Inilah Perbedaan Pemalu, Introvert, dan Kecemasan Sosial

0
Pemalu, introvert, atau pengidap kecemasan sosial? Terkadang kegelisahan tersebut sering sekali dirasakan bagi kamu yang memiliki sifat pasif dalam lingkungan sosial.
Apakah kamu takut menjadi bahan perhatian orang lain? Atau kamu takut berbicara di hadapan banyak orang? Mungkinkah kamu pernah merasakan bahwa kamu lebih membutuhkan waktu sendiri? Atau kamu selalu merasa cemas akan penilaian orang lain terhadapmu? Yuk, kita ulas berikut ini!
  1. Rasa malu ialah sifat kepribadian seseorang

pemalu

Rasa malu merupakan bagian dari kepribadian seseorang. Menurut Social Anxiety Institute, orang yang pemalu kemungkinan memiliki kecemasan sosial, tapi gak semua orang dengan gangguan kecemasan sosial adalah seorang pemalu atau introvert. Penelitian menunjukkan bahwa kurang dari 25 persen orang yang pemalu juga memiliki gangguan kecemasan sosial.
Rasa malu cenderung muncul dalam situasi tertentu, tetapi gejala kecemasan sosial tetap ada dalam setiap kondisi. Kriteria diagnosis yang dicatat dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), hal tersebut bisa terjadi selama enam bulan atau lebih. Dan gejalanya, biasanya muncul setiap hari.

Baca juga: Staycation Akhir Tahun? Siapa Takut

Perbedaan lainnya adalah rasa malu gak selalu mengarah pada self-criticism. Orang yang pemalu gak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang negatif, dan tergantung dari setiap individu itu sendiri. Namun, mereka yang memiliki kecemasan sosial, cenderung lebih mudah menyesali sesuatu yang ada pada diri mereka. Rasa malu bisa memicu gagasan dan perilaku cemas, tetapi itu normal. Serta bukan diagnosis yang dapat mengganggu kualitas hidup si penderita.
  1. Introvert merupakan energi sosial

pemalu

Introvert sangat bertolak belakang dengan rasa malu dan kecemasan sosial. Rasa malu memengaruhi cara seseorang berinteraksi secara sosial, dan introvert adalah suatu energi yang gak bisa dipisahkan dari orang tertentu. Introvert didapatkan melalui waktu yang dihabiskan sendirian, sementara ekstrovert mendapatkan energi dari berinteraksi dengan orang lain.  Seorang introvert, selalu menghapus stimulan sosialnya agar tetap bersemangat dan bahagia, dan biasanya introvert mudah lelah ketika bersosialisasi.
Seorang introvert bisa saja menolak undangan pesta, tetapi seseorang dengan kecemasan sosial akan merasa kecewa pada dirinya sendiri, khawatir tentang apa yang orang akan pikirkan tentang ketidakhadiran mereka diacara tersebut.

Baca juga: Travelling Impian 2019, Siapkan Koper dan Paspormu

Psikolog Ellen Hendrikson menjelaskan bahwa introvert adalah suatu sifat, dari kepribadian bawaan. Tapi, orang dengan kecemasan sosial terbentuk bukan dari bawaan lahir, melainkan banyak faktor yang memengaruhinya, termasuk lingkungan dan pemikiran.

  1. Kecemasan sosial merupakan gangguan mental

pemalu

Gejala kecemasan sosial lebih parah daripada perilaku pemalu atau introvert. Kecemasan sosial menimbulkan banyak ketakutan, ketidaknyamanan, kritik diri, dan kesadaran diri dalam situasi sosial. Yang juga dikenal sebagai fobia sosial, yang merupakan rasa takut, malu atau penghinaan dalam situasi sosial. Di titik ini, pengidap kecemasan sosial cenderung menghindari situasi tersebut, atau menanggungnya dengan beban yang berat, hingga berujung depresi, seperti yang dikatakan Social Anxiety Institute.

Kecemasan sosial merupakan gangguan mental yang mengerikan, karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial. Jadi, bagaimana cara mengetahui jika seseorang mengidap kecemasan sosial? Untuk mengetahui apakah seseorang itu harus mendapatkan dukungan profesional atau tidak.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) memberikan uraiannya sebagai berikut:

  1. Ditandai dengan rasa takut atau kecemasan tentang satu atau lebih situasi sosial di mana seseorang takut diawasi dan dinilai orang lain. Biasanya gejala tersebut berlangsung selama 6 bulan atau lebih.
  2. Ketakutan bertindak atau melakukan sesuatu karena cemas jika dievaluasi secara negatif oleh orang lain. Pada anak-anak, kecemasan terjadi ketika anak berada di antara teman sebayanya dan bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja.
  3. Dalam situasi sosial selalu dihantui ketakutan dan kecemasan.
  4. Menghindari situasi sosial atau mengalami rasa takut yang intens.
  5. Ketakutan atau kecemasan yang dipikirkan gak sesuai dengan realita yang sebenarnya.

Baca juga: Kebersamaan Umat Kristiani di Bulan Desember

Jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, penting untuk diingat bahwa kamu gak sendirian. Dan kamu bisa memercayakan pada orang terdekat atau berkonsultasi pada yang lebih profesional.

Makna di Balik Warna Spesial Natal Merah dan Hijau

0
Beberapa hari spesial memiliki skema warna yang khas. Dekorasi Halloween misalnya, biasanya didominasi dengan warna oranye dan hitam. Hari Valentine terkenal dengan warna merah muda atau putih. Sementara saat Natal, dunia berkilau karena warna merah dan hijaunya.
Sudah lama, orang-orang mengaitkan hari spesial Natal dengan kedua warna ini. Tanpa sadar, kita pun menghias rumah atau kue dengan aksesoris berwarna merah dan hijau setiap Natal.
Mengapa merah dan hijau bisa menjadi warna ‘spesial’ untuk hari Natal?

Ini dimulai beberapa abad lalu, ketika warna tersebut digunakan untuk memperingati hari libur. Bangsa Celtic kuno memuja tanaman holly yang memiliki warna merah dan hijau. Mereka percaya bahwa tanaman suci ini menjaga Bumi tetap indah ketika musim dingin.

Baca juga: Kebersamaan Umat Kristiani di Bulan Desember

Jadi, saat merayakan titik balik matahari musim dingin (winter solstice), mereka mendekorasi rumah dengan tanaman holly. Berharap tanaman itu bisa memberikan perlindungan dan nasib baik di tahun mendatang.

Tradisi memasangkan warna merah dan hijau kemudian berlanjut hingga abad ke-14. Pada saat itu, kedua warna ini digunakan untuk melukis layar salib abad pertengahan.

Namun, terlepas dari tradisi religius, pengukuhan merah dan hijau sebagai warna Natal mungkin berasal dari peran Haddon Sundblom. Ia adalah orang yang menggambar Sinterklas pada iklan minuman bersoda Coca Cola.

Baca juga: Travelling Impian 2019, Siapkan Koper dan Paspormu

Di masa itu, penafsiran artistik Sinterklas tidak pernah konsisten. Ia kadang digambarkan sebagai sosok pria kurus dengan jubah biru, hijau dan merah.

Sundbloom memutuskan untuk menggambarkan Sinterklas sebagai tokoh gemuk nan periang yang selalu mengenakan jubah merah (yang sama dengan warna logo Coca Cola).

Arielle Eckstut, pengarang buku Secret Languange of Color, mengatakan, keputusan kreatif tersebut memiliki pengaruh besar. Ketika iklan Coca Cola sangat populer, orang-orang pun percaya bahwa tokoh yang digambarkan Sundblom adalah Sinterklas ‘asli’.

Baca juga: Staycation Akhir Tahun? Siapa Takut

“Warna merah dari Sinterklas, serta hijau dari pohon cemara dan tanaman holly menguatkan imajinasi kolektif kita akan warna spesial Natal,” kata Arielle.

Jadi begitu sahabat pagi alasan mengapa Natal selalu identik dengan warna hijau dan merah.

Sejarah Candy Cane yang Identik dengan Natal

0
Selain pohon cemara dan mistletoe, permen tongkat atau candy cane identik dengan perayaan Natal. Meski begitu, banyak yang tidak pernah tahu asal-usul pernak-pernik tersebut.
Pada awalnya, bentuk permen ini hanya gula putih polos batangan lo sahabat pagi. Ia biasa digunakan orangtua di tahun 1600-an untuk meredakan tangis bayi dan digunakan sebagai dot.
Salah satu kisah yang beredar menyatakan bahwa candy cane mendapat bentuk kaitnya ketika pemimpin paduan suara di Katedral Cologne Jerman. Ia meyakinkan pembuat permen lokal untuk menekuknya menjadi bentuk tongkat gembala. Ini dilakukan dalam rangka menghibur anak-anak yang bosan dan gelisah selama misa Natal.

Baca juga: Kebersamaan Umat Kristiani di Bulan Desember

Sementara itu, kisah lainnya menceritakan bahwa bentuk bengkoknya diciptakan hanya untuk memudahkan saat digantung di pohon Natal.

Beberapa sumber mengklaim bahwa permen tongkat bergaris merah putih jarang ditemukan sebelum akhir abad ke-19, karena kartu Natal dari periode tersebut hanya menampilkan permen tongkat putih polos. Namun, pembuat permen jelas sudah lebih tahu cara membuat garis-garis tersebut. Ini terbukti dari publikasi sebuah buku masak di tahun 1844. Buku menjelaskan instruksi membuat garis peppermint pada permen tongkat.

permen tongkat

Sastra anak-anak dari pertengahan abad ke-19 menyebutkan permen tongkat bergaris dan permen tongkat biasa. Salah satunya adalah karya milik Laura Ingalls Wilder, Little House in Big Woods.

Baca juga: Staycation Akhir Tahun? Siapa Takut

Penampilan awal permen tongkat seringkali dikaitkan denga August Imgar dari Wooster, Ohio, seorang imigran Jerman yang pertama kali mendirikan pohon Natal di Ohio. Menurut National Confectioners Association, pohon Natal tersebut adalah cemara biru, di puncaknya terdapat bintang timah, sekelilingnya dihiasi dengan rantai kertas, kue berwarna dengan gula merah, kacang berlapis emas, dan permen tongkat. Warga Ohio berbondong-bondong menyaksikan pohon dan menjadikannya tradisi Natal di perayaan berikutnya.

Tahun 1919, Bob McCormack memulai sebuah perusahaan permen di Albany, Georgia (biasa dikenal McCormack Famous Candy Company) yang memproduksi permen tongkat.

Baca juga: Travelling Impian 2019, Siapkan Koper dan Paspormu

Produksinya melejit saat saudara ipar McCormack, Pastor Gregory Keller, seorang imam Katolik, menciptakan sebuah mesin yang secara otomatis menempatkan cetakan pembengkok dalam permen tongkat. Hingga sekarang, hampir dua miliar permen tongkat dibuat setiap tahun.

Bank Indonesia Bantu UKM Kembangkan Bisnis Melalui ISEF 2018

0

Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) adalah salah satu event ekonomi  dan keuangan terbesar di Indonesia diprakarsai oleh Bank Indonesia. Dengan tema “Strenghtening National Economic Growrth: the Creation of halal Value Chains and Innovative Vehicle”, ISEF 2018 dapat membantu UKM mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional maupun internasional.

Baca Juga : Rekomendasi Film Akhir Tahun Nikmati Bersama Keluarga

Bisnis Syariah berbeda dengan bisnis konvensional, yakni berlandaskan hukum Islam yang dibatasi oleh cara mendapat keuntungan dan pengembangan. UKM binaan terpilih berhak bergabung dan mendapatkan edukasi cara pengelolaan bisnis dan mendapat undangan pameran bisnis yang diselenggarakan BI. Ditambah lagi, UKM yang bergabung akan dibantu memasarkan produknya sesuai pasar yang dituju.

Terdapat 3 (tiga) UKM yang berhasil tim Inspirasi Pagi temui. Mereka adalah UKM Binaan BI Gorontalo, DuCrija UKM Binaan BI Solo, dan Sweet Sundae Ice Cream UKM Binaan BI Yogyakarta.

Baca Juga : Tidak Membalas Email di Hari Libur Itu Baik

Pada booth UKM binaan BI Gorontalo, terdapat beragam produk khas Gorontalo dipamerkan seperti baju kain Karo, tas Enceng Gondok dan keripik jagung. Ketiga barang tersebut merupakan gabungan beberapa UKM binaan BI Gorontalo yang lolos seleksi dan diundang dalam ISEF 2018.

Sedangkan booth DuCrija fokus pada snack jamur berbagai rasa. Awal mula Anik Purwati sebagai pemilik DuCrija ini mengikuti penyuluhan dari BI tentang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sragen. Kemudian memilih jamur sebagai produk yang ia hasilkan.

Booth ketiga adalah Sweet Sundae Ice cream, UKM binaan BI Yogjakarta ini fokus pada produk susu dan olahannya seperti gelato. Booth ini juga mengusung free plastic menggunakan Telo Bag sebagai penganti kantong plastik. Telo Bag berasal dari akar ketela yang diperoleh dari sisa pencabutan panen ketela.  Selain itu, Telo Bag tidak mengandung racun jika termakan oleh hewan dan mudah terurai.

Baca Juga : Fakta Yang Harus Kamu Tahu Tentang Hotelier

Kegiatan ISEF 2018 ini berlangsung pada 11-15 Desember 2018 di Grand City Convention Hall & Exibition Center Surabaya. Kegiatan ISEF 2018 mencakup Sharia Economic Forum dan Sharia Fair. Sharia Economic Forum terdiri dari beberapa kegiatan forum diskusi ekonomi syariah tingkat nasional maupun international sedangkan Sharia Fair terdiri dari kegiatan Expo UMKM, talkshow dan showcase pengembangan ekonomi syariah. Puncak acara ISEF 2018 ditutup apik oleh Fatin Shidqia dan Fitri Tropika.

Jenis Aki di Mobil Yang Punya Peranan Penting. Wajib Tahu

0
Aki di mobil punya peran penting. Bayangkan jika ia tidak berfungsi. Maka beberapa komponen juga tak bisa berfungsi karena butuh aliran listrik.

Parahnya, itu bisa membuat mobil juga tak bisa menyala, apalagi berjalan. Dalam proses pengapian, aki di mobil digunakan sebagai baterai atau sebagai perangkat yang memberikan sumber listrik. Aki di mobil menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia.

Umumnya  aki ada lima jenis. Kelimanya punya spesifikasi, kelebihan, kekurangan dan harga yang berbeda,kira-kira apa saja ya sahabat pagi? Yuk simak.

Baca juga: Baiq Dinyatakan Bersalah Karena Membuat Keluarga Tersangka Malu?

Aki Basah

Aki basah adalah aki yang paling umum, paling mudah ditemukan. Dinamakan sebagai aki basah karena di dalam aki ini terdapat cairan elektrolit atau air aki yang berupa asam sulfat. Air aki basah mengandung timah antimoni yang bakal cepat habis karena besarnya potensi penguapan.

Aki ini dijual dengan harga yang murah dibanding jenis aki lainnya. Selain itu, banyak bengkel yang pasti menjualnya atau menerima jasa perawatan aki basah. Akan tetapi, aki basah memerlukan perawatan yang rutin. Penguapan yang terjadi bisa membuat cairan aki cepat habis.

Kemudian, jika tidak dirawat dengan benar, cairan aki bisa tumpah dan merusak komponen-komponen lainnya.

Baca juga: Kebersamaan Umat Kristiani di Bulan Desember

Aki Kering

Meskipun namanya aki kering, bukan berarti jenis aki ini tidak mengandung cairan elektrolit. Aki kering, atau sering juga disebut Maintenance Free, menggunakan cairan elektrolit yang mengandung timah kalsium. Dibanding timah antimoni pada aki basah, timah kalsium lebih hemat dalam proses penguapan. Lalu, aki kering juga tak perlu dirawat sesering aki basah karena aki ini tidak membutuhkan pengisian ulang cairan elektrolit. Aki kering disegel dengan kuat sehingga cairan elektrolit di dalamnya tidak berpotensi untuk tumpah.

Namun, karena kualitas aki kering lebih baik dibanding aki basah, jenis aki ini dijual dengan harga yang lebih mahal. Penyegelan yang kuat juga memiliki dampak tertentu. Ketika kamu melakukan perawatan aki kering, otomatis, kamu mesti mengganti komponen aki kering karena segelnya yang tidak bisa dibuka.

Aki Kalsium

Berbeda dengan kedua jenis aki sebelumnya, kutub aki ini terbuat dari material kalsium. Aki kalsium memiliki tingkat penguapan yang lebih minim daripada aki pada umumnya. Selain itu, daya tahan baterai aki kalsium sangat baik dalam menyalurkan listrik.

Sayangnya, aki kalsium masih kurang populer di Indonesia. Aki ini bakal jarang ditemukan di toko. Pun, jikalau ada, stoknya akan terbatas dan harganya juga tak main-main.

Aki Hybrid

Sesuai dengan namanya, hybrid atau hibrida yang berarti perkawinan, jenis aki ini adalah hasil kombinasi dari aki biasa dengan aki kalsium. Aki ini juga mempunyai tingkat penguapan yang sangat minim dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu rutin. Namun, layaknya aki kalsium, aki hybrid jarang ditemukan di toko-toko. Apalagi, cairan elektrolit di dalamnya bersifat korosif serta berbahaya bagi kulit manusia.

Baca juga: Staycation Akhir Tahun? Siapa Takut

Aki Gel

Inilah aki yang paling mutakhir yang disebut sebagai aki bertekonologi canggih. Alih-alih menggunakan cairan elektrolit, jenis aki ini justru menggunakan gel. Tentu saja, gel lebih sedikit kemungkinannya untuk tumpah. Kalau gel tumpah, Sahabat juga tidak perlu khawatir karena aki ini tidak menggunakan cairan elektrolit yang bersifat korosif atau berbahaya.

Aki gel hampir bebas dari bentuk perawatan apa pun. Usia pemakaian aki gel bahkan lebih awet daripada jenis aki lainnya. Tidak perlu diragukan lagi, aki gel dijual dengan harga yang begitu mahal. Selain itu, jenis aki ini tidak akan mudah ditemukan di bengkel atau toko-toko.

Nah, bagaimana, sahabat pagi sudah ngerti kan macam-macam aki dan kegunaannya? Lumayan kan bisa buat tambah pengetahuan untuk kamu yang belum tahu.

Rekomendasi Film Akhir Tahun Nikmati Bersama Keluarga

0

Akhir tahun selalu identik dengan waktu libur yang cukup lama, kali ini inspirasi pagi bakalan memberikan beberapa rekomendasi film Indonesia yang tayang bulan desember ini.

Beberapa film ini sangat cocok untuk di tonton bersama keluarga, menghabiskan waktu bersama. Beberapa diantaranya banyak yang bergenre keluarga. Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Aquaman

Film ini mengisahkan tentang perjalanan Arthur Curry (Jason Mamoa) dan Mera (Amber Heard) untuk merebut tahta atlantis dari sang kakak tiri, Orm (Patrick Wilson) yang berniat untuk menyerang dunia manusia dengan dibantu oleh Black Manta (Yahya Abdul-Mateen II). Pencarian mereka adalah untuk menemukan senjata Trident milik raja sejati Atlantis.

Baca Juga : Intermezzo Tradisi Kopi Dalam Natal

2. Bumblebee

Film ini bercerita tentang kisah Bumblebee sedang dalam pemburuan. Tak lama berselang, ia berhasil menemukan tempat persembunyian di dekat kumpulan-kumpulan barang rongsokan. Yang berada di kota California, Amerika Serikat, lebih jelasnya di sebuah pantai kecil.

Seorang wanita berjalan entah kemana yang sedang berusaha menemukan jati dirinya yang sebenarnya dan untuk apa ia tinggal di dunia ini. Secara tak sengaja, Charlie menemukan sebuah autobot yang tengah rusak parah. Dan itu adalah Bumblebee. Ia pun memutuskan untuk membantunya dengan cara memperbaiki mobil Volkswagen Beetle klasik tersebut.  Sampai akhirnya ia tersadar bahwa mobil tersebut bukanlah mobil biasa.

3. Keluarga Cemara

Film ini berkisah tentang keluarga yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil. Cerita dalam film ini akan dibuat relevan dan update dengan jaman sekarang serta tidak dibuat settingan era 90-an. Dalam film ini akan memberikan menekankan tentang nilai kejujuran, kekeluargaan dan otentiknya.

Baca Juga : Geliat Startup Kopi Indonesia

4. Milly dan Mamet (Bukan Cinta Dan Rangga)

Film ini menceritakan tentang kisah Milly & Mamet sedang disibukkan dengan mengurus bayi mereka. Mamet yang punya passion memasak dan sempat bekerja sebagai chef kini bekerja di pabrik milik Papa Milly.

Sebuah pilihan yang agak terpaksa, karena kini ia jadi tumpuan keluarga kecil mereka setelah Milly resign dari profesinya sebagai bankir untuk fokus membesarkan anak. Sampai pada suatu hari, Mamet berjumpa Alexandra teman dekatnya waktu kuliah dulu.

Dengan antusias, Alexandra bercerita bahwa ia sudah mendapatkan investor untuk membiayai ide restoran yang dulu pernah mereka khayalkan bersama. Dengan hubungan Mamet dan Papa Milly yang memburuk, Mamet dihadapkan pada pilihan yang rumit antara keluarga, cinta dan mimpi.

Baca Juga : Cara Penjual Lakukan Strategi End Year Sale!

5. Mortal Engines

Film ini menceritakan tentang kisah bumi yang kacau balau akibat perang nuklir antara Amerika dan Tiongkok. Kekacauan ini mengakibatkan kesengsaraan bagi masyarakat dunia.

Ada perbedaan dalam kehidupan bumi, yaitu kota kecil dan kota besar. Keduanya memiliki ciri khas yang berbeda dan karakter masyarakat yang tidak sama.  Diadaptasi dari novel Philip Reeve berjudul sama, seperti apa ulasan singkat atau sinopsis film Mortal Engines.

Fakta Yang Harus Kamu Tahu Tentang Hotelier

0
Hotelier atau pekerja yang bekerja di industri perhotelan memiliki beberapa fakta yang harus kalian tahu. Seorang hotelier sangat identik dengan penampilan rapi dan menarik karena pekerjaannya berhubungan langsung dengan customer service. Meski demikian, ternyata masih juga banyak orang yang beranggapan bahwa para pekerja di industri perhotelan tak jauh berbeda dengan para pelayan/pembantu di rumah. Benarkah demikian? Simak fakta-fakta berikut ini!
  1. Harus bermental baja
Jika ingin memasuki dunia perhotelan, berarti kamu harus siap dengan struktur hotel yang bertingkat dan rumit. Tak jarang kamu juga harus siap menghadapi senioritas dan persaingan antar departemen. Masalah misscommunication juga kerap terjadi antar departemen yang saling berhubungan. Sebagian Front Desk dan Housekeeping yang salah paham mengenai status kamar kosong yang sudah bersih atau kamar kosong yang masih kotor.

Baca juga: Gugup Saat Wawancara? Simak Cara Mengatasinya!

  1. Harus pandai melatih emosi

Bagaimana tidak? Seorang hotelier harus menghadapi puluhan bahkan ratusan tamu dengan karakter berbeda setiap harinya. Ada tamu yang datang dengan sikap yang tidak menyenangkan. Belum lagi jika harus menghadapi rekan kerja yang usil dan bos yang mengomel. Sebagai pekerja hotel, kamu harus tetap mempertahankan senyum, sopan santun serta intonasi suara yang ramah tak peduli masalah apapun yang sedang kamu hadapi. Jadi, seorang hotelier harus pandai-pandai melatih emosi.

  1. Jam tidur yang tak menentu

Seorang pekerja hotel harus memiliki stamina dan daya tahan tubuh yang luar biasa. Mengapa demikian? Karena kamu seringkali menghadapi jumping shiftJumping shift adalah keadaan dimana kamu memiliki shift atau jam kerja yang tak menentu setiap harinya. Misalnya hari ini kamu mendapatkan shift pagi, kemudian hari berikutnya shift malam dan hari berikutnya lagi shift siang. Jam kerja yang tak menentu tersebut pasti akan berdampak pula pada pola tidur yang berubah-ubah. Belum lagi jika kamu harus menggantikan rekan kerjamu dan melakukan double shift. Jika tidak pandai mengatur waktu, bisa jadi kamu akan kelelahan dan jatuh sakit.

Baca juga: Tips Buat Yang Suka Wisata Kuliner

Selain bermasalah dengan jam tidur, seorang hotelier juga akan merasakan dampak pada kehidupan sosial karena sangat jarang mendapat libur di akhir pekan. Biasanya seorang pekerja hotel tetap harus masuk pada hari-hari libur dan justru mendapat jatah libur pada hari kerja dimana kebanyakan orang masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

  1. Harus tahan jijik

Hotelier akan banyak berurusan hal menjijikan hingga aneh seperti sisa makanan yang tak lagi berbentuk dan tercampur aduk, muntahan di meja atau lantai, noda di sprei, tempat sampah yang menumpuk hingga toilet yang tak disiram. Nah, maka dari itu, seorang hotelier harus tahan jijik, terlebih jika kamu bekerja di bagian dishwasher atau room attendant.

  1. Belajar ilmu perhotelan tidak semudah yang dibayangkan

Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa profesi perhotelan tak jauh berbeda dengan pekerjaan para pelayan/pembantu. Namun, perlu diketahui bahwa pekerja perhotelan tidak sekedar belajar cara bersih-bersih dan menerima tamu. Seorang hotelier juga harus memahami Ilmu Komunikasi, Psikologi Pelayanan, Manajemen Perhotelan hingga Marketing.Belajar mengenai beberapa bahasa dan budaya juga merupakan kewajiban.

Baca juga: Pastikan Mampir Kesini Kalau Berlibur ke Yogyakarta!

Belum lagi jika kamu ingin menggeluti bidang Food and Beverages, tentunya kamu tidak hanya sekedar belajar memasak dan mengantarkan makanan tetapi juga dituntut untuk memahami jenis dan macam-macam bahan makanan dan bumbu beserta terminologinya. Kamu juga harus menguasai berbagai teknik meracik dan menyajikan makanan sehingga makanan yang disajikan memiliki kualitas standar perhotelan. Tidak semudah yang dibayangkan, bukan?

Nah, itu tadi adalah beberapa fakta mengenai pekerja di bidang perhotelan. Industri perhotelan yang dewasa ini berkembang cukup pesat seiring dengan semakin banyaknya jumlah objek wisata di berbagai kota tentu menarik untuk dicoba. Apakah kamu tahu fakta-fakta lainnya mengenai pekerja di industri perhotelan? Bagikan jawabanmu di kolom komentar ya sahabat pagi.

Coffee Shop di Ruang Kerjamu? Kenapa Tidak

0
Bekerja di coworking space atau sambil nongkrong di coffee shop sudah bukan hal asing lagi. Mereka yang cuma butuh laptop dan internet untuk bekerja, bisa betah berlama-lama di sana. Aroma biji kopi yang harum, suasana cozy, ditambah playlist ala kafe yang nyaman di telinga.
Sebenarnya, kamu bisa loh menciptakan sendiri ruang kerja bernuansa coffee shop. Jadi lebih hemat, gak perlu ongkos jalan dan anggaran jajan di luar. Simak di bawah ini, cukup ikuti lima langkah berikut untuk menghadirkan suasana kedai kopi di ruang kerja pribadimu.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru di Magelang Bakal Ada Pesta Kembang Api

  1. Perbanyak ornamen kayu

Coffee shop identik dengan interior serba kayu dan warna-warna monokrom. Selain meja dan kursinya, kamu juga bisa memasang wallpaper bermotif kayu untuk mengakali cat tembok yang berwarna cerah.

Kalau ingin suasana coffee shop yang lebih kental, pasang juga vinyl lantai bermotif kayu. Ada banyak banget pilihan warna dan motifnya, lebih murah ketimbang memasang kayu asli sebagai lantai.

Baca juga: Menunda-nunda Pekerjaan Menjadikanmu Pribadi Yang Kreatif

  1. Pasang lampu gantung berwarna warm white atau kekuningan

coffee shop

Hampir semua coffee shop pasti memasang lampu dengan warna nyala kekuningan. Ada yang memilih lampu tempel, hiasan meja atau menggantung di langit-langit.Kamu bebas memilih jenis yang mana. Tapi lampu gantung paling pas buat menambah kesan teduh dan nyaman.

  1. Gunakan biji kopi sebagai pengahrum ruangan

Aroma biji kopi yang harum menjadi daya tarik tiap coffee shop. Hal ini juga yang bikin banyak pengunjungnya betah berlama-lama di dalam. Apalagi saat menghadapi pekerjaan yang rumit, aroma kopi akan membantumu lebih tenang dan rileks.

Untuk ruang kerja pribadimu, siapkan biji kopi utuh atau yang sudah ditumbuk lalu bungkus dengan kain tipis.

Gantungkan di dekat jendela atau kipas angin agar aromanya menyebar ke seisi ruangan.Pewangi ruangan yang terbuat dari biji kopi asli juga bisa dibeli di beberapa toko online. Biasanya terbungkus kain goni dan sudah dilengkapi gantungan.

Baca juga: Malioboro Yang Megah, Peradaban Jangan Runtuh

  1. Hiasi dinding dengan lukisan atau quotes

 

Ornamen lain yang biasanya menjadi ciri khas coffee shop adalah lukisan atau karya kaligrafi yang dibingkai. Kamu gak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cari gambar atau quotes favorit di internet lalu cetak dengan warna dan ukuran sesuai selera.

Beli atau buat sendiri pigura kayu tanpa kaca untuk membingkainya. Letakkan hiasan ini di atas meja atau pajang di dinding. Kalau ingin hasil yang lebih estetis, letakkan bingkai di sekitar lampu agar terkena sorot sinar kekuningan.

  1. Buat playlist favoritmu

Sentuhan terakhir yang gak boleh kamu lewatkan adalah membuat playlist favorit. Pilih lagu-lagu berirama lambat yang cocok untuk menemanimu bekerja. Kalau kamu ingin suara samar seperti di coffee shop, pasang speaker di sudut ruangan.

Biar suasana kerja makin asyik, jangan lupa seduh minuman hangat favoritmu dan siapkan beberapa camilan. Dijamin lebih nyaman dan bikin mood terjaga baik. Boleh dicoba dirumah ini sahabat pagi.

Pendidikan Atau Pengalaman Kerja. Penting Mana?

0
”Perdebatan” tentang pendidikan atau pengalaman yang lebih penting dalam karier seolah tak pernah berhenti. Para pemilik gelar akademis menawarkan pengetahuan dan keahlian teknis yang tinggi. Sementara itu, yang sudah bekerja tahunan membawa pengalaman praktis yang sudah terbukti keberhasilannya.
Idealnya, setiap karyawan memiliki kombinasi kedua kualitas tersebut. Namun tentu saja kualitas ideal ini tak selamanya bisa didapat. Kamu mungkin termasuk salah satu dari dua golongan ini, namun rasanya tak perlu memperdebatkan lebih lanjut, karena kedua kualitas ini bersifat saling melengkapi. Mempelajari kelebihan masing-masing jutstru akan memberimu kesempatan untuk belajar dari satu sama lain.

Dianjurkan tidak mengharapkan asal memegang gelar sarjana, kamu akan aman-aman saja. Alasan dari kebanyakan perusahaan mencantumkan syarat pengalaman kerja beberapa tahun ketika mencari sumber daya manusia baru ialah agar:

  • Pengetahuan pelamar kerja akan seluk beluk industri/bidang usaha yang dilamarnya
  • Mereka yang berpengalaman dianggap lebih mampu dan terbiasa memecahkan masalah sekaligus mencari solusinya dibanding dengan yang tidak
  • Paham bagaimana etika dan pembawaan diri di lingkungan kerja

Baca juga: Menunda-nunda Pekerjaan Menjadikanmu Pribadi Yang Kreatif

Pengalaman kerja dalam waktu relatif lama memberimu keuntungan yang tidak dimiliki para fresh graduate. Salah satunya adalah jaringan yang luas dalam industri yang kamu geluti, serta sektor pendukungnya. Hal ini hanya bisa diperoleh orang yang memang telah lama berkecimpung di bidang tertentu.

Orang yang telah berpengalaman pun biasanya paham benar seluk beluk bidang kerjanya, menguasai kiat praktis dalam menjalankan pekerjaan atau menghadapi masalah. Inilah kelebihan orang yang berpengalaman, karena pengetahuan praktis ini tak dimiliki para fresh graduate yang biasanya baru punya bekal ilmu pengetahuan semata.

Baca juga: Malioboro Yang Megah, Peradaban Jangan Runtuh

Namun sebaliknya, ada beberapa pekerjaan dan industri yang lebih mementingkan gelar pendidikan daripada pengalaman di bidang serupa. Tidak sedikit pula jenis pekerjaan yang mengharuskan kandidat untuk mempunyai sertifikasi di luar gelar sarjana, bahkan gelar S2, seperti akuntan, insinyur, pekerja medis, dan lain-lain.

Pekerjaan yang berkaitan dengan scienceengineering, atau manufacturing memerlukan keahlian khusus yang hanya dapat diperoleh melalui pendidikan tertentu. Bahkan dengan mengambil pendidikan yang lebih tinggi dengan spesifikasi studi yang makin khusus, “nilai jual” seseorang makin tinggi karena keahlian yang dimilikinya jarang dimiliki oleh orang lain. Misalnya saja para ahli di bidang information technologyenviromental sciencesafety engineering, dan lain-lain.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru di Magelang Bakal Ada Pesta Kembang Api

Nah, bagaimana menurut sahabat pagi? Apakah kamu lebih mementingkan pendidikan atau pengalaman kerja? Termasuk golongan yang mana pun kamu, manfaatkan pengetahuan dan skill yang kamu miliki untuk semakin memperkaya diri. Semangat yaa ^^

Tidak Membalas Email di Hari Libur Itu Baik

0
Sering gak kamu mendapatkan email dari kantor pada hari libur? Atau mungkin, di atas jam kerja? Apakah kamu membalasnya atau memilih mengabaikannya? Kalau jawabannya yang pertama, mungkin kamu harus pikir ulang.
Jika dari awal tidak ada kesepakatan buat membalas email di luar jam kerja, kenapa kamu harus? Ini beberapa alasan kenapa tidak membalas email pekerjaan di hari libur itu baik.

Baca juga: Sejarah Hari Ibu Yang Kelabu? Simak Selengkapnya!

1. Membalas email dan notifikasi kerja di akhir pekan justru akan membuat kita semakin ketagihan pada gadget

Kehadiran smartphone memang bisa membuat kita melakukan apa pun dari satu perangkat. Tapi ingat juga, gara-gara smartphone kita jadi kecanduan. Aktivitas kita dalam sehari tidak ada putusnya dengan gadget. Termasuk soal pekerjaan. Apabila ini dibiarkan, bukankah sudah tidak sehat lagi?

2. Terus-terusan bekerja pada hari libur akan mengganggu mental kita pelan-pelan. Jika dibiarkan, akan berujung pada stress dan anxiety.

Penelitian yang ditulis oleh William Becker (Virginia Tech associate professor), Liuba Belkin (Lehigh University associate professor), Samantha Conroy (Colorado State University associate professor), dan Sarah Tuskey (mahasiswa Ph.D Virginia Tech) menunjukkan jika mengecek email pasca jam kerja itu sangat merusak kesehatan mental. Dari 142 pekerja fulltime dan orang penting lain yang disurvei, ditemukanlah kalau individu yang memeriksa email kerja di luar jam kantor merasakan tingkat kecemasan yang tinggi.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru di Magelang Bakal Ada Pesta Kembang Api

3. Kerja tujuh hari penuh juga membunuh hubungan interpersonal kita dengan keluarga, teman, dan kerabat

Ada keluarga yang butuh didengar saat berkeluh kesah, bukannya sibuk utak-atik ponsel sendiri saat yang satunya berbicara. Ada teman juga yang ingin kita datang ke pernikahannya atau sekedar membutuhkan nasihat kita. Ada orang-orang di lingkungan tinggal kita juga yang ingin kita bersosialisasi dan ikut urun rembug dalam kemajuan kompleks. Jadi, hidup kita gak cuma kerjaan kan?

4. Ingat! Selain mental, kesehatan fisik juga gak kalah penting! Tanpa sehat, kamu gak mungkin bisa bekerja dengan hasil yang baik

Siapa yang bisa kerja kalau badannya lemas atau bolak-balik bersin saja? Itulah kenapa kamu jangan terus mengecek emailmu di hari libur. Bekerja itu perlu tenaga. Kalau tenaga diforsir, kamu gak akan memberikan hasil yang baik. Sia-sia saja bukan?

Baca juga: Hal Sederhana Untuk Merayakan Hari Ibu

Intinya, kesehatan mental dan fisikmu tetap harus dijaga agar bisa bekerja secara maksimal lagi. Jika atasanmu masih bersikeras, bukankah kamu punya hak untuk menjelaskannya?