkebun namun areanya terbatas? Yuk simak beberapa tips berkebun dibawah ini untuk area hunian yang tidak terlalu luas.

Siapkan ruangan favorit untuk berkebun

Jika rumah Kamu dibangun di atas dasar tanah, bisa memilih jenis pohon-pohon kecil. Tapi kalau dibangun di atas gedung alias apartemen, Kamu bisa mempergunakan terasnya. Pilih juga jenis pot yang kokoh dan pasti desainnya cantik agar indah dipKamung.

Baca Juga : Manfaat Pasang Turbin Vantitalor Untuk Hunian

Pilih jenis tanah yang cocok

Setiap jenis tanaman belum tentu tumbuh di tanah yang sama. Pakailah campuran sempurna dari tanah, pupuk dan kompos agar hasilnya maksimal. Kamu juga perlu memeriksa selalu tanaman agar terawat dengan baik.

Pilih pot

Jika berkebun adalah hal yang pertama kali kamu lakukan, pilihlah pot yang terjangkau harganya, berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan kamu ya.

Rajin disiram

Memiliki tanaman berarti kamu juga harus rajin menyiramnya ya, jangan sampai tanamanmu mati karena kekurangan air ya, dan perhatikan konsumsi air untuk menyiram tanamanmu. Jangan sampai berlebih ya!

Jadi gimana nih, Sahabat Inspirasi Pagi? Kapan mau memulai berkebun?

Perhatikan Hal ini Saat Menggunakan Baja Ringan

0

Jika Sahabat Pagi ingin membuat rumah. Atap merupakan unsur penting. Selain untuk menutupi keseluruhan bangunan, atap berfungsi sebagai pelindung saat panas atau hujan. Kini, material dengan baja ringan menjadi pilihan yang tepat untuk pembuatan atap. Namun, atap dengan material baja ringan ini memiliki kelebihan. Salah satunya memiliki daya tarik tegang yang baik walau terbilang ringan.

Jika Anda berencana membangun rumah menggunakan atap baja ringan, berikut hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan baja ringan.

  • Sesuaikan Rangka Atap dengan Model Atap

Atap rangka baja ringan bisa dibentuk menjadi berbagai model atap. Atap baja ringan ini juga mudah untuk dipotong dan dibentuk sesuai model atap yang akan dipakai. Hanya saja bentukan rangka atap baja ringan juga harus disesuaikan dengan pembebanan yang akan ditumpu rangka tersebut. Jarak yang digunakan sebaiknya dibuat semakin rapat pada saat pemasangan. Maksimal kerenggangan antar baja yakni 150 cm.

Baca Juga : Desain Pagar Rumah Minimalis yang Cocok untuk Hunian

  • Sesuaikan dengan Jenis Penutup

Walau menggunakan rangka baja ringan, bukan berarti bisa menggunakan penutup dari bahan logam saja. Anda bisa memilih penutup seperti asbes, keramik, kaca hingga beton. Namun kembali lagi, Anda harus memperhatikan penutupnya karena semakin berat bobot penutup yang dipakai, semakin banyak baja ringan yang digunakan.

  • Pilih Baja Ringan dengan Pre-fabrikasi

Pre-fabrikasi merupakan model pemasangan baja ringan yang sebelumnya sudah dipotong-potong oleh pabrik. Pemilihan baja ringan dengan pre-fabrikasi akan membantu para tukang bekerja lebih efisien karena tak perlu melakukan penghitungan serta pengukuran manual saat memasang. Tentunya,dengan metode ini memiliki jaminan rapi serta akurat.

Baca Juga : Manfaat Pasang Turbin Ventilator untuk Rumah

  • Memiliki Garansi

Selain hal di atas, Anda juga harus memastikan bahwa baja ringan yang Anda beli memiliki garansi. Bukan hanya garansi pemakain dan instalasi saja, tetapi garansi produksi yang menyatakan ketahan baja telah teruji sesuai keterangan yang telah diinformasikan oleh pihak penjual.

Desain Pagar Rumah Minimalis yang Cocok untuk Hunian

0

Pagar merupakan elemen yang tak boleh tertinggal saat membangun sebuah rumah. Apalagi jika Anda tinggal di komplek perumahan atau berdampingan dengan jalan raya. Selain itu, pagar akan membuat penampilan rumah menjadi lebih menawan. Namun, jika pagar yang dibangun hanya itu-itu saja akan terlihat monoton. Yuk simak beberapa desain pagar rumah minimalis berikut.

  • Pagar Rumah dengan Batu Alam

Pemilihan pagar rumah dengan batu alam akan terlihat kokoh dan menawan. Namun, ada baiknya jika pemilihan bentuk batu yang digunakan tidak terlalu mencolok karena akan menghilangkan unsur minimalisnya.

Baca Juga : Manfaat Pasang Turbin Ventilator untuk Rumah

  • Pagar Rumah dengan Material Kayu

Pagar rumah dengan material kayu sudah populer sejak lama. Dengan penggunaan material kayu, kesan natural dan minimalis akan semakin ketara. Jangan lupa untuk memilih kayu dengan kualitas yang bagus agar awet jika terpapar sinar matahari atau saat hujan turun. Semprotkan pula semprotkan cairan anti rayap dan anti air untuk meningkatkan durabilitasnya.

  • Pagar Rumah dengan Roster

Roster merupakan partisi atau penyekat antar ruang yang berfungsi sebagai lubang sirkulasi udara dan pencahayaan di siang hari. Roster sering disebut juga ventilation block.  Kini, penggunaan roster bisa dipilih sebagai material pagar rumah. Roster juga memiliki beragam jenis, seperti roster batako, roster keramik, roster kayu, dan roster tanah liat. Selain memiliki komposisi yang apik dan estetik, pemilihan jenis roster juga mempengaruhi daya tahan pagar. Pilih jenis roster yang pas dan tahan lama untuk hunian Anda.

Baca Juga : Sushi Cake, Kue Ulang Tahun Spesial Untuk Pecinta Kuliner Jepang

  • Pagar Rumah dengan Baja dan Beton

Desain minimalis pada pagar rumah bisa menggunakan material beton dan baja ringan. Penggunaan beton untuk bagian pintu pagar agar lebih kokoh, sementara material baja ringan dipasang mengelilingi rumah. Model pagar dengan baja dan beton ini terlihat simple, minimalis namun tetap elegan.

So, pilih pagar rumah mana untuk hunianmu nanti?

Manfaat Pasang Turbin Ventilator untuk Rumah

0

Apakah Sahabat Pagi pernah mendengar Turbin Ventilator? Atau mungkin sebenarnya tahu namun tidak mengetahui istilahnya. Bentuknya seperti kubah dengan sirip melingkar dan dipasang pada atap-atap rumah atau sebuah bangunan. Nah, bagi Anda yang berada di dunia konstruksi, pasti tidak asing mendengarnya.

Turbin ventilator sendiri merupakan ventilasi atap yang bisa membantu proses sirkulasi udara pada atap rumah. Alat ini memiliki fungsi yang sama dengan exhaust fans dan roof fans. Namun, apa manfaat lain pasang turbin ventilator untuk rumah?

Baca Juga : Fujifilm Hadirkan Instax Mini LiPlay yang Bisa Menambahkan Suara

  • Atasi Masalah Udara

Kegunaan turbin ventilator adalah mengatasi masalah udara. Tentunya masalah udara ini tidak lepas dari masalah sehari-hari seperti panas dan pengap. Hal ini tidak baik pula untuk kesehatan tubuh. Dengan penggunaan turbin ventilator ini, Anda dapat mengurangi beberapa masalah tersebut sehingga kelembapan ruangan lebih terjaga.

  • Bersifat Ramah Lingkungan

Selain dapat mengeluarkan kotoran karena sistem kerjanya yang mengundang angin masuk ke dalam ruangan, alat ini bersifat ramah lingkungan karena bahan bakunya terbuat dari stainless steel atau alumunium yang kuat dan tahan lama dari cuaca serta suhu udara.

Baca Juga : Beda Galvalum, Galvanis, dan Zicalum

  • Hemat Biaya dan Energi

Manfaat lain dari penggunaan turbin ventilator ini adalah hemat biaya dan energi. Bagaimana bisa? Sekilas Anda akan mengira bahwa alat ini akan membutuhkan biaya yang cukup banyak. Nyatanya tidak. Ditambah lagi turbin ventilator ini bisa digunakan selama 24 jam non stop. Anda hanya perlu membayar biaya untuk pembelian alat dan proses pemasangannya saja. Untuk biaya perawatan sendiri bebas biaya. Selain itu, alat ini tidak membutuhkan listrik dalam pengaplikasiannya.

  • Mudah dipasang dan diaplikasikan

Turbin Ventilator ini mudah dipasang dan diaplikasikan pada jenis atap apapun. Pemasangannya pun tak melulu harus di tengah atap. Anda bisa memasangnya di bagian pinggir, atau sisi lain atap. Namun, pemasangannya pun tak boleh sembarangan. Alat ini harus bertumpu pada rangka atap dan diikat dengan pemasangan sekrup agar kokoh. Selain itu, alat ini menjadi alat alternatif saat Anda tidak ingin memasang AC (Air Conditioner). Tentunya dibandingkan dengan AC yang menguras banyak listrik, pilih turbin ventilator saja untuk berhemat.

Untuk pemilihan turbin ventilator yang baik bisa langsung cek di Kencana Indonesia saja.

Beda Galvalum, Galvanis, dan Zicalum

0

Ada Sahabat Pagi pernah mendengar apa itu baja ringan? Bagaimana dengan Galvalum, Galvanis atau Zicalum? Pasti pernah mendengarnya ya. Kemudian mana yang bagus untuk bangunan rumah?

Sebenarnya baja ringan adalah nama umum yang digunakan untuk berbagai produk pabrikan yang memproduksi kerangka atap rumah dan bangunan. Namun, di pasaran nama baja ringan sendiri memiliki merek dagang seperti galvalum, galvanis, atau zicalum.

Apakah ada perbedaan dari galvalum, galvanis, atau zicalum ini? Tentu ada. Perbedaannya terletak pada lapisan yang digunakan untuk menutup seluruh permukaan baja ringan tersebut. Hal ini karena baja merupakan jenis logam yang sangat mudah berkarat jika terkena udara. Oleh karena itu, memerlukan logam lain sebagai pelapis anti karat. Logam yang biasanya digunakan untuk melapisi adalah aluminium dan zinc. Kombinasi kedua logam pelapis ini membuat baja ringan menjadi kuat dan lebih tahan karat.

Baca Juga : 5 Desain Kanopi ini Bisa Jadi Pilihan

Selain itu, ketiga merek baja ringan tersebut dibedakan berdasarkan kandungan lapisannnya. Untuk galvalum, terdiri dari 55% aluminium, 43% zinc, dan 1,5% silicon. Untuk galvanis, terdiri dari 98% zinc dan 2% aluminium. Sedangkan zicalum merupakan sebutan merk dagang untuk galvalum yang diproduksi oleh Bluescope Steel Ltd.

Akan tetapi secara keseluruhan, kekuatan baja ringan tidak selalu dari merk dagangnya. Bisa jadi ada beberapa indikator lain yang harus Anda perhatikan seperti ukuran dan ketebalan baja ringan itu sendiri. Jadi tebal tipis baja ringan  juga memengaruhi kekuatan bangunan Anda. Butuh info baja ringan? Pilih Kencana Indonesia saja.

5 Desain Kanopi Ini Bisa Jadi Pilihan

0

Cuaca di Indonesia yang beriklim tropis serta memiliki curah hujan yang cukup tinggi ini membuat para arsitek berlomba-lomba mendesain kanopi atau atap tambahan untuk membangun rumah. Salah satu fungsi dari kanopi adalah sebagai pelindung jendela, pintu, dan ventilasi. Selain itu, kanopi bisa mempercantik desain rumah. Ingin tahun desain kanopi seperti apa saja yang bisa jadi pilihan Sahabat Pagi saat membangun rumah? Yuk, simak info berikut.

  • Kanopi Samping Berbahan Kaca

Kanopi samping berbahan kaca ini sering menjadi andalan banyak orang karena cocok dengan gaya minimalis. Hanya saja, desain ini tidak mampu menahan sinar mataharu dengan maksimal, cukup untuk menahan hujan saja. Eleganlah yang sering digunakan banyak orang untuk memilih menggunakan desain kanopi berbahan kaca transparan.

Baca Juga : Detoks Tubuh dengan Infused Water

  • Kanopi Lekuk Minimalis

Kata Minimalis kini semakin populer. Mulai dari gaya hidup hingga desain minimalis. Menggunakan desain lekuk minimalis pada kanopi juga bisa jadi pilihan. Desain ini memiliki gaya lembut yang dapat mencerahkan suasana. Selain itu, desain kanopi lekuk minimalis tetap terlihat modern dan tidak terlalu ribet.

  • Kanopi modern retractable

Sesuai namanya desain ini desain yang modern. Desain retractable memiliki arti fitur buka tutup pada bagian atas atau atapnya yang menggunakan sejenis motor untuk menggerakkan atapnya. Desain ini juga fungsional karena bisa disesuaikan dengan keinginan. Jika terasa panas, Anda bisa menutup atap untuk berteduh dari sinar matahari. Jika ingin menikmati indahnya bintang di malam hari, cukup tekan remote control untuk membukanya.

Baca Juga : 5 Material Rumah Ramah Lingkungan

  • Kanopi waterproof

Desain minimalis lain yang bisa Anda coba adalah kanopi waterproof ini. Dengan kayu solid sebagai penopang kanopi serta panel kayu pada bagian atapnya membuat desain kanopi ini sedikit berbeda dengan yang lainnya. Instalasi material waterproof yang transparant digunakan supaya bisa berlindung dari terik matahari. Desain kanopi bahan kayu ini cocok untuk outdoor dan tampak kokoh.

  • Kanopi Hemat Ruang

Jika rumah Anda termasuk rumah mungil atau tidak terlalu besar tapi ingin memiliki kanopi. Anda bisa memakai desain kanopi hemat ruang ini. Selain hemat tempat karena bertumpu pada titik-tik permukaan dinding, desain ini cukup praktis. Pilih material baja ringan dalam pembangunannya.  Hemat tempat, hemat biaya.

5 Material Rumah Ramah Lingkungan

0

Beberapa tahun terakhir ini banyak orang menyerukan tentang apapun yang ramah lingkungan karena efek perubahan cuaca yang cukup drastis. Misalnya pengurangan penggunaan kantong plastik dengan kantong kain, sedotan bambu, peralatan makan dari kayu, penggunaan tumblr, dan masih banyak lainnya. Hal ini tak berhenti pada kebutuhan sehari-hari saja, material ramah lingkungan juga berlaku untuk pembangunan sebuah rumah atau bangunan lain. Seperti apa saja mateial ramah lingkungan yang bisa digunakan? Yuk, simak info berikut.

  • Ashcrete

Ashcrete dibuat menggunakan abu terbang yang merupakan produk hasil pembakaran batu bara. Ashcrete ini disebut-sebut mampu menggantikan penggunaan semen tradisional dan memiliki daya rekat yang sangat kuat.

Baca Juga : Kelebihan Atap Baja Ringan untuk Bangunan

  • Hempcrete

Jika ashcrete terbuat dari hasil pembakaran batu bara, hempcrete terbuat dari serat tanaman hemp yang dicampur dengan kapur sehingga adonannya menyerupai beton. Hempcrete ini bobotnya lebih ringan ketimbang beton pada umumya, namun kuat untuk menahan beban yang berat.

Selain digunakan sebagai material bangunan ramah lingkungan, hemp juga berfungsi sebagai bahan baku pengembangan minyak, serta dan selulosa, serta bahan-bahan yang berguna untuk kebutuhan industri. Hemp merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga Canabis Sativa.

  • Jerami

Siapa yang tahu mengenai jerami. Walau sudah banyak yang menggunakannya sejak dahulu, kini jerami kembali menjadi material ramah lingkungan populer yang dipilih banyak orang. Tentunya dengan harga yang cukup murah dan mudah didapat, jerami dapat digunakan sebagai atap rumah atau dinding. Selain itu, menggunakan bahan jerami berfungsi sebagai peredam suara dan isolator panas sehingga membuat penghuni rumah merasa sejuk di siang hari tanpa suara bising dari luar.

Baca Juga : Nike Fit, Aplikasi Agar Pembeli Tak Lagi Salah Ukuran

  • Bambu

Banyak rumah bambu yang Anda temui saat pergi ke desa, kan? Namun, pemilihan material ramah lingkungan ini juga merambah pada model bangunan di kota. Tak hanya rumah, kafe atau bangunan lainnya juga memilih bambu untuk material yang digunakan sebagai pengganti kayu. Selain kuta dan dapat menopang beban berat, pemilihan material bambu bisa meningkatkan nilai estetik sebuah bangunan.

Jikalau pada zaman dahulu orang memilih kayu untuk membangun rumah mereka. Kini, Anda bisa memilih baja ringan untuk pembangunan atap rumah. Kenapa? Selain tidak mudah keropos dan anti rayap layaknya kayu, penggunaan atap baja ringan mampu mengurangi permintaan kayu. Selain itu, Anda dapat mendaur ulangnya berkali-kali dan menghemat biaya untuk pembersihan anti rayap.

Kelebihan Atap Baja Ringan untuk Bangunan

0

Pernahkah Sahabat Inspirasipagi  kebingungan saat memilih rangka apa yang sebaiknya digunakan untuk bangunan yang diinginkan? Rangka kayu atau rangka baja. Sebenarnya baik rangka kayu ataupun rangka baja sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, banyak yang memilih rangka baja dikarenakan sifatnya yang tahan lama dan kuat. Rangka baja juga ada yang ringan. Saat ini, atap rangka baja ringan menjadi primadona tersendiri untuk bangunan modern.

Lalu, apa sih kelebihan memilih rangka baja ringan untuk atap bangunan? Berikut informasinya.

  • Mudah dipasang

Memiliki sifat ringan inilah membuat rangka atap baja ringan mudah dipasang. Selain itu, dapat menghemat waktu dan biaya pengerjaan. Rangka baja ringan memiliki sistem sambungan yang tidak terlalu rumit juga. Sambungan ini bisa berupa skrup, baut, lasa atau keling serta mudah dirangka dengan konstruksi lain seperti beton dan kayu. Rata-rata berat atap baja ringan ini sekitar ± 9 kg / m2.

Baca Juga : Jerome Polin, Inspirasi Anak Muda

  • Ringan dan Antikarat

Pemilihan menggunakan rangka baja ringan untuk atap bangunan dapat membuat anda terhindar dari serangan rayap karena susunan rangka ini terbuat dari material logam yang antikarat. Dengan menggunakan baja ringan, Anda tidak perlu melakukan finishing secara berkala.

  • Kuat dan Tahan Lama

Walau terbilang ringan sekitar ± 9 kg / m2, rangka baja ringan termasuk kuat. Materialnya tidak mudah memuai ataupun menyusut, atau mudah keropos layaknya kayu.  Selain antikarat, baja ringan juga tahan akan cuaca ekstrem sehingga dapat melindungi bangunan Anda secara maksimal.

  • Tegangan Tarik Tinggi

Rangka baja ringan memiliki kekuatan tegangan tarik atau tensile strenght yang tinggi sekitar 550 Mpa yang lebih besar dari tegangan baja konvesional yang sekitar 300 Mpa saja. Karena itu, sifat lentur inilah dapat menbuat atap rangka baja ringan menyerap energi dalam jumlah besar.  Lain hal dengan material kayu yang mudah hancur, kekuatan tegangan atap baja ringan ini mampu menahan keruntuhan dan menjaga kestabilan bangunan.

  • Mudah disambung dan dibentuk

Atap rangka baja ringan bisa dibentuk menjadi berbagai model atap. Bisa juga menjadi solusi saat Anda ingin membuat desain sendiri. Atap baja ringan ini juga mudah untuk dipotong dan dibentuk sesuai yang diinginkan. Hanya saja bentukan rangka atap baja ringan juga harus disesuaikan dengan pembebanan yang akan ditumpu rangka tersebut. Jarak yang digunakan sebaiknya dibuat semakin rapat pada saat pemasangan. Maksimal kerenggangan antar baja yakni 150 cm.

Baca Juga : Tips Cegah Karat pada Rangka Baja

  • Mudah didaur ulang

Yup, Anda tak salah baca. Atap baja ringan dapat didaur ulang. Jika atap baja ringan ini dibongkar, Anda masih bisa memanfaatkannya untuk konstruksi bangunan lain. Sifat daur ulang ini membuat penggunaan rangka atap baja ringan membantu program pemerintah dalam perawatan lingkungan dan menjaga kelestarian hutan serta kayu karena atap baja ringan dapat mengganti material kayu sebagai pilihan atap bangunan.

Bagaimana? Tertarik dengan penggunaan atap baja ringan? Langsung saja cek Kencana Indonesia, ahlinya baja ringan.