After, Film Romantis yang Gagal Bikin Baper

0

After- Masa kuliah merupakan masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Saat kuliah, kita dihadapkan dengan beberapa masalah baru yang mungkin sebelumnya belum pernah kita alami saat SMA. Salah satunya masalah percintaan. Bagi kamu yang baru saja memasuki dunia kuliah, masalah cinta menjadi masalah baru yang lebih kompleks dibandingkan saat kuliah.

Masalah remaja inilah yang diangkat oleh film After yang tayang pada bulan April 2019 ini. Penasaran bagaimana dengan kisah tersebut? Berikut review film ini untuk kamu.

Baca juga: Drone, Pengawas Aktivitas Ilegal di Kawasan Berbahaya Indonesia

Sinopsis After: Kisah First Love yang Sangat Menggebu

After berkisah tentang seorang anak SMA bernama Tessa Young (Josephine Langford) yang baru saja masuk kuliah. Di asrama kampus, Tessa yang polos harus berbagi kamar dengan Steph Jones (Khadijha Red Thunder), perempuan rebel yang kepribadian dan penampilannya 180 derajat berbeda dengan Tessa. Di kampus, Tessa tergolong mahasiswi yang rajin dan serius mengikuti semua perkuliahan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hardin Scott (Hero Fiennes-Tiffin), anak rektor kampus yang berandalan namun senang membaca buku sastra.

Tessa dan Hardin terlibat dalam debat yang hebat saat keduanya berada di kelas sastra. Tessa pun muak dengan Hardin karena sok tahu dan cara pandangnya yang aneh. Entah bagaimana, sejak perdebatan tersebut, Tessa dan Hardin malah lebih bertemu secara nggak sengaja. Keduanya pun saling berbagi buku yang pernah mereka baca dan diam-diam keduanya jatuh cinta.

Masalah lain muncul lantaran Tessa sebenarnya sudah memiliki pacar bernama Noah Porter (Dylan Arnold), teman sekolahnya. Tanpa sepengetahuan Noah, Tessa menjalin hubungan dengan Hardin dan Tessa merasa lebih bahagia dengan hubungannya yang baru tersebut.

Baca juga: Relaksasi, Inspirasi Cara Menyenangkan Diri Sendiri

Template ala wattPad

After merupakan film yang diangkat dari sebuah fan fiction yang banyak dibaca di platform WattPad. Kalau kamu pernah membaca WattPad, After menjadi salah satu tipikal cerita yang mainstream. Adanya perempuan polos yang jatuh cinta dengan laki-laki berandalan namun di baliknya ia adalah sosok yang pintar, membuat kita bisa menebak alur dan akhir dari film tersebut.

Memang masalah yang diangkat dalam kisah ini berkaitan erat dengan masalah remaja pada umumnya. Sayangnya, masalah yang diangkat tidak dikembangkan menjadi lebih seru sehingga film terkesan flat tanpa ada klimaks cerita yang berarti.

Baca juga: Berbagai Kebiasaan Diet yang Salah

Gagal bikin baper

After memposisikan diri sebagai film drama romantis. Sayangnya, eksekusi yang ditampilkan di dalam film malah bikin gagal baper. Beberapa adegan yang seharusnya bisa membuat penonton terbawa suasana karena adegan-adegan romantisnya, justru membuat kita geli karena romantisme berlebihan yang ingin diinginkan.

Namun, di satu sisi, ada banyak hal dari film tersebut. Film ini menggambarkan secara jujur apa yang benar-benar terjadi di lingkungan remaja. Mulai dari teman-teman yang bisa saja memberikan pengaruh buruk, hingga bagaimana gaya pacaran yang terlalu bebas yang dirasakan oleh remaja seumuran Tessa.

Jika kamu memang ingin melihat bagaimana kehidupan remaja zaman now, Afterbisa menjadi referensi filmmu yang tepat.

Rumah Bahasa Surabaya, Surganya Pecinta Bahasa

Bahasa menjadi sebuah alat untuk menyampaikan pesan dari satu manusia ke manusia lain. Fungsinya dalam komunikasi antar orang sangatlah penting. Secara alamiah, manusia dibekali dengan yang namanya insting untuk memahami maksud dan situasi, namun tanpa Bahasa komunikasi yang baik tidak akan pernah terwujud. Hal tersebut yang menjadi salah satu dasar berdirinya Rumah Bahasa yang terletak di kota Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya tidak ingin warganya mengalami kendala dalam berkomunikasi.

Baca Juga: Berkeliling Melakukan Investigasi Mitos & Mistis di Kisah Tanah Jawa

Apa saja Bahasa yang dapat dipelajari disini?

Hingga saat ini, 13 bahasa sudah diajarkan di rumah ini. Bahasa tersebut antara lain Bahasa Arab, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Korea, Mandarin, Prancis, Rusia, Spanyol, Tagalog dan Thailand. Tak hanya bahasa dari luar negeri, rumah ini juga memberikan kelas untuk warga asing yang ingin memelajari Bahasa lokal lebih dalam. Oleh karena itu, kelas Bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang menjadi bahasa daerah yang mana sangat berguna dalam kehidupan sehari- hari turut diajarkan. Pengajar yang memberikan teori dan kiat praktis juga tidak sembarangan, meskipun mereka relawan tetapi kualitasnya terjaga baik. Mereka harus melewati beberapa kali tes  dan memiliki dedikasi tinggi dalam bidang pendidikan. juga turut dihadirkan sebagai bukti nyata bahwa bahasa yang diajarkan sama dengan yang digunakan oleh penutur aslinya.

Baca Juga: Tajin Sobih alias Bubur Madura yang Melegenda

Syarat dan Ketentuan

Rumah bahasa diresmikan oleh walikota sejak Februari tahun 2014 lalu. Terletak di  pusat kota, yaitu kawasan Balai Pemuda, menjadikan fasilitas pemerintah kota ini cukup ramai dikunjungi oleh warga asli Surabaya maupun non warga lokal. Untuk mendaftarkan diri di rumah bahasa, kamu hanya perlu mengisi formulir pendaftaran yang disediakan dan membawa foto copy KTP. Namun, jika kamu tidak tercatat sebagai warga Surabaya, kamu perlu membawa dokumen tambahan berupa surat keterangan kerja atau kartu mahasiswa.

Baca Juga: Lanjut Studi ke Jerman, Wajib Ikut Studienkolleg?

Bahasa tidak sepatutnya menjadi penghalang bagi komunikasi antar manusia di era yang serba modern ini. Rumah Bahasa menjadi salah satu jawaban untuk belajar berbagai bahasa dari beberapa negara lengkap dengan kemudahan dan kepastian yang ditawarkan.

Tajin Sobih alias Bubur Madura yang Melegenda

Manisnya gula jawa berpadu dengan kenyal dan lengketnya bubur menjadi cita rasa khas dari tajin sobih. Kuliner yang berasal dari kabupaten Bangkalan, ini menjadi primadona bagi pecinta makanan manis. Tidak hanya cocok untuk appetiser, bubur ini juga bisa jadi hidangan penutup dari rangkaian makananmu. Selain untuk makanan pembuka atau penutup, tajin sobih juga cocok untuk jadi santapan utama karena nutrisi yang terkandung di dalamnya sudah cukup kompleks. Ingin tahu lebih banyak tentang hidangan yang satu ini?

Baca Juga: Lorjuk, Si Kerang Langka dalam Renyahnya Rengginang

Alasan Dibalik Nama

Tahukah kamu mengapa hidangan manis ini dinamakan tajin sobih? Alasannya cukup simple karena faktanya bubur khas ini berasal dari desa Sobih, kelurahan Tonjung, kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura. Desa yang terletak di Bangkalan ini menjadi titik utama persebaran pedagang tajin sobih yang meluas ke berbagai daerah di Madura dan kawasan lainnya. Ibu-ibulah yang menjadi pahlawan dari persebaran kuliner bubur ini, biasanya mereka memikul bakul berisikan berbagai jenis bubur, santan, dan pastinya gula Jawa.

Baca Juga: Toron Semalem, Destinasi Pilihan untuk Akhir Pekan

Komposisi seporsi Tajin Sobih

Tajin Sobih pada dasarnya berbahan dasar tepung yang kemudian diolah sedemikian rupa menjadi berbagai bentuk dengan rasa yang berbeda pula. Bubur ini terdiri dari tiga warna isian utama, yaitu putih, merah muda, dan coklat. Ketiga isian tersebut terbuat dari tepung ketan, tepung beras, gula merah, dan santan murni nan segar. Sebagai pelengkap, kamu bisa menemukan Lupis dan Cetter di atas seporsi bubur Madura ini. Hal unik lainnya adalah wadah penyajian beserta peralatannya. Kamu tidak akan menemukan piring ataupun sendok seperti umumnya. Demi menjaga cita rasa dan tradisi, bubur ini disajikan di atas daun pisang yang sudah dipincuk, pun dengan sendoknya. Seutas daun pisang akan disulap oleh ibu penjual menjadi sendok yang siap menghantar bubur ke indera pengecapmu.

Baca Juga: Lanjut Studi ke Jerman, Wajib Ikut Studienkolleg?

Penasaran merasakan manisnya gula berpadu dengan gurihnya santan? Kamu bisa mengunjungi pasar tradisional terdekat dan mengatasi laparmu dengan seporsi tajin sobih yang lezat.

Lorjuk, Si Kerang Langka dalam Renyahnya Rengginang

Belum sah dikatakan sebagai warga kalau kamu belum pernah coba camilan berbahan dasar ketan yang dipadukan dengan kerang bernama rengginang lorjuk. Renyahnya ketan yang digoreng bercampur dengan gurih dan asin khas seafood menghasilkan cita rasa yang unik dan lezat. Siapa sangka lorjuk yang terjebak dalam lengketnya ketan tersebut termasuk dalam famili mollusca , hewan bercangkang ganda alias kerang. Yuk, cari tahu keunikan kerang yang satu ini!

Baca Juga: Toron Semalem, Destinasi Pilihan untuk Akhir Pekan

Mengapa lorjuk langka?

Kerang yang satu ini memiliki keunikan tersendiri. Dengan bentuknya yang panjang, hewan ini akan sulit ditemukan karena bersembunyi di lumpur yang berada di pinggir pantai. Fakta lainnya adalah mereka akan hidup dengan lebih baik saat berada di pinggir pantai dengan kadar garam yang tinggi. Oleh karena tingginya kadar garam, pulau menjadi sarang bagi hewan laut ini berkembang biak. Lebih spesifiknya, kamu akan mudah menemukan kerang ini di daerah Pamekasan, Madura. Untuk menangkap lorjuk terbilang cukup memakan tenaga, para nelayan biasanya menggunakan linggis untuk menggali pasir dan lumpur yang menjadi tempat perlindungan mereka. Cara lain yang umumnya digunakan adalah dengan menaburkan garam, air sabun, atau batu gamping untuk memancing mereka keluar dari tempat persembunyiannya.

Baca Juga: Mengubah Rasa Jadi Kata Dalam Menulis Kuliner yang Menggiurkan

Kandungan Gizi

Kerang yang dapat diolah dengan berbagai macam cara seperti direbus, digoreng, dioseng, ditumis, dan lain sebagainya ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Lorjuk terbukti menjadi salah satu sumber makanan yang rendah kalori namun berprotein tinggi. Selain itu, omega 3 serta mineral berupa dan zat bezi juga terkandung di dalamnya, lho.  Cocok banget deh lorjuk ini menjadi alternatif makanan laut di saat kamu bosan dengan hewan laut yang itu- itu saja.

Baca Juga: Lanjut Studi ke Jerman, Wajib Ikut Studienkolleg?

Lorjuk menjadi sumber hasil laut yang langka namun dapat ditemukan dengan mudah di pulau Madura. Kini kamu tahu, selain memiliki wisata yang menarik, pulau ini juga memiliki keunikan tersendiri khususnya dalam hal kuliner.

Lanjut Studi ke Jerman, Wajib Ikut Studienkolleg?

Jerman merupakan sebuah negara di benua Eropa yang memiliki posisi penting di bidang ekonomi maupun politik dunia. Tak hanya sektor tersebut, Pendidikan menjadi salah satu lahan yang berkembang pesat dan mampu menarik perhatian masyarakat global. Pemerintah setempat pun memberikan peluang bagi siapapun yang ingin merasakan pendidikan lanjutan di Jerman dengan menyediakan beasiswa secara penuh. Tetapi untuk mendapatkan beasiswa tersebut tak semudah yang dibayangkan, kamu harus menjalani rangkaian proses. Salah satunya adalah penyetaraan pendidikan yang dikenal dengan sebutan studienkolleg. Apa dan bagaimana sih studienkolleg itu? Yuk, cari tau disini!

Baca Juga: Kunci Sukses Maudy Ayunda: Menguasai Keterampilan Bahasa

Studienkolleg

Sebelum mengenyam bangku perkuliahan di Jerman, kamu WAJIB ikut kelas persiapan dulu nih. Kelas persiapan atau penyetaraan ini disebut dengan kolleg. Untuk mengikuti kelas ini pastikan kamu telah memiliki bekal bahasa Jerman yang mumpuni karena bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Jerman. Setelah mengikuti 2 semester atau satu tahun lamanya belajar di studienkolleg, kamu akan dihadapkan dengan ujian yang akan menjadi tolak ukur layak atau tidaknya kamu melanjutkan studi di . Nah, jika tidak lolos dalam ujian pertama kamu bisa mengikuti ujian berikutnya. Namun, perlu diingat bahwa program ini hanya bisa kamu ikuti selama 2 tahun ya!

Baca Juga: Menggubah Rasa Jadi Kata Dalam Menulis Kuliner Yang Menggiurkan

Pembagian Kelas

Kelas dibagi dalam 5 kategori berbeda untuk program penyetaraan ini. Kamu harus memilih kelas sesuai dengan jurusan yang akan kamu pilih di Universitas. Apa saja kelasnya? Pertama, T-Kurs yang terdiri dari bahasa , Matematika, Kimia, Fisika, dan TIK diperuntukkan kalian yang ingin mengamil jurusan teknik. Kedua ada W-Kurs untuk calon mahasiswa ilmu Bisnis dan Ekonomi yang mempelajari Bahasa Jerman, Matematika, Ekonomi, Bisnis, Ilmu Sosial, dan bahasa Inggris. Ketiga ada M-Kurs untuk kamu yang tertarik dengan dunia Biologi dan kedokteran. Di sana kamu akan belajar bahasa Jerman, Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi. Lalu, ada G-Kurs untuk jurusan Budaya, Sastra, dan Seni yang akan pelajarannya meliputi bahasa Jerman, Sejarah, Ilmu Sosial, Sastra Jerman, dan Bahasa Inggris. Terakhir ada S-Kurs untuk kamu yang ingin belajar Sastra Asing. Disana kamu akan menemukan pelajaran bahasa Jerman, Sejarah, bahasa asing, ilmu sosial, dan sastra Jerman.

Baca Juga: Toron Semalem, Destinasi Pilihan untuk Akhir Pekan

Semakin tertarik dan tertantang untuk melanjutkan studi ke Jerman? Kamu bisa siapkan dirimu dari sekarang untuk meraih cita-citamu!

Toron Semalem, Destinasi Pilihan untuk Akhir Pekan

Mengagumi rumah adat dari Papua yang sering disebut rumah Honai? Kini, warga Jawa Timur tidak perlu jauh- jauh ke timur Indonesia untuk melihatnya.  Cukup ke pulau Madura dan temukan perkampungan yang masih terbilang baru dikembangkan. Perkampungan yang sebelumnya merupakan bekas penambangan batu bata berhasil disulap menjadi kampung wisata yang menarik oleh warga sekitar, lho! Penasaran?

Baca Juga: Yuk, Mandangin Keindahan Pulau Mandangin!

Lokasi Kampung Toron Semalem

Terletak tak jauh dari jantung kota Pamekasan membuat kampung ini mudah dijangkau oleh turis domestik. Lebih tepatnya kampung ini berada di desa Blumbungan, kecamatan Larangan. Keindahan kampung wisata ini dapat dijangkau dengan menempuh perjalanan sekitar 5,5 km ke utara kota . Kamu bisa mengendarai kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Namun, karena masih terbilang baru, akses ke daerah tersebut masih perlu pembenahan lebih lanjut. Jadi, kamu harus lebih sabar ya untuk bisa sampai ke perkampungan ini.

Baca Juga: Berkeliling Melakukan Invetigasi Mitos & Mistis di Kisah Tanah Jawa

Fasilitas

Kampung yang masih dalam tahap pengembangan ini cukup cepat dalam berbenah. Hal itu dapat kamu buktikan ketika melihat sejumlah lapak yang berjualan makanan dan minuman. Selain itu, kamu bisa menikmati keindahan pemandangan dari bukit kampung dengan bersantai di rumah alang-alang yang menjadi daya tarik utama kampung ini. Dari bukit tersebut akan terlihat hamparan lautan biru nan cantik yang mengelilingi pulau Madura. Kedepannya, warga sekitar bersama pengelola dan pemerintah setempat akan menambahkan beberapa wahana permainan serta kolam pancing dan kolam renang. Dengan begitu, kampung wisata ini akan dapat dinikmati oleh semua kalangan baik anak- anak hingga orang dewasa. Tetapi untuk saat ini, yang menjadi daya tarik dari kampung ini adalah keindahan alam serta bangunannya. Sehingga, tak heran jika banyak pengunjung yang nampak mengambil gambar baik selfie maupun wefie bersama keluarga dan kerabat.

Baca Juga: Bebek Songkem, Alternatif Olahan Bebek dari Madura

Meski belum resmi diluncurkan sebagai desa wisata, kampung Toron Semalem sudah menyedot antusiasme warga Madura dan sekitar. Dengan besarnya minat pengunjung, anak- anak muda desa setempat dibantu dengan pengelola akan membuat inovasi- inovasi baru. Sehingga, warga Jawa Timur bisa merasakan sensasi berada di perkampungan Papua meskipun belum bisa terbang langsung kesana.

Berkeliling Melakukan Investigasi Mitos & Mistis di Kisah Tanah Jawa

Penyuka buku bacaan horror mana suaranya? Baru-baru ini terbit sebuah buku baru dengan genre horror yang pekat akan kebudayaan lokal. Buku tersebut lahir dengan judul Kisah Tanah Jawa. Bukan hanya akan membuat bulu kudukmu berdiri, buku ini juga akan mengedukasi mengenai pengetahuan lokal akan kebudayaan tradisional terutama budaya Jawa.

Kisah Tanah Jawa

Bagi kalian yang belum pernah bersentuhan dengan budaya Jawa, maupun kaum milenial yang kini hidup di era modern, buku ini bisa menjadi jembatan yang tepat. Buku dengan cover warna gelap ini berisi 247 halaman padat berkisah tentang asal usul, sejarah, kisah rakyat, dan budaya di Pulau Jawa. Pelan-pelan namun pasti, buku ini akan membuat kalian terhanyut dalam cerita-ceritanya.

Kisah Tanah Jawa ditulis oleh tiga orang berbakat. Sebelum menulis Kisah Tanah Jawa, ketiga penulis ini telah memiliki buku dengan genre yang searoma. Mereka adalah Genta, sang penulis cerita nyata Keluarga Tak Kasat Mata yang sempat viral di tahun 2016, kemudian ada Mada, pemerhati sejarah serta penulis Jogja Hidden Story, dan yang terakhir adalah Hari Hao, menjadi penengah antara kedua penulis dengan fakta yang belum terungkap.

Baca Juga : Menggubah Rasa Jadi Kata Dalam Menulis Kuliner Yang Menggiurkan

Buku terbitan Gagasmedia akan mengajak pembacanya berpetualang di Pulau Jawa dari ujung ke ujung. Ada banyak pengetahuan budaya serta cerita lokal yang bisa digali dalam buku ini. Bahkan, buku ini berbicara detail mengenai agama, tradisi, hingga kebiasaan orang Jawa di jaman dahulu.

Pada bab lainnya, pembaca akan dibawa bergidik dengan cerita-cerita seram hingga tersayat-sayat dengan kisah pengalaman memilukan. Cerita-cerita seram yang dituliskan disini bukan hanya sekedar menakut-nakuti, namun menariknya juga mengedukasi. Fenomena tersebut digali kisahnya mulai dari awal mulanya, kondisi lingkungan sekitar, bahkan hasil ngobrol dengan beberapa dari mereka. Tidak melulu bikin merinding, ada banyak kisah mengharukan juga tentang hubungan antara manusia dengan mereka.

Pesan Tersembunyi

Para pembaca bisa mengambil banyak nilai moral yang terkandung dari buku Kisah Tanah Jawa. Buku ini mengupas banyak kisah yang terpendam di Tanah Jawa. Bahkan ceritanya pun masih segar walaupun banyak cerita yang mengambil pada jaman penjajahan Indonesia dahulu.

Baca Juga : Onegai Bunkasai Sukses Meramaikan Rungkut Dengan Semangat Ala Negeri Sakura

Salah satu pesan yang bisa diambil secara tersirat di buku ini adalah sebagai manusia tentu kita sama-sama makhluk Tuhan yang sama-sama memijak tanah yang sama, sebisa mungkin untuk saling menghormati dan tidak apatis bahwa hal-hal halus tersebut memang ada. Terutama untuk tidak saling merendahkan maupun menyalahgunakan keberadaan mereka untuk hal-hal yang tidak terpuji.

Kisah Tanah Jawa memang sebuah kisah investigasi mitos dan mistis yang dirangkai dengan kalimat mengalir serta jujur tanpa hiperbola. Sangat direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai kisah-kisah horror, sejarah, maupun non fiksi.

Mengubah Rasa Jadi Kata Dalam Menulis Kuliner yang Menggiurkan

Pembahasan kuliner memang selalu sedap dipandang mata. Ramainya pun tidak hanya bersliweran dalam bentuk foto-foto cantik saja, namun juga rangkain kata-kata yang tidak kalah membuat otak semakin berimajinasi. Sama seperti fotografi makanan, tulisan mengenai kuliner pun tidak kalah banyak bersliweran di media sosial. Kini, menulis kuliner juga makin naik daun bersamaan dengan naik pamornya fotografi makanan

Menulis kuliner bisa dibilang susah-susah gampang, mungkin malah lebih banyak susahnya. Mengecoh memang, namun apabila sudah mendapatkan ‘getaran’-nya tentu kalian bisa menulis kuliner dengan baik dan tentunya menggugah selera pembacanya.

Baca Juga : Kopi Turki, Seni Memasak Secangkir Kopi dengan Pasir Panas

menulis kuliner

Manda Rosa, wartawan senior sekaligus food tester andalan Kota Surabaya, mengungkap cara-cara jitu untuk menuliskan rasa-rasa makanan yang beradu di atas indra pengecap kalian.

Simak cara jitu untuk menulis kuliner yang bikin ngiler pembacanya:

Cari Kuliner Baru Atau Yang Sedang Hits

Hal baru tentu akan memantik rasa ingin tahu orang-orang. Dengan menulis kuliner terbaru maupun terhits tentu akan mendatangkan banyak orang yang kepo dengan kuliner tersebut.

Gali Informasi Kuliner

Sebelum berangkat ke lokasi kuliner tersebut, tentu kalian bisa melakukan penelitian kecil-kecilan lewat dunia maya. Gali informasi dasar mengenai tempat, menu, bahkan latar belakang dari kuliner tersebut. Dunia maya berisi banyak sekali informasi yang kalian butuhkan.

Siapkan Ide Kreatif

Setelah menggali informasinya, sekarang kalian bisa mulai membangung gambaran mengenai tulisan kulliner tersebut. Ide kreatif ini bisa kalian tumpahkan ke dalam kerangka tulisan kuliner agar nantinya tulisan kuliner kalian memiliki acuan dan bisa fokus.

Eksplorasi Sisi Lain Kuliner Tersebut

Selain bercerita mengenai enaknya kuliner yang kalian santap, tentu kalian bisa memandang kuliner tersebut dari sisi lain. Misalnya, tema yang disajikan, kisah para chef dibalik kuliner tersebut, dan lain-lain.

Gunakan Istilah Yang Familiar

Menggambarkan sebuah rasa ke dalam kalimat bisa menjadi hal yang menantang. Gurih, manis, asin, creamy, merupakan istilah-istilah yang sering dibaca dalam tulisan kuliner, namun jangan lupa untuk menggunakan istilah yang familiar. Misalnya, sebuah spagheti dan cumi hitam sama-sama memiliki saus atau bumbunya melumuri masakannya, istilah creamy bisa digunakan untuk menggambarkan spagethi,sedangkan istilah nyemek-nyemek lebih sesuai untuk menggambarkan cumi hitam.

Baca Juga : Onegai Bunkasai Sukses Meramaikan Rungkut Dengan Semangat Ala Negeri Sakura

Kelima poin tersebut bisa diingat baik-baik untuk meningkatkan kualitas teknik  penulisan kalian, namun tetap gunakan pola 5W+1H yang harus ada di dalam tulisan kuliner kalian. Utamanya, sebuah tulisan harus berisi materi yang memberikan informasi, mengedukasi, serta menghibur.

Sudah siap untuk menulis kuliner sekarang?

Onegai Bunkasai Sukses Meramaikan Rungkut Dengan Semangat Ala Negeri Sakura

Budaya Jepang di Indonesia memang selalu dianggap menarik. Mulai dari budaya tradisional hingga budaya populernya sukses menjadi magnet para muda-mudi. Bunkasai adalah satu satu acara budaya Jepang yang sering diadakan di Kota Surabaya. Yang terbaru adalah Onegai Bunkasai dari UPN Rungkut yang sukses menyebarkan budaya Jepang.


Onegai Bunkasai

Onegai Bunkasai yang diadakan pada tanggal 31 Maret 2019 ini berisi serangkaian acara-acara menarik yang berbau Jepang. Mulai dari lomba makan, workshop, band, cosplay, dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Mengenali Kelainan Tulang Belakang Yang Bernama Skoliosis

Semakin seru dengan lomba-lomba, di Onegai Bunkasai ini bisa dilihat ada banyak lomba-lomba menarik lo! Mulai dari lomba makan, lomba membuat komik, lomba cosplay, lomba pidato, dan masih banyak lagi. Tentu yang Onegai Bunkasai telah menyiapkan hadiah terkece untuk para pemenang.

Salah satu yang menarik banyak orang untuk datang adalah menikmati deretan kuliner yang tersedia di depan gedung acara. Tak sulit untuk menemukan makanan dari Negeri Sakura seperti takoyaki, okonomyaki, sushi, dan masih banyak lagi. Deretan booth penjual makanan ini sangat memikat, serasa ingin mencoba setiap makanan yang ada di gerainya.

onegai bunkasai
Foto oleh Ilham

Belum lagi, banyaknya orang-orang yang berpakaian ala karakter anime atau manga favoritnya hingga berpakaian layaknya orang Jepang. Acara pun juga diramaikan dengan kedatangan special guest yang berpakaian ala anime Jepang seperti Naoko Miyu, Desy Narita, serta Anizu Chi

Baca Juga : Valentine Makin Bermakna Dengan Membuat Silky Pudding Coklat

Di sore hari, gedung UPN kembali riuh dengan lagu-lagu berbahasa Jepang. Gemuruhnya ternyata berasal dari delapan band dari Kota Pahlawan yang mahir bermain lagu-lagu beriramakan J-music. Penonton pun tak kalah meriah dengan bandnya, bahkan ikut bernyanyi mengikuti irama lagu sambil mengangkat tangan.

onegai Bunkasai
Foto oleh Ilham

Keseruan di Onegai Bunkasai ini tentunya akan terus berlanjut untuk event selanjutnya. Semaraknya budaya Jepang akan terus memiliki daya pikatnya sendiri di kalangan anak-anak muda Surabaya. Jadi, sampai jumpa di tahun depan ya minna-san!

Yuk, Mandangin Keindahan Pulau Mandangin!

Wisata di pulau Madura identik dengan wisata religi atau wisata bukit kapur. Ingin melihat sisi lain keindahan Madura? Sahabat Pagi bisa coba datangi wisata yang baru- baru ini mulai dikenal masyarakat luas. Pulau Mandangin! Pulau yang terletak di kabupaten Sampang, , Jawa Timur ini memiliki pesona keindahan bahari yang masih terjaga keaslian dan keasriannya. Tak heran jika kamu akan menemukan banyak warga setempat yang sering lalu-lalang ke laut untuk mencari ikan, baik untuk konsumsi sendiri atau diperjual-belikan. Semakin penasaran kan dengan keindahan pulau ini dan serba-serbi di baliknya?

Baca Juga: Gempa Sumenep di Madura, Sebabkan Banyak Bangunan Hancur

Spot Kece di Pulau Mandangin

Pulau Mandangin merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di . Meskipun hanya seluas 1.650km2, pulau ini terbilang cukup padat penduduk. Di balik padatnya wilayah ini, panorama matahari terbit dan senjanya tidak boleh kamu lewatkan! Saat sunset, kamu bisa berherak ke pantai Candhin yang terletak di Mandangin Timur. Namun, jika ingin melihat keindahan goresan jingga di langit sore sambil bermain pasir putih, kamu wajib berdiam di Mandangin Barat.

Baca Juga: Berbagai Kebiasaan Diet yang Salah

Story Behind Beauty Pulau Mandangin

Pulau Mandangin disebut juga pulau Kambing.

Pulau yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama pulau Kambing ini memiliki cerita yang menarik. Mengapa dijuluki pulau Kambing? Banyak orang beranggapan bahwa pulau ini terlihat seperti kambing jika dilihat dari ketinggian tertentu. Versi yang lain bercerita bahwa banyaknya kambing yang berkeliaran di pulau ini melatarbelakangi pemilihan nama . Selain berjuluk pulau Kambing, pulau ini juga sempat dikenal sebagai pulau lepra. Hal tersebut dipicu oleh fungsi dari pulau ini yakni sebagai tempat berkumpulnya orang-orang buangan kerajaan yang menderita penyakit lepra. Tapi tenang, pulau ini sekarang sudah tidak menjadi tempat buangan dan warga sekitar semakin paham dengan pentingnya kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, sebagai pengunjung kamu juga harus ikut menjaga kebersihan!

Baca Juga: Bebek Songkem, Alternatif Olahan Bebek dari Madura

Wisata yang masih terbilang baru ini patut untuk dikunjungi. Tidak hanya keindahan alamnya yang bisa kamu nikmati, Sahabat Pagi juga bisa merasakan kehangatan dan keramahan warga sekitar. Untuk akses menuju ke tempat ini juga terbilang mudah, kamu bisa membawa kendaraan karena banyaknya area parkir kendaraan pribadi yang disediakan. Jadi, siapkan perlengkapan fotografi dan capture every moment there!