Ultimo Hombre Axis Pyramid League Digelar, Sambutannya Luar Biasa

0

Ajang kompetisi Esports “Ultimo Hombre Axis Pyramid League” mendapat sambutan luar biasa dari anak muda di kota Surabaya dan sekitarnya. Terbukti, lebih dari 400 gamer ikut berlaga di kompetisi yang digelar selama dua hari, Sabtu (24/11) hingga Minggu (25/11) kemarin.

Kompetisi yang diselenggarakan di Supermal Convention Center ini merupakan hasil kerjasama Axis bersama perusahaan esports amatir ternama asal Inggris, Ultimo Hombre. Menyasar gamer segala usia, kompetisi ini juga telah dilaksanakan di Jakarta pada Agustus 2018 yang lalu.

Baca Juga : Shoes Cleaning Agar Sepatu Makin Kece Dan Kinclong

CEO Supreme League, Delwyn Sukamto mengungkapkan ada banyak jenis game yang terkenal dilagakan pada kompetisi kali ini, antusias peserta pun sangat besar. Untuk game Mobile Legend misalnya, pesertanya mencapai sekitar 150 gamer, begitu juga dengan Dota 2.

“Animonya sangat besar, bahkan lebih besar dari Jakarta. Kami berharap, dari kompetisi ini bisa lahir talent pemain esports dari Surabaya,” ujar Delwyn, saat dijumpai disela acara.

Hal senada juga diungkapkan oleh PR and Principal Representative of Ultimo Hombre, Risti Brophy bahwa sebenarnya ada banyak karier bisnis yang ada di dunia esports. Bahkan saat ini, nilai ekonomis yang ada di esports juga sangat tinggi. Indonesia masuk 10 negara terbesar dengan revenue dari esports yang sangat tinggi.

esports
Keseruan di hari pertama Ultimo Hombre Axis Pyramid Leadue

Baca Juga : Indahnya Pohon Tabebuya Jadikan Kota Surabaya Serasa Di Jepang

Sekedar diketahui di tahun 2016, orang Indonesia yang melihat game yang memiliki nilai ekonomis misalnya sudah mencapai angka 2 juta orang. Di tahun ini, jumlah mereka membludak hingga sekitar 8 juta orang di seluruh Indonesia.

“Jangan disangka bermain game itu hanya bermain saja. Dalam game kita juga bisa mendapatkan profit besar. Orang tua banyak yang tidak mengetahui ini,” tegasnya.

esports
Salah satu peserta Coswalk Competition

Dalam event Ultimo Hombre Axis Pyramid League ini memiliki banyak rangkaian, salah satunya kompetisi Cosplay. Dalam kompetisi Cosplay, pemenang akan langsung bisa membawa membawa pulang hadiah senilai Rp1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta untuk juara kedua dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga. Total hadiah yang diperebutkan dalam seluruh kompetisi dalam Ultimo Hombre Axis Pyramid League mencapai Rp 200 juta.

Baca Juga : Diesnatalis Pariwisata Unair Suguhkan Masa Emas Wisata Indonesia

eSports “Ultimo Hombre Axis Pyramid League” – Berikut Para Pemenangnya

CSGO
1. Power Danger
2. Team Tryhard
3. Team Uno

Dota2
1. Novus
2. FMS
3. Kross Gaming

PUBGM
1. PG.BarracX
2. Ghost Alliance
3. Louvre
4. Seraphime

TEKKEN7

  1. MIB
  2. BTR.MASTAZ

Mobile Legends

1. Power Danger
2. Alter Ego
3. DFN Esports

FIFA
1. Sandy Arizona
2. Sultan Badar

Mobile Legend : 114 Team
Tekken : 44 Person
Fifa19 : 44 Person
PUBGM : 144 Team
Dota2 : 25 Team
CSGO : 17 Team

esports
Para Pemenang Ultimo Hombre Axis Pyramid League Surabaya

Selamat untuk para pemenang! Wah, seru banget nih ya acaranya. Siapa nih yang datang kemarin?

Shoes Cleaning Agar Sepatu Makin Kece Dan Kinclong

0

Semua hal yang kotor itu pastinya bikin mood enggak karuan ya. Salah satunya adalah kalau ngelihat kesayangan kotor di waktu kita ingin memakainya. Makanya gengs, sedia payung sebelum hujan alias dicuci dulu aja sebelum kita membutuhkannya. Pepatahnya rada-rada enggak nyambung ya, tapi ngerti lah ya maksudnya. Cuci sepatu enggak perlu ribet dengan tips shoes cleaning ini.

Baca Juga : Kaleidoskop 2018 : Film Top Box Office dan Terlaris Sepanjang 2018

Males emang ya kalau harus mencuci sepatu, tapi ya daripada enggak terpakai mendingan kalau sedang kotor langsung saja dicuci. Tidak perlu menunggu lama-lama agar noda di sepatu tidak terlalu membandel.

Red leather shoes stand on the light wooden floor

Tips shoes cleaning yang enggak bakalan memakan tenaga dan waktu yang lama, simak di bawah ini:

Sepatu Sneakers

Sepatu yang satu ini pasti ada deh di rak sepatu kalian, entah satu atau dua. Sepatu sneakers memang sepatu yang all around dan all condition, jadi banyak sekali orang yang memilih membeli sepatu ini karena fleksibel dan trendy.

Untuk mencucinya pun sebenernya tidak susah, kalian hanya perlu menyikat bagian noda dengan sikat gigi yang lembut dengan campuran air dan deterjen. Setelah nodanya menghilang, lap dengan kain Latin yang lembut agar cepat kering.

Sepatu Kulit

Necis, dan bergengsi, dua kata yangmen bisa dideskripsikan saat melihat sepatu ini. Sepatu kulit memang memerlukan perawatan yang lumayan rumit, namun kalau kalian coba sendiri sebenarnya enggak susah-susah amat.

Untuk menghilangkan nodanya kalian perlu membuat larutan cuka dan air dengan perbandingan 1:1.Celupkan kain lembut ke larutan tersebut dan gosokkan pelan-pelan di noda sepatu. Setelah itu, keringkan sepatu kulitnya dan uso sepatu dengan lotion khusus sepatu kulit atau shoe polish.

Baca Juga : Ekspresikan Ide Melalui Mural Competition di Art and Culture UNESA

Sepatu Kanvas

Bahan kanvas memang serbaguna dan nyaman digunakan. Contohnya sepatu berbahan kanvas. Untuk mencucinya pun tidak susah, kalian bisa memasukkan sepatu ke dalam mesin cuci dengan sedikit deterjen. Apabila, noda masih membandel, kalian bisa menggosok noda dengan sikat gigi dan larutan air dengan baking soda.

Sepatu Suede

Kain Suede sering ditemukan di dekoratif sepatu sneakers atau bahan dari sepatu flat milik perempuan. Noda membandel yang menempel d sepatu suede bisa dengan mudah dihilangkan dengan nail brush atau sikat gigi yang sudah dicelupkan ke white vinegar.

Nah, setelah tahu tips dan triknya kalian sudah enggak males kan ya buat nyuci sepatu? Niscaya, hari-hari kalian bakalan lebih menyenangkan dengan sepatu yang bersih dan kinclong! Semoga tips shoes cleaning kali ini bermanfaat ya!

Baca Juga : Pantai Terbaik di Indonesia. Apa Saja Ya?

Inilah Hobi yang Anti-Mainstream dan Berguna!

Hobi sangatlah bermacam-macam. Ada yang suka membaca, menonton film, bahkan mengoleksi. Jangan salah, mengoleksi barang-barang yang unik pun juga hobi, loh! Koleksi sepatu kini sedang populer di kalangan anak muda, loh. Kenapa sepatu kini digandrungi? Inilah alasan kenapa hobi koleksi sepatu ini anti-mainstream, bahkan berguna!

 

  1. Anti-mainstream : sepatu yang dikoleksi limited banget!
Anti-Mainstream dan Berguna
sumber : Tumblr

Biasanya, yang koleksi sepatu ini suka koleksi sepatu yang nggak gitu-gitu aja. Mereka suka koleksi sepatu limited edition pun ada! Mereka biasanya koleksi sepatu limited ini karena seri sepatu, model sepatu, sol, dan sebagainya yang menjadi pertimbangan mereka untuk beli.

Anti-Mainstream dan Berguna
Sumber : Vans

Semisal nih, para pecinta sepatu ini pasti nggak ketinggalan berita kalau Vans mengeluarkan edisi The Beatles Yellow Submarine. Mereka pasti rela langsung udah pre-order duluan ataupun jadi early bird di toko!

 

Baca juga : Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya

 

  1. Berguna : bisa mix and match sama gaya Sahabat Pagi!
Anti-Mainstream dan Berguna
Padu padan pakaian formal dengan sneakers : ga pernah salah!. Sumber : Man Repeller

Mengoleksi sepatu itu juga berguna banget, loh. Karena banyaknya sepatu dari macam-macam model maupun warna, sepatu-sepatu ini bisa membantu banget untuk melengkapi gaya Sahabat Pagi dalam segala acara. Semisal, kalau Sahabat Pagi feeling happy go-lucky dan pengin pakai warna kuning dari kepala hingga ke ujung kaki, Sahabat Pagi tinggal pilih sepatu warna kuning; model sneakers high top, low top, sport sneakers – apapun!

Nah, kalau sahabat Pagi lagi pergi ke acara-acara formal, sahabat tinggal pilih sepatu dengan warna gelap yang bisa menyesuaikan dengan baju Sahabat Pagi. Keren, kan?

 

Baca juga : Motif Batik vs Ocassion : Hati-hati Salah pakai Batik lambang Duka!

 

  1. Tapi, cara ngerawatnya?
Anti-Mainstream dan Berguna
Warna warni koleksi sepatu. Sumber : crkillz/Twitter

Pengin ikutan koleksi sepatu tapi bingung ngerawatnya biar tetap awet, bagus, dan masih bisa dipakai? Tenang saja, sekarang banyak banget jasa shoes cleaning yang memberikan perawatan intens buat sepatu-sepatu kesayangan Sahabat Pagi. Perawatan ini nggak cuma cuci sepatu saja loh! Ada beberapa jasa shoes cleaning yang tak hanya mencuci sepatu, tapi juga shoes retouch seperti coloring, menghilangkan warna kekuningan di sepatu Sahabat Pagi, dan sebagainya. Banyak kok jasa cuci sepatu Surabaya sekarang yang bisa membantu Sahabat untuk merawat sepatu sahabat!

Anti-Mainstream dan Berguna
Bersih bersih sepatu~ Sumber : Pop Sugar

 

Baca juga : Inilah Teknik-Teknik Membatik yang Harus Sahabat Ketahui!

 

Masih ragu buat koleksi sepatu? Sudah, nggak usah bingung-bingung lagi – kunjungi toko sepatu favorit Sahabat Pagi dan mulai membeli sepatu keren kamu!

 

Indahnya Pohon Tabebuya Jadikan Kota Surabaya Serasa Di Jepang

0

Bulan November merupakan bulan yang special bagi Kota Surabaya. Bukan hanya kerena adanya perayaan Hari Pahlawan di tanggal 10 November, tetapi Bulan November merupakan bulan dimana Pohon Tabebuya bermekaran. Pasti kalian sudah tahu kan apa Pohon Tabebuya itu?

Kira-kira sepuluh tahun yang lalu, Bu Risma, walikota Surabaya in menanam Pohon Tabebuya di sekitar jalanan besar di Kota Surabaya. Memang, walikota Surabaya yang satu ini sangat semangat dalam menghijaukan Surabaya. Kota yang terkenal suhunya yang panas kini makin hijau dan nyaman ditinggali.

Pohon yang mirip dengan pohon Sakura dari Negara Jepang ini siapa sangka ternyata pohon dari Brazil. Dengan nama Latin Tabebuya Chrysotrica, pohon ini cocok ditanam di kawasan beriklim tropis seperti Indonesia. Pohon cantik ini biasanya mekar tiga kali dalam setahun, yaitu pada Bulan Mei, September, dan November. Siapa sangka bibit Pohon Tabebuya ini dulunya didatangkan dari Malang dan Kediri. Setelah itu, pohon ini juga dibudidayakan d Surabaya oleh petani di Kebun Bibit Surabaya.

Dari masa mekarnya, sekitar semingguan bunga-bunga dari Pohon Tabebuya akan gugur. Ada beberapa warna bunga yang akan kalian temukan, yaitu pink, kuning, serta putih.

Untuk menikmati keindahan layaknya musim semi di Jepang, kini kalian nggak perlu jauh-jauh karena bunga dari pohon cantik ini membuat kalian serasa di Jepang. Kunjungi saja di sekitar jalan protokol Surabaya seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Darmo, dan Jalan Raya Gubeng. Nah, ini adalah masa yang tepat buat kalian yang ingin foto ala liburan musim semi di Jepang.

Keberadaan Pohon Tabebuya di Kota Surabaya tidak hanya menambah keasrian kota, namun juga makin memperindah jalanan Kota Surabaya. Plus, warga Surabaya jadi ada tempat baru untuk berfoto-foto mengabadikan momen dengan indahnya pohon yang ditanam Bu Risma ini.

Banyak yang bilang, musim hujan di Kota Surabaya kali ini semakin romatis dengan adanya gugurnya bunga-bunga dari Pohon Tabebuya ini. Menariknya, masih ada rencana untuk menanam Pohon ‘Sakura’ ala Negri Samba di banyak ruang terbuka di Kota Surabaya. Bisa dibayangkan kan, gimana indahnya Kota Surabaya kalau bunga-bunga di pohon tersebut sedang bermekaran secara serentak?!

 

Yuk, nikmati indahnya musim semi Kota Surabaya sebelum momennya terlewat.

Diesnatalis Pariwisata Unair Suguhkan Masa Emas Wisata Indonesia

0

Wisata, pariwisata. Apa yang ada di benak Sahabat Pagi kala mendengar kata tersebut? Terbayang liburan kah? Kuliner khas suatu daerah? Bicara soal pariwisata, pada 20 November 2018 lalu D3 Kepariwisataan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menghelat serangkaian acara seperti Batik Fair, Par Fest, dan Par Talkshow untuk merayakan Diesnatalis Pariwisata Unair.

Indonesia dengan keberagaman budaya hingga lingkungannya memiliki banyak potensi wisata yang dapat diperkenalkan ke khalayak. Banyak tempat-tempat wisata yang masih asri dan terawat dengan baik bisa Sahabat Pagi kunjungi untuk sejenak melepas penat dari rutinitas. Dengan besarnya potensi wisata Indonesia, akankah hal tersebut mampu membawa masa emas bagi pariwisata Indonesia?

Diesnatalis Pariwisata Unair – Golden Era of Indonesian Tourism

Acara yang digelar di Taman Budaya Cak Durasim ini ramai pengunjung. Tema diesnatalis tahun ini adalah “Golden Era of Indonesian Tourism“. Tema ini dibahas mendalam dalam Par Talkshow bersama Bapak Maruf (Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur), Revindia Carina (Miss Tourism Queen International Indonesia), Audy Gusti (Duty Manager of Shangri-La Hotel Surabaya) dan Erix Soekamti (Traveller and Content Creator).

Baca Juga : LinkedIn Uji Coba Fitur Stories Ala Instagram

dies natalis pariwisata unair
Par Talkshow bersama 4 narasumber

Dalam sesi diskusi tersebut, Bapak Maruf menyampaikan bahwa pariwisata tidak akan pernah lepas dari hal-hal berikut, atraksi, aksesbilitas, amenitis, sumber daya, dan pemasaran. Dengan beragamnya potensi pariwisata Indonesia, tentu akan sangat disayangkan apabila tidak dikenalkan dengan baik.

Hal tersebut disetujui oleh Miss Tourism Queen International Indonesia, Revindia Carina. “Pariwisata di Indonesia bisa dikembangkan melalui adanya tokoh public figure dan juga mengembangkan pariwisata melalui era digital di masa milenial karena dalam dunia pariwisata tidak akan pernah ada habisnya,” kata Revindia.

Baca Juga : Persada Hospital Sukseskan Jalan Sehat Arema Sadar Pajak Ke-V

Selanjutnya dari Audy Gusti, Duty Manager of Shangri-La Hotel Surabaya berpendapat bahwa, “Pariwisata dapat dikembangkan dengan keseimbangan antara industri akomodasi dan juga pengembangan objek wisata.”

Terakhir dari Erix Soekamti, yaitu sosok Traveller and Content Creator mengatakan, “Pariwisata yang bagus berawal dari cinta yang tulus, menjadi content creator bukan hanya aktor tapi juga promotor.” Di samping kesibukannya bersama band, Erix menyempatkan diri mengunjungi tempat-tempat wisata di nusantara dan mengunggahnya dalam sebuah video. Harapannya, ia dapat mengenalkan keindahan wisata Indonesia pada banyak orang.

Mengenal Pariwisata Lebih Dalam Melalui Batik Fari dan Par Festival

Dalam gelaran Diesnatalis Pariwisata Unair juga terdapat Batik Fair dan Par Festival. Pada sesi Batik Fair, ada 5 finalis yang menang di kompetisi Batik Fashion Competition. Tujuan dari kompetisi tersebut tidak lain adalah untuk lebih memperkenalkan budaya batik di kalangan milenial yang di nilai kurang mencintai kearifan lokal seperti batik.

Tak hanya itu, kegiatan ini berlangsung dengan dihadiri langsung oleh Miss Tourism Queen International Indonesia, Revindia Carina selaku juri Batik Fair. Dengan terpilihnya 3 orang pemenang dari Batik Fair ini sendiri diharapkan dapat berkontribusi lebih dalam lagi tentang budaya Indonesia.

diesnatalis pariwisata unair
Para pemenang Batik Fair

Selepas Par Talkshow, rangkaian acara selanjutnya adalah Par Festival. Acara ini merupakan puncak dari serangkaian acara Diesnatalis Pariwisata Unair yang berlangsung pada malam hari. Dibuka dengan penampilan dari berbagai komunitas di Surabaya, seperti Komunitas Patrol (Lopezverze) dan juga Komunitas Peduli Lingkungan (Earth Hour).

Pada sesi Par Festival juga diumumkan pemenang dari lomba video competition. Sehingga kemeriahan pun bertambah. Acara ini ditutup dengan meriah dengan penampilan dari grup keroncong asal Surabaya, yakni Tomach lan Kanca.

Baca Juga : Festival Millennials Berkarya 2018, Inspirasi Muda-Mudi Indonesia

Persada Hospital Sukseskan Jalan Sehat Arema Sadar Pajak ke- V

Minggu, 25 November 2018 ribuan warga memadati jalan Simpang Balapan kota Malang. Warga sekitar hadir untuk mengikuti acara gerak jalan sehat Arema Sadar Pajak V. Jalan sehat ini diselenggarakan guna memeringati HUT KORPRI ke- 47 dan HUT PGRI ke-73 yang jatuh pada bulan November. Tak hanya acara jalan sehat, pemecahan rekor MURI goyang 1000 payung juga menjadi daya tarik bagi warga sekitar. Sekitar 5000 payung yang dibagikan oleh jajaran Pemkot Malang tampak menghiasi area Simpang Balapan. Persada Hospital juga ikut menyukseskan acara yang digelar Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) kota Malang.

Mengambil bagian sebagai tim Medical Support, tim medis dan fisioterapis Persada Hospital melayani setiap pengunjung yang membutuhkan penanganan kesehatan. Dengan sigap dan tanggap, tim medis yang bersiaga di lokasi acara melayani pengunjung yang kelelahan akibat padatnya warga yang antusias dengan acara ini.

Mewujudkan nilai-nilai hospitality yang baik dan profesionalitas tinggi menjadi standart tim medis untuk memberikan layanan kesehatan yang prima bagi setiap pengunjung. Pelayanan yang didasarkan pada motto, “We Love, Care, and Share” diharapkan dapat memperkenalkan pada warga Malang dan sekitar bahwa Persada Hospital merupakan pilihan utama dalam pelayanan kesehatan.

 

 

 

Jalur Pendakian Aik Berik, Jalur Baru Pendakian Gunung Rinjani

Jalur Pendakian Aik Berik, Jalur Baru Pendakian Gunung Rinjani – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sempat lumpuh akibat gempa bumi Juli – Agustus 2018 silam. Namun, kini pemerintah setempat telah meresmikan jalur baru pendakian Gunung Rinjani yakni jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dengan pembukaan jalur pendakian baru tersebut pemerintah berharap dapat membangkitkan perekonomian masyarakat setempat setelah sempat lumpuh akibat bencana gempa bumi. Pembukaan jalur pendakian tersebut dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono, di Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, pada 19 November 2018.

Jalur Pendakian Aik Berik

“Jalur pendakian di Aik Berik dibuka resmi hari ini dalam rangka menghilangkan dahaga pendaki pecinta Rinjani,” kata Kepala BTNGR Sudiyono dikutip dari Republika.

Jalur pendakian Aik Berik merupakan salah satu jalur resmi dari empat jalur pendakian gunung Rinjani. Tiga lainnya yakni jalur pendakian Timbanuh, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur pendakian di Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Jalur pendakian di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, masih ditutup karena kondisinya yang rusak berat dan dapat membahayakan keselamatan.

Jalur pendakian Aik Berik sendiri memiliki beberapa keunikan, diantaranya lokasi yang berada dekat dengan Bandara Internasional Lombok serta keanekaragaman flora dan fauna. Tercatat ada 45 jenis Anggrek, beberapa jenis burung yang diantaranya merupakan burung endemik dan satwa prioritas nasional serta musang Rinjani dan rusa.

Bahkan di setiap pos peristirahatan terdapat sumber mata air yang dapat diambil oleh pendaki dan terdapat beberapa situs geologi serta tiga destinasi pemandangan (Pelawangan Aik Berik, Pelawangan Batu Belah dan Puncak Gunung Kondo). Namun, jumlah kuota pendaki dibatasi hanya 150 orang perhari demi menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah di sepanjang jalur pendakian.

Berminat untuk mencoba jalur baru pendakian gunung Rinjani ini?

Baca Juga Artikel Inspiratif Lainnya :

Festival Millennials Berkarya 2018, Inspirasi Muda-Mudi Indonesia

0

Generasi muda, yang kerap disapa millennials, merupakan generasi yang dekat dengan social media, kreatif, namun terkadang juga tak lepas dari permasalahan seperti baper dan galau. Sangat saying bukan jika potensi positif yang mereka miliki tidak bisa berkembang maksimal hanya karena baper dan galau? Untuk itu, Festival Millennials Berkarya kali ini hadir untuk menginspirasi dan memotivasi para millennials untuk selalu berkarya, mengembangkan kreativitas.

Diadakan di Gresik, tepatnya di Wisma A. Yani Gresik pada Jumat 23 November 2018, acara Festival Millennials Berkarya ini berlangsung meriah. Semen Indonesia, sebagai penyelenggara acara mengundang tiga pembicara keren khusus untuk muda-mudi yang datang ke acara ini. Selain itu, ada rangkaian acara Mini Class yang diisi oleh empat pemateri inspiratif sebelum sesi Big Stage.

Festival Millennials Berkarya, Living Life With A Purpose

Baca Juga : Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya

Acara dimulai dengan Mini Class yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dibuka dengan topik Think Globally, Act Locally Bersama Aini Hanifa, founder Surabaya Youth. Tak hanya itu, di sesi pertama ini juga membahas topik First World Problems from Social Media and Its Impact for Millennials yang disampaikan oleh Nuri Fauziah.

millennials berkarya
Mini Class #1 bersama Aini Hanifa, founder Surabaya Youth.

Setelah itu, pada sesi Mini Class kedua ada topik How Social Media Sparks A Movement Bersama Aditya Abdurahman dan What’s The Next Potential Profession for Millennials’ Future oleh Agoes Sam.  Dalam semua Mini Class, para muda-mudi mendapatkan inspirasi tentang bagaimana minat mampu memotivasi mereka untuk menghasilkan karya dan bijak dalam menggunakan social media.

Baca Juga : LinkedIn Uji Coba Fitur Stories ala Instagram

Seru-seruan di Festival Millennials Berkarya

Tak hanya mendapatkan informasi, para millennials juga bisa eksis di social media dengan mengunggah Instagram story di area Festival Millennials Berkarya dan tag ke akun @millennialsberkarya serta @sitos.id. Dengan mengunggah instagram story di area event, para millennials bisa mendapatkan polo shirt, tote bag dan flashdisk!

Kembali Menginspirasi bersama Fico, Vikra dan Kevin

Long story short, akhirnya saat yang ditunggu pun tiba! Selepas Mini Class, pengunjung kembali dihujani inspirasi dari tiga pembicara di sesi Big Stage. Yang pertama, ada Fico Fachriza, seorang komika yang juga penulis buku. Ia membagi kisahnya dari awal meniti karir hingga bisa seperti sekarang. Bahwa dalam memulai akan selalu penuh rintangan, begitu pula ketika telah mencapai keberhasilan. Yang terpenting adalah selalu belajar dari kegagalan dan terus semangat mencapai cita-cita.

millennials berkarya
Fico Fachriza menyampaikan kisahnya

Baca Juga : Katarak Hanya Menjangkit Lansia?

Selanjutnya, ada Vikra Ijaz, founder kitabisa.com. Ia juga membagi kisah dalam meniti kitabisa.com, sebuah website galang dana juga donasi secara online dan transparan. Bagaimana membangun sebuah bisnis bersama rekan, jatuh-bangun dalam prosesnya hingga bisa seperti saat ini. Built, measure, learn. Itulah pesan dari Vikra untuk para millennials yang hadir.

millennials berkarya
Vikra Ijaz, founder kitabisa.com

Tak sampai di situ, inspirasi berikutnya disampaikan oleh Kevin Hendrawan. Sama seperti pembicara sebelumnya, ia juga menyampaikan kisahnya dalam meniti karir. Saat ini Kevin Hendrawan dikenal sebagai TV Host dan Youtuber. Mencintai apa yang kita kerjakan dan senantiasa bersyukur atas apa yang kita dapatkan adalah pesan dari Kevin. Juga terus belajar meski telah mencapai apa yang diinginkan.

millennials berkarya
Kevin Hendrawan, TV Host dan YouTuber

Gelaran Festival Millennials Berkarya juga dihadiri oleh beberapa komunitas yang siap berbagi inspirasi, diantaranya Polyglot Indonesia, Kelas Inspirasi Gresik, P! YC, Kacapuri, Marching Band Semen Indonesia dan Gresik Fit Squad. Acara ditutup dengan penampilan dari Pusakata.

LinkedIn Uji Coba Fitur Stories Ala Instagram

0
LinkedIn, aplikasi social media pekerja itu mengonfirmasi sedang menguji coba fitur Stories ala Instagram. Fitur bertajuk ‘Student Voices’ disebut hanya bisa dinikmati mahasiswa Amerika Serikat saja. Fitur ini sejatinya memungkinkan para pengguna, khususnya mahasiswa, untuk merekam video pendek yang akan tampil di deretan Stories layaknya seperti aplikasi Instagram.
Isha Potel, selaku Product Manager LinkedIn, memaparkan bahwa fitur ini hadir sebagai jawaban akan banyaknya anak muda yang senang berbagi momen. Dalam hal ini yang dimaksut ialah pengalaman kuliah di sekitar kampusnya. Tentu saja melalui video pendek.
Tak hanya di profil, Stories disebut akan muncul juga di daftar deret bertajuk Campus Playlist. Campus Playlist ini memungkinkan para mahasiswa untuk melihat Stories berdasarkan kampus lain yang berdekatan dengan kampus pengguna.

Baca juga: Menikah Dengan Gadis Hologram?

Isha mengatakan bahwa Campus Playlist merupakan fitur video baru yang dapat digunakan oleh mahasiswa di Amerika Serikat. Disini, Stories mahasiswa akan muncul selama tujuh hari dan akan dapat dilihat oleh para pencari kerja secara umum. Deretan tersebut akan muncul di bawah kolom untuk posting pada linimasa pengguna.

Dengan video ala Stories Instagram itu, para mahasiswa bisa menunjukkan beragam kegiatan kampus pada temannya atau para headhunters pencari kerja di sang aplikasi social media.

Isha menambahkan juga bahwa mlalui video, mahasiswa dapat membawa kita para pengguna LinkedIn ke lingkungan sekolahnya, menunjukkan project yang sedang dikerjakan. Bahkan menyorot aktivitas kampus dan menceritakan isu yang mereka minati.

Baca juga: Cara Menambah Teman di WA Bakal Seperti BBM?

Informasi yang terekam dalam video tersebut boleh jadi sebuah nilai plus bagi mahasiswa dalam meningkatkan hasil ‘personal branding’ agar dilirik para pencari kerja. Sebab LinkedIn sendiri merupakan social media yang mengutamakan koneksi pekerja dengan perusahaan.

Tak hanya itu, Stories juga dapat memperluas koneksi mahasiswa di ranah lapangan kerja dan serta merta meningkatkan kemungkinan mendapatkan pekerjaan. Pihak LinkedInpun mengatakan bahwa Stories yang dibuat oleh mahasiswa di LinkedIn akan membantu memperluas jaringan profesionalnya. Bahkan juga dapat meningkatkan potensi untuk mendapatkan kerja. Dengan kata lain, para headhunters atau HRD dapat dengan mudah menelisik calon pekerja dengan video Stories LinkedIn sebagai referensinya.

Baca juga: Nuril, Korban Pelecehan Seksual Yang Dikriminalisasi

Namun, walaupun demikian fitur tersebut hanya dapat dinikmati oleh mahasiswa saja dan itupun di AS. Belum diketahui kapan resminya diluncurkan kepada mahasiswa atau khalayak umum.

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya

“Bhinekka tunggal ika”, semboyan ini sangat melekat dengan Indonesia. Hal ini dirayakan dengan adanya Malam Puncak Festival Budaya 2018 : Cultural Diversity. Dalam memperingati Dies Natalis Universitas Airlangga ke-64, Fakultas Ilmu Budaya menjadi tuan rumah untuk acara ini.

 

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Penampilan “Orkes Doa Ibu”. Sumber : Aya Prita / Inspirasi Pagi

 

Sabtu, 24 November 2018, acara disambut dengan kemeriahan keanekaragaman budaya. Acara dibuka dengan penampilan dari seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya. Berbekal bass, ia membawakan beberapa lagu yang begitu syahdu. Selepas itu, tak hanya musik modern, penampilan Orkes Doa Ibu pun memeriahkan acara. Mereka membawakan lagu “Bohemian Rhapsody” serta “Royals” milik Lorde yang sudah digubah sedemikian mungkin menjadi lebih santai, unik, dan penggubahan liriknya, kebanyakan tentang skripsi, sukses mengundang gelak tawa para mahasiswa UNAIR.

 

Baca juga : 6 Tempat yang Harus Dikunjungi di Banyuwangi

 

Kebudayaan tradisional tak hanya sampai di situ. Berikutnya, ada penampilan kulintang angklung dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Tak hanya kulintang angklung, lengkap dengan dua penyanyi , mereka mengemas beberapa lagu daerah dengan begitu unik nan harmonis. Tak hanya penampilan musik tradisional, penonton disambut lagi dengan musik yang semakin modern. Malam pun semakin panas dengan penampilan DJ Shandy dengan hentakkan bass yang menyihir para penonton untuk bergoyang.

 

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Penampilan tari Saman dari EDSAMAN. Sumber : Aya Prita / Inspirasi Pagi

 

Baca juga : Sejarah Terciptanya Batik Banyuwangi

 

Tak kalah serunya lagi, gamelan Pakarsajen juga menyambut. Setelah itu, Studi Kejepangan UNAIR menyuguhkan tari khas Jepang, Yosakoi. Lagi-lagi penonton dibuat terpukau sekaligus merasa “berjalan-jalan” keliling dunia dengan budaya-budaya yang baru mereka ketahui. Lalu, kembali lagi ke budaya Indonesia, penampilan dari Bahasa dan Sastra Inggris meramaikan suasana dengan tari Saman. Semangat serta teriakkan mengundang penonton untuk tetap tinggal dan menikmati acara lebih dalam lagi. Malam pun semakin larut, penonton disuguhkan dengan modern dance dari Fibra, tari tradisional, serta Alpha Cheerleader.

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Penampilan Gamelan dari Pakarsajen. Sumber : Aya Prita / Inspirasi Pagi

 

Baca juga : Motif Batik vs Ocassion : Hati-hati Salah pakai Batik lambang Duka!

 

Akhirnya, puncak acara yang paling ditunggu-tunggu, Adera. Di sela-sela lagu, Adera menyisipkan curhatannya tentang kisah cintanya yang sangat jujur. Dari persiapan pernikahannya yang gagal gara-gara sang perempuan berpindah ke lain hati, menunggu seseorang terlalu lama, dan sebagainya. Relatable, isn’t it? Berbekal dengan gitar akustik dan full band, Adera membawakan beberapa lagu seperti Muara, Melewatkanmu, dan Bahagia Bersamamu. Di penghujung acara, Adera menutup acara dengan membawakan lagu hit “Lebih Indah”.

Festival Budaya 2018 : Rayakan Keanekaragaman Budaya
Adera. Sumber : Aya Prita/Inspirasi Pagi

Beragam budaya lebih indah, bukan? Inilah bukti bahwa kita berbeda-beda tetap satu jua.